Setiap orang punya cerita. Untuk yang sekampus sama aku, mungkin masalah kita sama, sedang berjuang menghadapi UAS, mengejar target nilai. Tapi setiap orang punya masalah yang berbeda-beda.

Hari ini aku UAS untuk mata kuliah ITPM atau IT Project Management atau Manajemen Proyek Teknologi Informasi. Meskipun aku dan temen sekelasku menghadapi mata kuliah yang sama, tapi berbeda orang, beda juga masalahnya. Ada temen aku yang menganggapnya gampang, ada juga yang menganggapnya sulit, padahal dia juga ingin ingin dapat nilai terbaik untuk mata kuliah ini. Jadilah ini sebuah masalah yang harus segera dia selesaikan. Bagaimana caranya agar dia bisa dapat hasil yang maksimal dan untuk itu dia punya berbagai cara untuk menghadapi masalahnya tersebut.

Tidak akan pernah ada masalah, selama kita tidak menganggap itu masalah. Oleh karena itu, setiap orang punya reaksi yang berbeda-beda meskipun dihadapkan masalah yang sama.

Oke. Aku UAS. Qodarullah, hari ini juga bertepatan dengan tes teknikal yang di adakan perusahaan yang aku lamar beberapa hari lalu. Agak unique ya, kemarin sore aku dapat informasi tes ini via SMS. Biasa aja sih, cuma beda aja. Bunyinya :

Selamat Sore, saya Nova dari PT ****s ***a ****i ingin menginformasikan bhw Sdr bsk akan menerima Tes Technical u/ seleksi Programmer dari kami.Oleh krn itu, jgn lupa untuk mengecek email Sdr. Trm Ksh.

Memanglah ya, kalau memang bisa mudah dengan sms kenapa harus ribut telpon” segala.

Dari kemarin sore aku nunggu e-mail itu, aku kira e-mail aku kelewatan atau alamat emailku terlalu panjang dan ada kemungkinan “salah ketik” jadi sampe paginya aku gak dapat e-mail itu. Masa iya, e-mailnya error jadi ga bisa nerima e-mail masuk atau e-mailnya sudah dikirim, tapi lagi pending.

Aku udah siap-siap langsung datang ke perusahaannya itu, niatnya sih pengen nanya langsung. Udah mau pinjem motor Dimas, temen se-kos. Meski namanya Dimas, dia cewek lhooo.  Tapi, ku-urungkan niat dan aku berubah pikiran. Jadinya aku kirim e-mail aja. Eh, ternyata mbaknya sms intinya,”Tar dikonfirmasi deh kalo dah dikirim“. Dari awal harusnya mbaknya bilang begitu, biar gak pada bingung.

Ini mengajarkan : Bersabarlah..

ITPM said, “Komunikasi yang efektif penting selama proyek berlangsung

Oke, aku melanjutkan belajar ITPM dan ketiduran…dan bangun saat ujian 1,5 jam lagi. *Hadeuh..*. Di saat orang panik, bisa-bisanya aku tidur. *hahayy*

Ini mengajarkan :  Ubah kebiasaanmu. Sepertinya saya harus belajar di teras lantai 2.

ITPM said, “Perlu strategi untuk manajemen kualitas proyek

Oke saat ujian tinggal 15 menit, waktu mau berangkat ke kampus, aku dapet sms dari perusahaannya itu. “Info tes teknikal sudah dikirim ke e-mail anda“. Laptop yang sudah standby buru-buru kuhidupkan. O, ternyata ini remote test yang kupertanyakan dari kemarin. Metode penerimaan staf dengan cara tes teknis jarak jauh dengan diberi studi kasus dan diselesaikan dalam waktu yang ditentukan.  Jarak jauh?

Iya, jarak jauh, Jadi di e-mailku itu ada attachment studi kasus dan soal yang musti aku kerjain. Ada soal Tahap 1 dan Tahap 2, diberi waktu ujian jam 14.00-18.00, paling lambat jam 19.00 harus sudah dikirim e-mail mereka. Wuih. Karena panik mau berangkat UAS, dah mepet waktu. Jadi saya baca sekilas instruction-nya. Dan langsung kabur ke kampus. Ngerjain soal UAS pun, agak-agak gak konsen dan setengah buru-buru. Ternyata ada materi yang keluar di soal, tapi saya belum baca.

Ini mengajarkan : Meskipun skimming, baca semua materi yang diujikan.

ITPM said, “Semangat untuk kesuksesan tim, semangat untuk kesuksesan proyek“.

Okelah bismillah, biidznillah, akhirnya bisa selesai (sekitar) jam 3.20 pm. Alhamdulillah, saya langsung keluar kampus, mampir dulu ke ATM dan cepet-cepet telpon telem buat minta tolong  instalin linux. Karena requirement pengerjaannya musti bisa running di LINUX, meskipun waktu development bisa di OS apa aja.  Heeuuu, panik mania, karena saya belum belajar Linux lagi, mengingat terakhir gagal instal ulang dual OS.

Ini mengajarkan :  Belajar LINUX pentung banget lhooh…Eh, maksudnya pentiiiing,.

Oke, a view minutes later, aku mengantarkan di Ling~Ling berangkat ke tempat services untuk di buat instal LINUX and friends.  Karena bukan hanya LINUX aja ternyata harus instal, perlu juga Apache2.2, PHP 5.2, MySQL 5.1. Dan saya selama ini saya terlalu setia dengan XAMPP.

