Sy mendengar langsung begitu panjang cerita yang dipaparkan ustadz itu dari keberangkatan kapal Mavi Marmara, sampai kepulangannya kembali ke tanah air.

Ceritanya, dalam suatu kesempatan, ustadz itu bertemu yg seorang muslim dari Gaza, dan ditanyalah orang itu,”Apakah yg kalian butuhkan, apakah kalian perlu bntuan pasukn?”.

Jawabnya,”jazakallah khoir, Tidak, kami tidak perlu, karena yang disini sj sdh bgtu byk dan masih byk yg ingin djadikn psukn”.
Dalam cerita pak ustadz itu memang ada syarat &ktentuan brlaku klo mau jd pasuknny.

Bertanya lagi pak ustadz,”trus apa yg bisa kita lakukan?”.

Dia menjawab,”jazakallah khoir, kami hanya ingin 2 perkara. Jangan lupakan kami dalam doa anda,dan terus kumpulkan dana utk Plstina”.

Doa emg itu kn sdh kwjbn kita utk mndoakn utk semau saudara2 muslim, min.setelah selesai sholat dan minimal ya,minimal banggett berdoa”Ya Allah selamatkan mereka”. trutama doaknlah utk msjdil Aqso&Plestina. Doa tu bener2 senjata yg pling tajam utk umat muslim.

Dana. Dana itu jgn hanya mengalir ketika ada peristiwa-peristiwa besar aja. PAs ada berita yg heboh, pas ada penyerangan besar2 aja, semuanya spontan kan turun ke jalan,aksi solidaritas dimana mana,galang dana besar-besarannn dan sebagainya lah buat ngumpulin dana, dan seketika itiu banyak bangt dana yg terkumpul dan byk pula yg dikirim kesana.
Tapii berapa hari itu bertahannn,..
itu hanya bertahan 3 atau 4 hari …
habis itu udahhh!!…gak ada lagi..hilang!!, kek udah selesai,,,,lupa!!
Setelah itu mkin sdikit dana yg diberikan ke mreka.

Kata bpknya itu kan, udah taruh aja kotak amal, biar org2 tiap hr infaq, dan qt jangan banyak perhitungn bwt infq, “lah, kmrn kan udah infaq, ngapaen infaq lagi…”

Jangan pernah berhenti,
jangan pernah berhentiiii,
SELAMA MEREKA BELUM MERDEKA, SLAMA MESJID AL AQSO BELUM BEBAS.
Jangan berhentiiiii…….

Sebelum kita bisa sholat berjamaah di masjid itu dgn bebas.
Jangan berhentiii…

Wallahu’alam
Afwan,