Bismillah.  Sudahkah  catatan sebelumnya? Cerita tentang Aku adalah seorang madu. InsyaAllaah catatan indah yang penuh ibroh. Di tulis oleh sahabatku bernama ✿.。.:*Salma *.:。.✿”. Sekarang adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya.

Di bawah ini di ambil dari notes teman ana yang ana sebarkan atas ijin beliau dengan harapan semoga menjadi ibroh yang dipetik. Allahuma Amin.

~Maduku, Bidadari Dunia~

Bismillah…

Kembali kutulis kisahku dengan harapan ada ibroh di dalamnya…

Ia begitu anggun, begitu tenang saat menyaksikan suaminya menikahiku…tak ada air mata apalagi amarah…yang ada justru senyum manis & canda yg dia lontarkan padaku…

Di malam pengantinku, dia mendatangiku, menyiapkan diriku untuk suaminya, tingkah lakunya begitu membuat heran keluarga & para tamu, ” Wanita apakah ini, apakah ada dlm hatinya sakit hati ?”
Jawabnya adalah, TIDAK, dialah yg menginginkan suaminya untuk menikah lagi entah karna alasan apa aku tak tahu.

Di hari ke 4, tatkala suami kami mendatanginya, dengan lembut dia katakan, ” Abah, seminggu ini hari ana, ana hibahkan untuk Salma, agar dia bisa lebih dekat dengan abah dan bisa belajar melayani abah dengan baik dan ana hadiahkan kun~yah untuk Salma dengan nama putra terkecil kita…ummu abdirrozaq”…

Subhanalloh, kalimat ini membuatku semakin merasa kecil dihadapannya, maka dengan tegas kukatakan, ” Afwan kak, bukan ana menolak, tp dalam diri suami kita ada haq anak2 jg, jazaakillah khoir.”

Subhanalloh. Mampukah kita menjadi sepertinya….yang mampu mengesampingkan ego kewanitaannya demi melihat wajah ALLAH…

Wahai bidadari dunia, wahai maduku, semoga Alloh mencintaimu, krn engkau telah mencintaiku karena~Nya
Semoga apa yang aku tulis ini bisa diambil ibroh oleh teman~temanku

Baarokallohu fiik…
~✿Salma Ummu Abdirrozaq✿~

Ini adalah ta’adud yang sering dimaknai secara serampangan oleh orang-orang yang tidak paham agama.
Tapi digambar begitu oleh hambaNya yang mencintai syariat Allaah.
Perkara suka atau ga suka itu perkara lain, tapi jangan lupa ta’adud ini disyariatkan oleh agama.
Jika memang belum mampu menjalankan syari’at taaddud, janganlah mencelanya , dan mencela pelakunya, berhati-hatilah terhadap akibat ucapanmu, yang bisa membatalkan keislamanmu. naudzubillah

Jalan yang benar disalahkan dan yang salah dibenar-benarkan.
Begitulah polesan syaithon.
Jalan ke jahannam akan selalu dibuat nampak indah. Jalan ke surga jadi makin payah.

Dan benar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya, “Sesungguhnya Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka thuuba (beruntunglah) orang-orang yang asing” (HR Muslim).

Untuk dapat beragama yang benar, Islam yang benar. Wajib bagi setiap muslim untuk mencari ilmu syar’i, ilmu yang berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai bimbingan Salaful Ummah. Selain itu, kita sangat dianjurkan untuk berteman dengan orang yang baik. Teman bergaul dan lingkungan yang Islami, sungguh sangat mendukung seseorang menjadi lebih baik dan bisa terus istiqomah. Sebelumnya bisa jadi malas-malasan. Namun karena melihat temannya tidak sering tidur pagi, ia pun rajin. Sebelumnya menyentuh al Qur’an pun tidak. Namun karena melihat temannya begitu rajin tilawah Al Qur’an, ia pun tertular rajinnya.

Sebagaimana pula Allah juga memerintahkan agar selalu bersama dengan orang-orang yang baik. Allah Ta’ala berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur).” (QS. At Taubah: 119).

Wallahu a’lam bishawab. Jazakumullahu khoiron wa barakallahu fiyk…
Bila orang yang mengikuti petunjuk AlQur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman yang benar itu mereka sebut asing. Biarlah mereka sebut aku asing.