Bismillaah

Walhamdulillah, sampai di hari kedua Romadhon 1432 H (2 Agustus 2011).
Membahagiakan… dan atas kemurahan Allaah jalla wa’ala tak ada keberatan hati kami menjalankan ibadah yang mulia ini.

Bulan ini memang penuh berkah, bukan hanya berkah berupa pahala yang luar biasa dilipat gandakan. Tapi berkah kasih sayang sesama makhluk juga semakin indah dirasakan. Berkah bulan hanya berupa uang, tapi juga makanan sahur yang penuh gizi, walhamdulillah udah dua hari ini selalu hadir di kamar kos, semoga Allaah memberi balasan dengan sebaik-baik balasan. (Aa,miin).Selain memudahkan kami (yang ga musti repot-repot masak makanan) itu juga sebanding lurus dengan misi kami ( tolong digaris bawahi, di underline, and di bold)   menjadi anak kosan yang hemat jaya…  Xixixixixixi.

Tapi ga usah khawatir lah, setiap anak itu punya rezekinya masing-masing. Anak yang lahir ke dunia gak akan ngambil jatah rezeki orang tuanya (SERIUS).  Jadi santai saja lah ya…

O iya, kita mau cerita insiden. Kenapa di cerita’in di blog ? Karena ada yang bilang ,”Kalo curhat di blog aja ya“. Klo di status FB atau di Twit, itu tempat menulis kreatif dan berkualitas. Jadi bener, kalo curhat di blog aja, bisa nulis suka-suka, semua yang kamu rasa, mau panjang kali lebar kali tinggi juga boleh. Hehehehehe…..

Insiden enaknya terjadi setelah sahur, setelah air wudhu sempurna membasahi anggota-anggota wudhu, dan setelah semua alas sholat di gelar rapih bersiap menyambut sujud-sujud panjang.
Walhamdulillah, Allaah memberi kemudahan untuk kami masih mendengarkan indahnya adzan di negeri muslimin Indonesia ini…
Itu lah adzan shubuh yang berkumandang dari masjid-masjid yang kokoh berdiri di negeri muslimin ini dengan bebas…
Atas kemurahan Allaah…

Sholat qobliyah selesai, di sambung dengan sholat Shubuh dengan suasana penuh kedamaian…
Rokaat pertama, berlalu… disambung dengan rokaat kedua…. sudah selesai salam…. walhamdulillaah, selesai/

Masih duduk rapih, tiba-tiba, “BLUUUUKKKK…..”. Kasurnya dekWind dengan tanpa dosa jatuh pas di atas kepala….. “Huaaaaa….
Dek Wind ngirain aku yang ngerjain… Padahal aku kan masih duduk manis di sebelah dia… “Huhuhuhu,… asyik ketiban kasur….” (hehehehehe…..)
Di saat-saat genting seperti ini husnudzon juga harus penting, termasuk saat abis ketiban kasur. Qeqeqeqeqeqeqeqe… Ooopps.. *straight-face*
Untungnya kasurnya empuk, jadinya enak… Hehehhehehe…..