Opt-in merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh seorang pengirim email kepada orang-orang yang menginginkannya saja.

Jadi ada, suatu database client atau calon client anda yang memang sudah manyatakan bersedia menerima informasi dari Anda. Tandanya mereka bersedia adalah mereka dengan suka rela masuk sendiri ke dalam database anda tersebut.[1]

Opt-Out artinya erupakan suatu tindakan yang merugikan orang lain dimana kejahatan yang terjadi berupa pengiriman email kepada si penerima yang dilakukan secara terus menerus.

Orang-orang yang ada dalam database anda tadi boleh juga berhenti (keluar dari database) kapan saja mereka mau, bebas.[1]

Cyber Stalk merupakan sebuah aksi memata-matai atau menguntit privasi pengguna internet melalui teknologi termasuk komputer, ponsel,kamera dan teknologi lainnya

Untuk melecehkan seseorang, sekelompok orang, atau organisasi dengan tuduhan palsu, pemantauan, membuat ancaman, pencurian identitas, kerusakan pada data, atau mengumpulkan informasi dalam rangka untuk melecehkan. Mereka dapat mengirim pesan buruk pada orang atau menyebarkan kebohongan tentang mereka kepada orang lain.[2][3]

Cybersquatting merupakan kegiatan yang dilakukan dalam pembelian suatu domain di Internet, dimana domain tersebut memiliki penulisan yang mirip dengan nama perusahaan, nama orang, nama produk dll, dan kemudian sang pembeli domain tersebut menjualnya dengan harga tinggi kepada mereka yang berkaitan dengan nama domain tersebut. Kadangkala Cybersquatting ini diartikan juga sebagai calo.

Kknown as “domain squatting,” is a practice that has gained an incredible amount of volume in the past two decades with the rise of the Internet. Cybersquatting is essentially when any individual purchases a domain name that is not related to their business or personal interests with the intention of achieving financial gain through the popularity of the domain’s name.[4]

Cyberterrorism adalah serangan, terencana bermotif politik terhadap informasi, sistem komputer, program komputer, dan data yang mengakibatkan kekerasan terhadap target yang dilakukan oleh kelompok sub nasional atau agen rahasia.[5]

Hacktivism adalah tindakan hacking, atau membobol sistem komputer, untuk tujuan politik atau motivasi sosial . Individu yang melakukan suatu tindakan hacktivism dikatakan hacktivist.
Hacktivist menggunakan alat yang sama dan teknik sebagai seorang hacker, tetapi tidak jadi untuk mengganggu layanan dan membawa perhatian pada suatu alasan politik atau sosial. Sebagai contoh, orang mungkin meninggalkan pesan sangat terlihat di halaman rumah seorang situs Web yang mendapat banyak lalu lintas atau yang mewujudkan point-of-view yang sedang menentang. Atau orang mungkin meluncurkan serangan denial-of-service untuk mengganggu lalu lintas ke situs tertentu.[6]

Hate Speech merupakan tindakan atau kata-kata yang menggambarkan kebencian kita terhadap suatu badan usaha/ perseorangan di depan orang banyak, atau media demi untuk menjatuhkan nama badan usaha/ perseorangan tersebut.[7]

Denial of Service (DoS) Jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh computer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar.

Ini termasuk serangan di Internet yang termasuk cukup ditakuti karena akan menyebabkan mesin / server tidak bisa beroperasi sama sekali tidak bisa memberikan servis.

Beberapa teknik telak yang sering digunakan, antara lain adalah: Ping of Death.
• Teardrop.
• SYN Attack
• Land Attack
• Smurf Attack
• UDP Flood
[8]

Honeypot adalah suatu cara untuk menjebak atau menangkal usaha-usaha penggunaan tak terotorisasi, dalam sebuah sistem informasi.[9] Honeypot merupakan pengalih perhatian hacker, agar ia seolah-olah berhasil menjebol dan mengambil data dari sebuah jaringan, padahal sesungguhnya data tersebut tidak penting dan lokasi tersebut sudah terisolir. Si hacker tidak bisa kemana-mana.[10]

Controlling the Assault of Non-Solicited Pornography and Marketing Act (CAN-SPAM) adalah tindakan SPAM yang mendefinisikan terhadap email massal yang tidak diminta (Bulk Email).

Tetapi bulk email bukanlah spam atau email yang tidak kita kehendaki, jadi untuk mendifinisikan SPAM sesuai dengan ketentuan CANSPAM Act. Yaitu email yang dikirim melakukan tindakan diantara kuduanya Bulk dan tidak diminta.
Undang-undang CANSPAM dibuat untuk bisnis ilegal yang mengirim email marketing masal kepada seseorang yang tidak setuju / mau untuk menerima mereka. Dan diperlukan kesepakatan sebelumnya dengan user.[11]

SUMBER :

[1] Bincang Bisnis
[2] Wikipedia
[3] Wikipedia Simple
[4] Cybersquatting
[5] Nginep aja
{6] Search Security
[7] Jilian Cyork
[8] Ensiklopedia Serangan Denial of Service
[9] Wikipedia Honeypot
[10] Honeypot
[11] Apa dan Bagaimana Antara kita dan Email?