Oleh : Rizka Fitri jam 9.30 WIB di Surga Ilmu

Prikitiew,,, cuiiittt, cuiiittt….

Cinta, cinta, emang deh ni yang namanya cinta. Dahsyatnya cinta, bisa sampai membutakan mata, membelokkkan jiwa, melumpuhkan raga, menghabiskan harta, dan menghilangkan nyawa….
Weits, cinta macam apa ini? Parah banget. Itu sih kalo cintanya sama manusia, cinta yang paling rendah, bisa membuat kita jadi hina.

Sebagai manusia yang sempurna, kita punya hati yang bisa merasa, hati tunduk pada kuasa Allah semata, Dia bolak-balik sesuai kehendakNya.

Sungguh, bukan mata itu yang buta, tapi yang buta, ialah hati yang didalam dada.(1)

Tadi pagi, setelah sejam berseteru sengit dengan xml, sy memutuskan pergi ke perpus langsung ngambil buku XML. Koleksi bukunya makin banyak. Pas duduk, ketemu kumpulan buku tebel bgt yang judulnya Mushaf Al Burhan. Langsung baca aja, buku xmlnya dicuekin (mf ya ^^). Eh, pas baca bukunya tiba-tiba sy menangkap keberadaan buku Sirah Nabawiyah, tapi karena letaknya di rak paling atas, jadi saya tidak bisa memaksakan diri untuk mengambilnya…^^ (alias, ga nyampe, klo mw ngmbil..ckiki)

Jadi mushafnya itu plus terjemah, ada asbabun nuzul dan hadist sudah satu paket.

Nah bagian belakangnya ada penjelasan bagaimana kita bisa dekat dengan Al Quran tidak hanya dengan membacanya saja tapi juga bagaimana cara mentadzaburinya. Jadi dibahas tuntas di dalam buku itu dari pengertian tadzabur sampaii bagaimana mengelola hati untuk lebih mencintai ALqur’an. Penjelasannya ringan dan menggoda iman agar semakin mencintai Al Quran.

Seringnya dengan membaca saja sudah kita anggap cukup, tanpa membaca artinya, terlebih untuk mentadzaburinya. Ya bisa jadi yang kita dapat hanya ketenangan hati saja saat membaca, namun untuk mendapatkan petunjuk dari AlQuran itu belum bisa.

Ketika hati mulai mencintai sesuatu, ia akan sangat bergantung, merindukan, dan jatuh hati terhadap apa yang ia cintai, sekaligus melupakan apapun selain yang dicintainya.(2)
So Sweet… Nah, maukan jadi bagian dari keluarga generasi Qurani disaat sebagian besar dari kebanyakan muslim banyak yang berpaling dari Al Quran?

Di salah satu bagian dalam buku tersebut ada indikator atau ciri-ciri orang jatuh cinta pada Al Quran :

  1. Gembira saat bertemu AlQuran dan selalu betah menghabiskan waktu laam tanpa bosan berinteraksi dengan Al Quran
  2. Rindu ingin bertemu dengan Al Quran, setiap kali berpisah dan berhalangan untuk bertemu dengannya. Ia pun selalu berharap bercengkerama, menelaah, dan menghilangkan rintangan yang menghalangi setiap rintangan yang menghalangi pertemuan dengan dirinya dengan Al Quran
  3. Lebih sering berdialog, mempercayai setiap arahan, dan nasihatnya, menjjadikannya sebagai nara sumber dalam setiap kesulitan hidup yang dihadapi, baik besar maupun kecil
  4. Menaati isinya, baik berupa larangan atau perintah

Jika tanda-tanda di atas ditemukan pada dirimu, maka cinta dalam hati telah tertambat.^^
Jika sudah terdapat pada dirimu, tapi ada indikator yang belum ada, ya bisa jadi cinta kamu ya belum utuh.

Maka dari itu, teman-temanku mari kita kembali tanyakan pada hati, sudahkah saya benar-benar telah mencintai Al Quran?

Abu Ubaid berkata,”Seseorang sepatutnya tidak bertanya kepada dirinya kecuali tentang Al Quran. Jika ia mencintai Al Quran, maka ia telah mencintai Allah dan Rasulnya,..”.(3)

Pesan kak Ratri , “buat rasul bangga punya pengikut kaya kamu dan secepatnya keluarlah kamu dari zona nyamanmu, secepat mungkin …secepat kematian mengejarmu…:)”

Semoga dengan mengingatkan orang lain, kita semakin termotivasi untuk semakin memperbaiki diri, termasuk sy pribadi, dan tentu Allah juga menjaga diri kita dengan kebaikan-kebaikan yang bernilai pahala disisi-Nya.

Jika di tulisan ini ada kekurangan itu dari saya pribadi dan jika ada kebenaran datangnya dari Allah Swt.
Wallahu a’lam bissawab.

(1) Terjemah Q.S Al Hajj : 46
(2) Ust. Nandang, Muhsaf Al Burhan.
(3) Munnafaf Ibnu Adi Syaibah, vol.10,hal,185

Dapat dibaca juga di Facebook

finished: 11:27 pm

Apakah anda selanjutnya ?

Apakah anda selanjutnya ?

About these ads