Liat jam yg di hape. “Wuih udah jam 22.30“. Capek benerr deh ngurusin si ling~ling.
Hyaaaaayyyy…” itu kedengerannya seperti teriakan Ling~Ling.(kecapean kali ya).
Ahh, bukan-bukan tepatnya itu suara Ling~ling kelaparan, bukan itu suara perut Sponge-Bob yang kelaparan karena menunggu hadiah kesukaannya.
Makin ngaco, tepatnya yang laper tu aku,”Aku laper, mama“.

Yang bener aja, dari sekitar jam 5 sore, install driver (gagal-karena kena virus), trus download drivernya (kena virus lagi), trus di download-in sama kak acong (dengan model yg beda dan aku gak mudeng).
Sambil nunggu downloadnya aja, aku sempet masak nasi dulu tadi. Maklum lagi belajar jadi (calon) istri yang baik dulu (semoga ga ada yg sensi pas baca ini).

Trus sempet makan pulak, sempet balik liat downloadnya. Trus sempet duduk di teras lante 2. Liat Masjid dari lante 2, meski yang kliatan cuma loteng-loteng rumah tetangga, loteng sekolah dan pohon rambutan yang gak buah-buah. Segitu-gitu aja, pohonnya, sempet kembang tapi gak buah juga.

Nah, lho, sempet moto awan juga bentuknya lope-lope. (ada di hape masih)

Jadi inget sama mbak…(mmm lupa namanya) sama mbak Yuni. O iya mbak Darsih. Seangkatan sekolahnya, tapi beda sekolah dan tinggal serumah. Sekarang, mereka dimana yak. Terakhir denger-denger mau nikah sama orang Batam, mau Nikah di Batam. Dulu kita malam-malam sukak duduk di teras, liat Bintang-bintang, sambil makan-makan. Trus sibuk ngomongin Dadang (anak tetangga.hag hag hag. Dulu kan masih jahil-baca : bodoh, belum ngaji).

Heran,deh. Kenapa hari ini banyak yang girang :

  1. Kak Barim. Hebooh deh ngajarnya. Ngajar praktikum Statistika jam 2 . “Naaaaaahhhh… (ini bagian yg agak heboh, diucapkan dengan keras, nada naik, sampe 8 oktaf kayaknya. haha -ampun,kak-), ketika nilai R ini positif, jadi Y berbanding lurus dengan X” potongan kalimat kak Barim pas jelasin Regresi dan Korelasi . Onis yang duduk di sebelahku sampe bilang,”Biasa aja napa, pak“. Aku cuma senyum-senyum aja (dalam hati), “Habis gajian kayaknya…”. Haha.
  2. Pekerja pabrik yang baru pulang kerja. Kadang-kadang jadi tukang bubur. Terobsesi jadi satpam (bawa pentung, haha). Tiba-tiba menjelma di hape ku dan bilang,”Alhamdulillah, hari ini masih bisa bersemangat…
  3. Mb Ana. Bolak-balik dia sms. Yang ini girang pulsa. Tepatnya minta tolong ngerjain tugas bahasa Inggris.
  4. Kanuna. Girang nonton pilem Korea terbaru. Whuhuw.
  5. Ling~Ling.  Dia yang paling girang rasa-rasanya. Girang diinstal ulang. Dari malam Senin, Sampe malem Selasa, udah beberapa kali instal ulang dan baru beres. Whiw. Data di D dan E harus di treatment pulak. Yhew.Kata si Kim, nama Ling~Ling aneh (iya kah?). Yaudah aku ganti nama Heri aja, terinspirasi dari nama Hera (nama aslinya Kim). A-nya aku ganti jadi I. Haghgahghaaa, awaasss timpukkkk (kabuurrrr….).

Biarlah mereka girang-girang syalala. Aku sudah mengambil keputusan yang (lumayan) penting hari ini. Aku gak nangis. Cuma aku merasa mataku nyaris penuh dengan air yang siap meluber. Kutarik  nafas dalam-dalam, aku berkedip pelan. Aku merasa ada yang menetes sebutir. Aku berulang kali tarik nafas panjang. Bismillah. InsyaAllah ini keputusan terbaik untuk hidupku dan agamaku. Walau aku sadar, aku sok tegar. Tapi, aku orang yang kuat. Dari dulu aku percaya itu dan aku gak akan nangis. Otakku penuh dengan pikiran-pikiranku sendiri. Aku pengen memeluk seseorang dan menangis (but there is no one here). “Apa iya ini keputusan terbaik?“, “Terlalu lama lebih bahaya“, “Kalau lama itu wajar, banyak yang lain juga begitu…” ,  “Ini terlalu lama, Januari, Februari,….Mei…..Oktober,November“….

Jam 2, pas aku harus secepetnya pergi ke kampus. Aku gak akan inget masalah ini. Ini bukan masalah besar. Ini akan jadi masalah, kalau aku berfikir ini adalah masalah. Okeh. Everything gonna be ok. Huff, zero no no no no. Ternyata sulit untuk tidak berfikir. Heu. Kuliah udah nyaris selesai (sekitar jam 3:30 sore). Ada sms yang masuk, kali ini aku mood untuk bacanya sampe selesai :

Bismillah..

Sesungguhnya Di ayang mengujimu dengan sedikit masalah adalah Dia yang selama ini membanjirimu dengan lautan nikmat…

Berbaik sangkalah padaNya..

Jika saat ini beban yang di pikul begitu memberatkan punggungmu…

Maka berbahagialah..

karena Dia telah percaya punggungmu akan kuat memikulnya…

Jika saat ini harapanmu belum terwujud…

Maka berbahagialah

Karena Dia telah percaya kamu tak akan lelah berjuang dan berpasrah padaNya

Satu hal yang harus diyakini…

Dia tidak akan pernah memberikan ujian yang tak mampu kita lalui…

Jadi apapun yang kita hadapi saat ini, itu semata karena kita mampu menjalaninya…

Tetap kuat dan semangatt ya..!!

Jazakillahu khoiron, Habibah yang udah ngirimin ini. Aku seneng banget. Yheeeeey.
Dua orang ituh, punya nama kun~yah sama, pernah sms dg kata” yang sama, nanti apa lagi ?

Besok ? Besok kabarnya akan ada aksi di kampus. Selalu saja ada alasan untuk turun ke jalan (pelataran) kampus. Aku masih asyik nulis di kertasku, si Eci, Onis, sibuk ngomongin kampus yang mengalami masa “keanehan”.  Kata Echi,”Besok kumpul di Bunderan Kampus.”Besok ada aksi ci?” tanyaku kurang yakin dengan apa yang kudengar. “Iya besok aksi, kumpul di bunderan.  “Owh” aku langsung terdiam. Mungkin besok pagi aku akan ke kampus dengan suasana berbeda. Mungkin besok pagi aku ke rumah Lisna dulu.

Entahlah. Pertanda macam apa lagi ini. Mataku tiba-tiba pengen tepejam.
So long and Good Night.