Betapa perjuangan pahlawan telah banyak sekali dilupakan sebagian besar dari kita. Perjuangan yang berawal jauh ratusan tahun yang lalu hingga sampailah kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. TApi itu bukan perjuangan sudah selesai, masih saja ada usaha Belanda ingin menguasai kembali dan usaha pihak sekutu yang dipimpin Amerika memiliki kepentingan tersendiri di Indonesia.

Hingga tepat tanggal 10 November 64 tahun silam, ada ultimatum dari Inggris dan NICA melalui Mayor Jenderal Mansergh yang menggantikan Mallaby mengultimatum rakyat Indonesia untuk menyerah sampai batas akhir tanggal 10 November pagi hari. Namun di batas ultimatum tersebut rakyat Surabaya menjawabnya dengan meningkatkan perlawanan secara besar-besaran, salah satu pimpinan perlawanan tersebut adalah Sutomo, dikenal sebagai Bung Tomo (yang sampai saat ini belum diangkat secara resmi menjadi Pahlawan Nasional, hanya menerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama pada tahun 1995 oleh presiden Suharto).

Peringatan hari pahlawan tampaknya juga sudah mulai jarang di tengah-tengah masyarakat masa kini bahkan nyaris tak ada . Padahal hari ini bisa dijadikan kesempatan kita untuk kembali muhasabah untuk negeri ini. Bagaimana tidak, bangsa ini masih belum memiliki kemerdekaan yang seutuhnya. Bagaimana kondisi masyarakat kita saat ini? Bagaimana keadaan pemuda saat ini? BAgaimana dengan pemerintahan kita? Bagaimana hubungan antara pemerintah dan masyarakat saat ini? Seberapa tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintahan yang berjalan saat ini?

Miris. Mungkin itu salah satu kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi bangsa ini. Sedih rasanya setiap kali menonton info dari televisi. Berita-berita yang ada dipenuhi kabar korupsi, pembunuhan, penangkapan, kemiskinan, kebodohan, dan penindasan. Belum cukupkah ancaman gempa-gempa dengan intensitas tinggi dan kekuatan yang besar.

Bagaimana dengan diri kita? Ketika kita mempermasalahkan hal terbesar dalam dinamika kehidupan bangsa ini, pernahkah kita mempertanyakan eksistensi diri kita, dalam upaya turut melanjutkan perjuangan para pahlawan. Yang perlu diingat adalah perjuangan itu belum usai, karena perjuangan tak kenal henti.

MAsih bayk tugas kita kawan, sebagai generasi muda harapan bangsa.  Dengan segala posisi, profesi, dan keahlian yang kita miliki mari kita tingkatkan rasa cinta tanah air, kita kobarkan semangat juang pada diri dan orang-orang di sekitar kita demi negara Indonesia yang lebih baik.

Alhamdulillah wash shalatu was salamu ’ala Rasulillah.

Wallahu’alam bissawab

referensi :

<a href=”http://yulian.firdaus.or.id/2004/11/10/latar-belakang-hari-pahlawan/”&gt; Firdaus </a> dan

<a href=”http://www.ianto.or.id/2009/11/09/hari-pahlawan-10-nopember-1945//”>Ianto</a&gt;