Bismillahirrrohamnirrohim

Ada seorang dosen berdiri di depan para mahasiswanya. Dengan gayanya yang santai, ia mulai kuliahnya yaitu materi Probabilitas, tapi bukan materi itu yang ia sampaikan di awal untuk mahasiswanya. Dia justru menceritakan tentang penurunan semangat belajar mahasiswa yg baru-baru ini terjadi di Kampus Alala (nama disamarkan), pada pertemuan ke-10 perkuliahan dosen yg mengajar di kampus tersebut mengadakan tes mengenai materi awal-awal kuliah dan hasilnya hanya 25% yang bisa menjawab dengan benar. Ada baiknya setiap pertemuan kita lulus belajar pada pertemuan tersebut agar tidak memberatkan ketika menghadapi ujian akhir.

Saya juga senang dengan mahasiswa berprestasi” tambahnya. “Sekarang saya ingin bertanya, adakah di antara kalian sampai saat ini sudah menghasillkan uang lima juta?” Semua seisi kelas tidak bergeming, agak shock rupanya.”Berapa uang yang kalian habiskan untuk kuliah disini? Berapa untuk uang bulanan? Untuk bayar kos? Sudah habis berapa sampai saat ini?

atau ada yang pernah berpenghasilan dua juta?” Seisi kelas masih membisu. “kalo gak ada 1 juta,deh. Ada nggak?“tetep, tidak ada perubahan, semuanya mungkin merenung dalam diri. Iya juga ya, nggak pernah kepikiran buat nanyain hal sepele kayak gitu ke diri sendiri. Astagfirulloh.

Sadar harus sadar, selama ini cuma nunggu keberuntungan di awal bulan telpon dari abah. “Riz, uangnya sudah dikirim, cek di ATM yaa“. MasyaAllah, sampai kapan hidupku ni jadi beban buat orangtua.

Dosen itu tidak tinggal diam, dia melanjutkan pertanyaannya, “Siapa yang punya hp BlackBerry? atau hp di atas 2jutaan, cung ? “. Jiah, yg punya BB gak pada ngaku. “Berapa uang yang sudah kalian hasilkan dengan hp yang mahal itu? Atau semua yang disini punya laptop kan? Trus, udah berapa banyak uang yang kalian hasilkan dari laptop kalian yang mahal itu? Coba kalian pikirkan usaha agar dapat menghasilkan uang daro laptop anda?’. Jadi langsung inget MLM yang banyak di inet, sistem perdagangan tidak sehat MLM itu. Sangat merasa tersindir berat, mungkin pembawaannya sebagai wirausahawan, jadinya begitu cara dia ngasih motivasi biar jadi mandiri.

Sekarang jadi makin berpikir keras gimana ya cara muter uang itu, biar bisa tambah banyak… Malam-malam sampai gaak bisa tidur.

Jeng jeng jeng. Aku berpikir mau jual setelan abaya, gamis dan jilbab. Untuk mereka yang sudah berpakaian syar’i ikhwan maupun akhwat, masih agak kesulitan mencari pakaian yang sesuai karena mayoritas mereka harus memesan terlebih dulu. Terutama akhwat, kalau deket agak murah, kalau jauh, masyaAllah mahal juga biayanya. Coba besok deh, survei harga yang paling murah, kainnya paling bagus dan syar’i.

Bismillah, dengan usaha yang dirintis dari kecil, insyaAllah bila Allah memudahkan, maka bukan tidak mungkin usaha ini akan menjadi besar. Amin.

So, what about you ?