oleh Herpin Dwijayanti

Kali ini saya ingin berbagi tentang proses menjalani seleksi beasiswa S2 Monbukagakusho (Kementerian Pendidikan Jepang) melalui program Research Student dan beberapa tips dan trik yang mungkin berguna. Alhamdulillah saat ini saya telah masuk dalam kandidat inti yang merupakan 41 orang di antara 5000-an peserta seleksi. Namun masih menunggu fiksasi proses di Jepang untuk bisa berangkat Oktober tahun 2010 ini. (Mohon doanya ya..=))

MENGAPA JEPANG?
Pergi ke Jepang selama setahun saat SMA dalam program pertukaran pelajar AFS adalah salah satu pengalaman terluar biasa yang saya alami. Sebuah kesan yang sangat baik saya peroleh tentang negeri Jepang. Keindahan alamnya, keteraturan masyarakat dan kotanya, disiplinnya dan fasilitas umum yang begitu nyaman membuat saya terkagum-kagum dengan negara matahari terbit itu. Maka, saya sempat berpikir kapan lagi saya berkesempatan untuk pergi ke sana. Maka, saya memasukkan list Jepang dalam daftar negara yang saya tuju untuk jenjang S2. Sejak awal kuliah saya sudah membuat perencanaan tentang apa saja yang akan saya capai dalam 4 tahun termasuk perencanaan untuk melanjutkan S2. Karena saya sudah berazzam untuk S2 tanpa biaya dari orang tua. Selama beasiswa masih bertebaran dimana-mana maka sangat sayang jika kita tidak mengambil kesempatannya.

TERUS GIMANA?
Prosesnya sederhana, hanya mengikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Googling infonya (FYI : untuk keberangkatan 2011, deadline aplikasi tanggal 12 Mei 2010).
2. Persiapkan persyaratannya meliputi IPK minimal 3, TOEFL 550 atau Bahasa Jepang JLPT level 2, Sertifikat kesehatan, surat rekomendasi dari dosen atau kampus, prestasi pendukung.
3. Mengisi formulir yang tersedia. Tunggu panggilan.

Secara umum ada 3 tahap tes:
1. Seleksi Dokumen
Tahun lalu saya memasukkan aplikasi akhir Mei dan dipanggil untuk tes sekitar bulan Juli. Saat itu saya belum lulus kuliah, tapi untunglah tidak disyaratkan adanya ijazah ketika mendaftar seleksi. Yang penting kita sudah lulus pada bulan April tahun depannya.
2. Tes tulis bahasa Inggris dan Jepang
Selanjutnya adalah tes tulis bahasa Inggris dan Jepang. Peserta boleh mengerjakan keduanya atau minimal bahasa Inggris saja. Jika Anda memahami bahasa Jepang itu akan sangat menjadi poin plus. Jadi, persiapkan bahasa Jepang Anda meski pun masih dasar. Sewaktu SMA kebetulan saya mengantongi sertifikat JLPT level 2 setelah setahun pertukaran, ternyata ini sangat membantu. Tapi tenang saja, banyak di antara kandidat yang mengandalkan kemampuan bahasa Inggrisnya dengan bahasa Jepang seadanya. Enaknya seleksi beasiswa S2 adalah tidak ada tes eksakta seperti fisika atau kalkulus=)
3. Wawancara
Saya diwawancara oleh lima interviewer yang terdiri dari 3 orang Jepang dan 2 orang Indonesia. Pengantarnya bahasa Inggris tapi saya juga menggunakan bahasa Jepang untuk menjawab beberapa pertanyaan (Tapi sebenarnya saya sudah lama sekali tidak menggunakan bahasa Jepang aktif). Apa yang ditanya ketika wawancara? Mereka lebih banyak menanyakan tentang rencana riset kita dan bagaimana beasiswa S2 ini akan terkait dengan goal kita di masa depan. Jadi, kita akan setahun riset dulu baru setelahnya S2 selama dua tahun. Nah, sebetulnya saya tidak sedemikian mempersiapkan riset yang terlalu wow. (Karena saya melihat rekan-rekan yang lain ada yang sudah membawa berkas terkait risetnya). Ketika ditanya riset, saya bermodalkan konsep yang ada di pikiran tanpa dokumen pendukung apapun=) Bahkan, sebenarnya saya baru saja sampai pagi itu di kedutaan Jepang di Jl. Thamrim Jakarta karena baru saja mengikuti PIMNAS di Malang. Tapi saya tetap berangkat dengan santai dan pasrah saja. =)
Saya rencanakan akan meriset tentang e-commerce di Jepang yang sangat maju yang sejalan dengan Tugas Akhir saya. Maka, untunglah saya cukup ingat apa saja bagian dalam tugas akhir yang sedang digarap. Minimal saya menceritakan jurnal-jurnal yang menjadi dasar TA saya dan mengapa topik ini cocok untuk dipelajari di Jepang. Selain itu kita ditanya juga tentang kesiapan kita menghadapi dunia Jepang.
Jangan lupa bahwa kelancaran bahasa Inggris Anda pun akan sangat menentukan performa ketika interview. Disarankan bagi Anda untuk terus melatih bahasa Inggris aktif Anda selama masa kuliah S1. Jika Anda berkemampuan bahasa asing lainnya, itu juga akan sangat menjadi poin plus. (Lebih lengkapnya tentang tips sukses interview, bisa lihat note saya di facebook). Jurusan S2 yang dipilih sebaiknya yang sejalan dengan S1 Anda. S1 saya adalah Teknik Industri dan Saya memilih jurusan S2 Commerce and Management dengan gelar MBA karena berharap ini juga mendukung track saya di jalan entrepreneurship yang saya pilih.
Sebelumnya, saya juga sudah mengontak professor di Jepang via email. Ini juga akan menjadi faktor yang cukup penting. Sebaiknya Anda sudah mengontak professor jauh-jauh hari sebelumnya.

SEBAIKNYA..

  1. Anda memilih jurusan S2 yang sejalan dengan jurusan S1 Anda.
  2. Mempersiapkan bahasa asing Anda sejak dini.
  3. Mempersiapkan track record yang mendukung (misalnya dari segi akademis, prestasi selama kuliah, pengalaman organisasi dan lain-lain).
  4. Sudah mengontak professor terlebih dahulu.
  5. Lengkapi persyaratan sebaik-baiknya.
  6. Tetap berikhtiar dan berdo’a dengan maksimal. Semoga dipertemukan dengan takdir Allah untuk pergi kesana.
  7. Terus berpositive feeling bahkan hingga di saat interview. Yakinlah bahwa prasangka Allah sesuai prasangka hambaNya.
    1. Semoga dimudahkan. Tiada daya dan upaya kecuali karena kehendakNya, maka jalani prosesnya dengan ikhlas dengan menyandarkan semuanya kepadaNya.
      Tuntutlah ilmu hingga ke Negeri Cina.. dari buaian hingga ke liang lahat..
      (jangan lupa ya, deadlinenya 12 Mei 2010)

      Bandung, 9 mei 2010
      @HIKARI bjs office

      Penulis adalah alumni Teknik Industri IT Telkom 2005, lulus Oktober 2009.
      Saat ini beraktivitas sebagai owner dan pengajar di HIKARI LANGUAGE CENTER.

      Advertisements