Gak kerasa ya. Setapak demi setapak langkah ini sudah membawa mencapai pada titik ini, dimana kita berada sekarang. Sudah bukan anak-anak lagi ternyata. Mulai paham apa-apa yang dulu sama sekali tak dipahami. Tapi, pengennya masih tetep anak-anak, seperti abah dan mama juga masih mengganggap begitu sampai saat ini.

Kalau sudah tiba masanya ada seseorang yang membawaku pergi. Gimana ya. Orang itu asing, orang itu gak aku kenal sebelumnya, tiba-tiba datang. Gimana ya. Tenang kan, ta’aruf dulu. Berapa lama sih ta’aruf yang diperbolehkan sampai masanya khitbah? Dan berapa lama khitbah yang diperbolehkan sampai masanya akad nikah?

Semua ilmu untuk menuju ke tahap itu harus disiapkan. Karena menggenapkan setengah dien, tentu bukan perkara yang gampang. Bukan untuk ibadah saja. Ada amanah dakwah yang juga dibebankan, terutama untukmu para da’i.

Semoga Allah memudahkan urusan kita.