Ini mengajarkan : Advance more, please. Minimal sekedar tau~lah versi-versi terbarunya, reviews of product~nya. *jangan-cupu*. Tinggal googling ini kan.

ITPM said, “Komitmen pada kualitas

Nah lho, jam 03.00 pm saya baru mulai mengantarkan Ling~ling untuk instalasi. Baru kepikiran kan, harusnya aku minta tolong instal pas sebelum ke kampus jam stengah 2 tadi. *sigh*. Tapi gimana lho, email datang jam 13.20, aku mulai UAS jam 13.30, pas nyampe kampus jam 13.35.

Ini mengajarkan : Tetap berfikir dingin dan solutif di saat-saat genting.

ITPM said, “Saat kalang kabut, kepala tetap dingin, emosi terkendali, berpikir jelas, dan bertindak cepat. Tangani proyek besar seolah-olah proyek kecil“.

Qodarullah, pas instal juga banyak kendalanya. Aku sih memantau lewat sms. VMWare gak kuat katanya. Mau instal dual OS, ribet. Padahal udah sekitar jam 16.40. Emang gak ada yang bisa kukerjain, selain bantu do’a. Makan sore (baca : makan siang yang terlambat). Sambil nunggu Ling~Ling, aku telpon-telpon, sms-sms, makan-makan…Lah, gimana, semuanya di telponin, Mama, Adek, Ibu Pur, Mbak Indi, Kakek, terus sama Kim juga. Padahal tiaap hari chatting sama dia. Nah lhooo…progres Ling~ling sampe sekarang, jam 17.00 setelah dikabarkan blue Screen akhirnya pindah ke pake Virtual Box yang kabarnya lebih ringan dari VMWare. Oke, sepertinya yang ini lumayan lancar…

Ini mengajarkan : Upgrade RAM laptopmu, Riz. Minimal jadi 1GB lah. Belilah di Ahmad Yani. (entah daerah mana itu).

Oke. Mulai instal Apache, My SQL,. Sambil nunggu finishing, aku telpon korban terakhir si Wita,*Hahaaayyyy*.

Ini mengajarkan : Telpon-telponan itu mengasyikan. Lebih mengasyikan kalau gratisan. Huhuhuhu *muaauu-nyuaaa*

ITPM said, “Sukak-sukakmu laaahhhh“. *hahaaayyyy*

Nah, jam 18.05 jemput Ling~Ling, dia tampak beda (sepertinya ini hanya perasaanku saja). Bisa dipastikan, sangat-sangat bisa dipastikan aku gak akan lolos remote test. Lha wong, gak ngerjain. Aku menyerah untuk yang satu ini. Meskipun paling lambat dikumpulkan jam 19.00, aku sudah mengibarkan “Bendera Putih” dari jam 17.00.

Hari ini mengajarkan : Kegagalan itu sama sekali bukan STATUS. Kegagalan itu hanya sebuah proses, proses dimana aku belum menemukan cara yang tepat untuk mendapatkan KESUKSESAN.

KEGAGALAN hari ini telah memberiku kesempatan untuk belajar lebih baik lagi untuk menghadapi ujian selanjutnya.

Kegagalan itu ada, bukan untuk disesali, tapi sebagai batu pijakan dan juga sebagai pilihan kita akan menyerah dengan kondisi ini atau kita terus berjuang untuk menyambut KESUKSESAN yang belum kita dapatkan saat ini.

Matkul ITPM mengajarkan saya untuk selalu “Optimis di awal” dan mengatur strategi agar “Tidak kelabakan di akhir” agar bisa “merayakan kesuksesan”.

Sekian, mata kuliah ITPM atau Manajemen Proyek IT benar-benar terangkum dalam cerita hari ini. meskipun mata kuliah ini dibuat untuk pengembangan software, tapi bisa juga membantu kita untuk mencapai proyek-proyek (target) dalam hidup kita :

  1. Rencanakan betul-betul semua yang akan menjadi pekerjaan/ target (tujuan hidup kita)
  2. Persiapkan apa saja (skill atau knowledge) yang kita butuhkan untuk mendapatkannya
  3. Buatkan hasil capaian yang kita inginkan
  4. Kebanyakan orang “Optimis di awal, tapi kelabakan di akhir”. Jadi, siapkan strategi untuk mengerjakannya.
  5. Kalau pekerjaan banyak tulis semua di “Pusat Informasi Perang“.
  6. Buat simbol-simbol status pekerjaan, merah “sudah dimulai” dan hijau “sudah selesai”.
  7. Ingat! 98% itu belum selesai, tapi selesaikan hingga 105%.

Sekian. Semoga bermanfaat.

Kegagalan hari ini telah mengajarkan “Perjuanganmu tdk akan pernah sia-sia, meskipun hanya menyisakan cerita tentang bagaimana kamu melakukan perjuangan ini.”

Semoga lebih sukses di kompetisi mendatang !

Di tulis, di sela-sela belajar Ketrampilan Berkomunikasi. Do’akan aku ya, mumoga dimudahkan dan dapat hasil yang terbaik.

Yasarallahu umurakum.

Bandung, 28 Januari 2010.
Rizka ” ‘Afifah Ghaisani” F.

NB :
Jazakumullahu khoiron kawan” yg menyemangati, lewat FB, sms, telpon,dari seluruh nusantara.
Maaf, a ipv6-lover jd repot, tapi gara” anda cerita ini ada.