Oleh :Herpin Dwijayanti

Saat ini, kebetulan saya juga berperan sebagai Human Resource di sebuah Lembaga Pendidikan Bahasa di Bandung yang saya jalankan bersama rekan-rekan. Maka pekerjaan mencari source pengajar dan staf yang berkualitas menjadi hal yang cukup sering saya lakukan. Nah, ini sekadar sharing berdasarkan pengalaman meng-interview maupun di-interview. Ini berlaku baik di pekerjaan, maupun di rekruitasi organisasi dan kepanitiaan.

Berikut ini TIPS ‘n TRIK dalam interview :

1. Orang yang menginterview kita sudah memiliki frame tertentu tentang standar yang memenuhi kualifikasi di posisi yang kita apply. Jadi, yang perlu kita lakukan adalah MENYESUAIKAN DIRI DENGAN FRAME STANDAR BELIAU. Misalnya: mau mendaftar menjadi seksi Acara, maka kita sudah harus memahami karakter umum seorang sie acara itu seperti apa. Tentunya kreatif, cerdas, dan punya pengalaman meng-create acara. Jangan mendaftar menjadi sie acara jika ketika interview yang Anda tampakkan ke si pewawancara adalah karakter seorang pubdok yang ahli desain. Jadi, tidak disarankan bagi Anda untuk melamar menjadi marketing jika jiwa Anda seorang akuntan. Jika ingin melamar menjadi seorang Abang None atau duta muda ASEAN misalnya, kita juga sudah harus memahami seperti apa personal yang dicari dan sebisa mungkin mendekatkan diri kita dengan kualifikasi yang dimaksud.

2. Saat wawancara, Interviewer sebenarnya HANYA ingin melihat PERSONALITY ANDA (tentunya setelah melihat bahwa anda qualified secara keilmuan di bidang yang akan dilamar). Pada dasarnya, kemampuan akademis dan inteligensia Anda biasanya sudah bisa dilihat dari IQ test (biasanya ada dalam rangkaian psikotest) dan juga dari lampiran transkrip nilai, IPK atau ijazah. Namun, mengutip slogan SMA 3 Bandung, sebenarnya knowledge is power BUT CHARACTER IS MORE. Nilai-nilai tersebut hanya ada di atas kertas. Pembuktian kecerdasan Anda tidak hanya dilihat dari IQ di atas kertas saja. Tapi dari kecerdasan Anda saat menjawab pertanyaan. Biasanya orang yang punya kemampuan verbal lebih baik (alias pintar ngomong) akan lebih diuntungkan saat tes interview. Nah, mungkin interviewer ada yang sengaja memberikan kesan garang untuk bisa melihat apakah Anda bisa berada dalam kondisi under pressure (biasanya ini untuk wawancara kerja). Tapi banyak juga yang juga meng-interview dengan sangat ramah. Intinya, ketika Anda bisa memberikan sikap terbaik saat menjawab pertanyaan, terlihat percaya diri, yakin, adaptif, dan berkepribadian menyenangkan (usahakan untuk tetap tersenyum ramah namun profesional), disiplin dan dapat dipercaya, maka Andalah orang yang dicari. Disini sofstkill Anda akan sangat terlihat. Yang bersoftskill baik biasanya akan lebih dipilih dari pada sekadar pintar atau jenius. Karena dalam dunia kerja misalnya, akan sangat dibutuhkan kemampuan kerja sama di lingkungan yang multikultur. Pertanyaan yang biasanya hampir selalu ditanyakan adalah ketika kuliah aktivitasnya apa saja? Bagi saya, sbg interviewer, pertanyaan ini sebenarnya berefek lebih penting pada kesan yang terbentuk dibandingkan ketika melihat lembaran transkrip nilai. Tentu minimal IPK 3,00 akan sangat meningkatkan kepercayaan. Namun kesan yang lebih tinggi akan dipengaruhi oleh aktivitas ekstra yang diikutinya ketika kuliah atau sekolah. Kenapa? Karena ini membuktikan bahwa ia mengembangkan kepribadiannya melalui aktivitas-aktivitas itu. Pengalaman organisasi akan memberikan pengalaman yang banyak dalam menghadapi tantangan dan masalah. Dan dia akan lebih tough dan dewasa dengan masalah-masalah tersebut.

3. Alangkah baiknya kalau Anda sudah memprediksi pertanyaan apa saja yang akan muncul. Saya sering mendapati peserta interview yang dia tidak lancar dalam menjawab pertanyaan, bahkan pada pertanyaan yang mendasar. Misalnya mengapa ingin melamar posisi ini. Hmmm… Pastikan Anda sudah menyiapkan jawaban dari rumah terkait 5W+1H terkait posisi yang Anda lamar. Terlebih jika interview dilakukan dalam bahasa Inggris, maka sebaiknya Anda sudah berlatih di rumah untuk menjawab dalam bahasa Inggris. Dan jangan lupa, berikan jawaban yang tidak standar, sehingga akan terlihat bagaimana kreatif dan cerdasnya Anda.

4. Atur pikiran Anda untuk tetap positif dan optimistis. Yakinlah bahwa Anda adalah orang yang tepat dan memang mereka cari. Sehingga ketika menjawab Anda pun terlihat pantas mendapatkan posisi itu. Pada umumnya, yang membedakan satu peserta dengan peserta lainnya adalah dari TEKAD DAN SEMANGATNYA. Adakalanya saya menemukan beberapa peserta wawancara yang sudah tampak tidak yakin dia akan diterima. Bisa jadi ini karena ada pengalaman masa lalu yang sering ditolak. Padahal yakinlah, interviewer tidak tahu masa lalu Anda.

5. Siapkan sesuatu yang membuktikan kelebihan Anda dibanding yang lain. Misalnya menjawab dalam bahasa Inggris, bahasa Jepang atau bahasa lain. Yang pasti ketika persaingan dalam interview itu sangat ketat, maka Anda harus berani menunjukkan keunggulan Anda. Tentu jika diizinkan oleh interviewer.

6. Jangan sepelekan masalah TEKNIS. Berpakaianlah yang se-proper mungkin. Tunjukkan profesionalitas dan keseriusan Anda melamar di posisi itu dengan penampilan yang paling tepat. Namun tetaplah menjadi diri sendiri. Tidak harus juga jadi berlebihan sehingga membuat diri Anda tidak nyaman. Perhatikan juga artikulasi dalam berbicara dan sikap duduk Anda. Tapi usahakan untuk tetap relaks dan percaya diri.

7. Yang terpenting dari semuanya: Tetap menjadikan Allah sebagai tempat bersandar. Yakinlah bahwa kemudahan dan pertolongan hanyalah dariNya. Maka persiapan ibadah yang baik, misal dengan tahajud terlebih dahulu atau banyak membaca Qur’an akan membantu Anda memiliki jiwa yang lebih tenang saat interview. Dan lebih ikhlas menjalani setiap prosesnya.

Wallahu alam.

Dec 15th, 2009

On d’ corner of WA 1st floor, after jibaku di kereta ekspress yang lagi trouble..

source: http://www.herpinspiration.wordpress.com