Dingin air yang mengalir lembut dari sudut-sudut mataku.
Terpejam.
Seperti ada yang menghujam dalam qolbu yang merindu.
Kupejam lebih erat.
Kurasa cinta itu sudah lama tak kudapat
.
Hatiku tak dapat dipungkiri kini berjalan dalam sepi.
Bersembunyi di balik riang canda, gelak tawa, senyum-senyum ceria.
Seolah aku bangga bisa berkata, aku baik-baik saja.

Air mata ini berkata aku rindu.
Tapi hanya ingin aku dan Allah saja yang tau.
Rinduku yang menghujam dalam.
Selalu kupendam dalam diam.
Ada cinta yang kausebar lewat doa-doa tak terdengar
Ada cinta tanpa kata-kata terhampar meski hambar
Cinta yang kucari sudah berserak.
Bertebar di qolbu jauh tak tersentuh.
Namun harus tetap utuh.
Meski cinta berserak di Borneo nan jauh

Tulisan kerinduan untukmu Abah dan Mama, cinta berserak yang telah begitu lama aku rindu akan perjumpaannya. Terlalu lama. Masih kudengar suara cinta kalian itu sudah cukup. Tak perlu mendengar keluh rinduku.

Aku ingin kau hanya tau aku hanya punya gelak tawa, senyum-senyum ceria.

Akan kujalin cintaku dari sini menjadi hamparan-hamparan permadani yang berujung di singgasana surga, untukmu pah dan Ma….