Sebagai remaja muslim masa kini, masa dimana yang berbuat kemaksiatan lebih berani daripada yang berbuat kebaikan. Masa dimana yang mengamalkan amalan “yang di buat-buat (bid’ah)” lebih berani terang-terangan daripada yang mengamalkan amalan “yang benar-benar diajarkan Rasulullaah (sunnah)”. Karena yang mengamalkan sunnah tinggal sedikit, sunnah makin terasing dan semakin diremehkan. Bahkan yang meremehkan adalah orang-orang yang masih berani mengaku cinta kepada Allaah, cinta kepada Rasulullaah dan para Shahabat. Jujurkan cinta mereka ?

“Semuanya mengaku sebagai pecinta (kekasih ) Laila. Namun Laila tidak mengakui mereka sebagai kekasihnya”.

Bahkan yang meremehkannya adalah orang-orang yang mengaku berdakwah, berjihad, membela agama Allaah. Wallaahul Musta’an.

Karena itu Islam mengatur muamalahnya seorang muslim. Bukan untuk mengekang kebebasan. Tapi justru ini untuk menjaga seorang muslim, bagaimana bermuamalah kepada Allaah, Rasulullaah, pada dirinya sendiri, dan kepada orang lain. Bahkan kepada sesama makhluk Allaah yang lain, Islam juga mengaturnya. SubhanAllaah, Maha Suci Allaah, yang mengatur detail kehidupan seorang Muslim. Ini menandakan lengkapnya isi ajaran Islam.

Mualamah itu dibagi menjadi 4 bagian :

  1. Muamalah seorang muslim kepada Allaah Subhanahu wa ta’ala dan Rasulullaah Sallallaahu ‘alayhi wassallam
  2. Muamalah seorang muslim kepada dirinya sendiri
  3. Muamalah seorang muslim kepada manusia yang lainnya
  4. Muamalah seorang muslim dengan makhluk yang lainnya

Dari Abu Dzar bin Junadah dan Abu Abdurrahman Muadz bin Jabal radhiyallahu’anhuma, dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah kejelakan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskannya. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: Hadits Hasan Shahih. Hasan dikeluarkan oleh At Tirmidzi di dalam [Al Bir Wash Shilah/1987] dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Al Misykat [5083])

Hadits tersebut menunjukkan kepada kita, bagaimana bermuamalah kepada Allaah Ta’ala dan bertaqwa dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.

”Dan sungguh kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu, bertaqwalah kepada Allah.” (Q.S. An-Nisa: 131).

Ini merupakan nasihat, bagi para awalun dan akhirun agar bertakwa kepada Allaah Subhanahu Wa Ta’ala.

Rasulullaah Salallaahu“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah subhanahu wata’ala, untuk mendengar dan taat kepada pemimpin, walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari Habasyi (ethopia),…”. (HR. At – Tirmidzi no.2816 dan yang selainnya)

Allah Ta’ala berfirman, ” Wahai sekalian manusia, beribadahlah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.” (Q.S. Al Baqarah:21)

Itu semua agar menjadikan kita sebagai orang yang bertakwa…