Ada yang mengeluh, merasa jenuh, ingin gugur dan jatuh, ia berkata “LELAH”. Ada yang lelah, tubuhnya penat, tapi tetap semangat, ia berkata, ”LILLAH”. Karena Allah.

Kenapa dengan kita. Ada apa? Tak rindukah kita bersama lagi, berjuang dengan semangat meski kita tau kegagalan bersiap menghadang? Tapi Allah menolong kita waktu itu. Mana semangatmu kawan? Kita tidak perlu orang lain untuk jadi penyemangat kita. Tapi kita yang harus jadi penyemangatnya. Bukankah dulu kita juga begitu?

Sesibuk apapun kita, kita harus tau mana yang menjadi prioritas amanah kita. Amanah dakwah yang kita jalani memang berat, kawan. Tapi apakah sebanding dengan saudara-saudara kita di Palestina? Bangsa Palestina mengajari kita bagaimana seharusnya kita berjuang, pengusiran, penangkapan, sampai pembantaian tak pernah laju menahan laju perjuangan mereka untuk terus mengusir yahudi sang penjajah.

Kita tidak boleh berhenti berjuang, karena seharusnya kita tak kenal henti. Semoga keikhlasan selalu mengiringi amal-amal ibadah kita. Allahu Akbar!