Bid’atin Dholalaah Wa Kullu Dholalaatin Finnar.
Setiap Bid’ah sesat, dan setiap kesesatan ada di neraka.

Bid’ah muncul dari orang yang gak mapan ilmunya, entah gak mapan karena ga punya ilmunya atau karena gak mau mengamalkan. Orang-orang yang mengamalkan bid’ah disebabkan mereka bodoh masalah agama. Ditambah lagi ada nafsu yang berbicara. Bagaimana lagi kalau ditambah lagi ada syuhbat yang dia anggap itu dalil. Maka dari itu mengobati ahlul bid’ah itu paling sulit. Kenapa? Ada tiga penyakit dasar disana:

  1. Bodoh tentang ilmu agama
  2. Nafsu yang menjadi juru bicara
  3. Ia beranggapan punya dalil (yang membenarkan. red)

Tiga penyakit ini yang menutup akal sehat mereka untuk kembali Sunnah. Dia anggap dia punya dalil. Dia anggap Al Qur’an itu cukup di baca demikian rupa tanpa perlu dibaca tafsirnya, tanpa perlu dibaca hadistnya.

Padahal dia bodoh, nafsu yang bicara, dan beranggapan di atas kebenaran. Maka berbicara dengan ahlul bid’ah itulah perkara yang paling sulit, karena mereka dalam hadist Rasulullaah dikatakan sudah terkena penyakit anjing gila. Itu Rasulullah yang berkata.
Kalau manusia sudah terkena penyakit anjing gila, sulit sembuh, sebab kalau kita terkena penyakit anjing gilang di setiap sendi itu masuk semua racunnya, maka sulit untuk mengobatinya. Begitu pula kondisi bid’ah, setiap sendi, pikiran, dan otaknya sudah dijangkiti oleh tiga perkara tadi, kebodohan masalah agama, nafsu yang berbicara, dan anggapan ia berada di atas kebenaran.
Maka perlu dibenahi satu persatu. Pertama sadarkan kalau dia bodoh. Dudukkan dulu dia, sadarkan dulu dia, kalau dia bodoh. Kemudian baru kita masuki kepada dia, kalau nafsu itu di bawah daripada dalil agama. Jangan bicara dengan nafsu. Kemudian, baru jabarkan kepada dia ilmu ang sebenarnya. Kalau langsung jabarkan ilmu, belum menyadarkan dia di atas kebodohannya, jangan harap kita bisa menunjukki dia kepada jalan kebenaran.

Demikianlah sehingga Allaah menghalangi ahlul bid’ah itu taubat. Dalam hadist shahih, dijelaskan oleh Rasulullah,”Inallah itadzabattaubata’ anshohibikullli bid’ah”. Allah menutupi taubat dari semua ahlul bid’ah.
Bukan berarti menutupi total, tapi seringnya sulit taubat, itu kata ulama. Bukan berarti pintu taubat tertutup untuk mereka.Ulama memberi syarah daripada hadist artinya sulit taubat. Disebabkan dari tiga penyakitnya tadi sudah berlipat-lipat di benak mereka. Maka bid’ah terus menjalar kepada pelakunya. Sebagaimana menjalarnya anjing gila kepada orang yang terkena penyakit itu, sehingga sulit untuk menyembuhkan dan menyadarkannya. Tentu akan bisa dengan ijin Allah Subhanahu wata’ala.

*

Itulah point utama bahwa bid’ah tidak dapat dicocokan dengan ijtihad yang salah. Bid’ah jauh di sisi sana, dan ijtihad yang salah jauh di sisi sana.
Kalau bid’ah sesat, kalau ijtihad satu pahala, tidak ada dosa. Maka tidak bisa didudukkan, disamakan kedua-duanya.

“Apabila seorang hakim akan memutuskan perkara, lalu ia
melakukan ijtihad, kemudian ijtihadnya benar, maka ia
memperoleh dua pahala (pahala ijtihad dan pahala
kebenarannya). Jika hakim akan memutuskan perkara, dan ia
berijtihad, kemudian hasil ijtihadnya salah, maka ia
mendapat satu pahala (pahala ijtihadnya).” (Riwayat Bukhari
Muslim).

Lihat surat firman Allah dalah surat Al Qoshosh : 50

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
QS. al-Qashash (28) : 50

Allah menyampaikan siapa orang yang paling sesat, tidak mendapat petunjuk dari Allah. Allah tidak mengatakan dia telah sesat. Tapi Allah bertanya kepada kita ada atau tidak yang lebih sesat dibanding orang yang menuruti nafsu tanpa ilmu? Kira-kira lebih keras mana pertanyaannya di bandingkan berkata “telah sesat”. Karena memang tidak ada yang lebih sesat daripada bid’ah.

Adapun bid’ah jelas di vonis oleh Allah tidak ada yang paling sesat di banding dengan itu. Menuruti nafsu tanpa ilmu.

(Ust. Muhammad Faishal – 16.Bantahan “‘Bid’ah Adalah Ijtihad Salah yang Boleh Diamalkan” )

Masih terlalu banyak Sunnah yang bisa kau laksanakan semua.

Kenapa masih juga kaubela bid’ah.

 

 

Tolong, kembalilah ke jalan yang diridhoi Allah ta’ala

“..Kami ingin kalian masuk jannah, sebagaimana diri kami juga menginginkan untuk diri kami masuk jannah. Kami tidak rela untuk kalian kesesatan, sebagaimana tidak rela untuk kami sendiri..”

Ustadz Luqman

 

~Allahul Musta’an~

Semoga Allah memudahkan langkahmu sahabat-sahabatku..

ana uhibbukum fillah…

~terharu~