Aku seorang mahasiswa sekarang. Lingkungan baru sebenarnya tidak membuatku nyaman. Aku suka Madiun yang tidak pernah macet, kecuali pagi yang ramai. Serba nyaman saat ingin pergi belanja atau memsbeli sesuatu. Bandung tepatnya di kawasan pendidikan TELKOM membuatku sangat tidak nyaman dengan lalu lintasnya yang ramai di setiap waktu.

Tapi aku sama sekali tidak menghubungkan masalah itu dengan prestasiku belajar. Teman kelasku yang tidak begitu aktif membuatku melawan arus. Aku adalah orang yang tak pernah mau sama dengan orang lain. Aku harus lebih baik dari mereka. Aku punya seorang teman melankolis hampir sempurna. Pemrograman dan matematika adalah bidang yang sangat dia kuasai. Dia telah memperoleh nama yang cukup baik di kampus ini dan itu juga tak membuatku tinggal diam. Dia selalu mendapatkan nilai yang sempurna, bahkan untuk semester lalu. Seharusnya aku juga, tapi kita selisih 0,05.

Dia kuanggap sebagai teman dan lawanku dalam belajar. Aku ingin menyaingi dia dalam pemrograman Java, tapi aku gagal. Aktifitas organisasi yang kujalani menyita banyak waktu belajarku dan aku gagal di setengah semester pertama. Aku benar-banar tak bisa terima, dia menang sempurna. Kata dosenku dia telah berhasil mengelola semua tools yang ada sehingga dia gampang untuk membuat program. Kali ini aku benar-benar harus menyaingi dia, aku telah membentuk komunitas Java di kampus ini dengan 43 anggota aktif termasuk temanku itu juga ikut bersama komunitas ini. Memang dia lawanku, tapi dia juga temanku. Sebenarnya tak hanya aku saja yang harus bersaing. Ratusan mahasiswa di kampus ini juga. Jiwa kompsetisi itu sangat penting untuk memacu prestasi dan prestasi itu harus diraih dengan belajar yang tak kenal lelah.

Meskipun gengsi, mungkin suatu hari nanti aku harus mengucapkan terima kasih kepadanya atas persaingan hebat ini. Dia telah mengajarkan kepadaku bahwa belajar itu tak perlu menunggu untuk diberi, tapi belajar itu mencari apa yang kita butuhkan.

Marilah kita sama-sama berdoa semoga Allah memberikan pertolongan kepada orang-orang yang telah menolong kita suatu hari nanti dimana tidak ada seorangpun yang dapat menolong kecuali Allah. Amin.

Bergabunglah bersamaku, berbagi cerita dan pengalaman