aku wanita yang sama seperti kalian
ketika di hina dan di caci..
aku menangis…

ketika kalian menggunjing rumah tanggaku..
aku hanya diam…
aku memang wanita yang tak mau ambil pusing..

tapi,

jangan sembarangan menhinaku…
karena ini adalah jalan hidupku.
dan tidak ada larangan dalam agamaku..
aku tidak berzina
dan aku menunaikan kewajiban-kewajiabanku sebagai seorang isteri sholeha..

termasuk berprilaku baik dan rukun dengan isteri pertama,ketiga dan ke empat suamiku..

aku mohon ..
kalian..

jangan kalian jadikan rumah tanggaku ladang dosamu
karena aku isteri kedua sama dengan isteri-isteri suamiku

aku adalah wanita yang sama seperti kalian…
ketika dibedakan akan merasa sakit…

Written by Aisyah Asafid Abdullah, 28 Mei 2011.

Begitulah Rumah Tangga Ta’addud (Poligami), yang semakin semakin asing dan selalu dianggap sinis oleh para pembenci Ajaran Islam. Mereka membicarakan ta’addud, dan mempertanyakan ta’addud, berbicara tanpa ‘ilmu, sehingga apa-apa yang keluar dari lisan mereka sungguh membuat orang khawatir untuk melangkahkan diri untuk berpoligami.

Seketika mereka menolak, menentang, membenci bila pertama kali mendengar kata ta’addud. Itulah mereka yang sesungguhnya tidak mengetahui sama sekali ‘ilmu syar’i tt ta’addud. Wajarlah kalau mereka jadi galau untuk menjalani rumah tangga ta’addud.

Tapi Subhanallaah, Allaah begitu meneguhkan agama ini. Jangan dikira surutnya kepercayaan orang-orang tt ta’addud membuat pencinta sunnah juga ikut menyurut. Banyak kok rumah tangga ta’addud yang berhasil menjalani kehidupan mereka dan subhanallaah, ‘ilmu yang meneguhkan mereka.

Bahkan ada, seorang istri yang memberikan hadiah berupa istri untuk suaminya. Masya Allaah. Semoga Allaah membalasnya dengan kebaikan yang banyak.
Dan walhamdulillaah, ana berkomunikasi langsung dengan istri keduanya, namanya Salma. Karena beliau masih berusia 19, insyaaAllaah tahun ini (2011). Bulan ini (5 Agustus 2011), telah lahir anak pertamanya bernama Jamil Zainu.
Dia pernah bercerita, dia sering saling tukar menukar surat cinta dengan madunya. Masyaa Allaah, soo sweeetttnya.
Pernah di desak, tapi dia ga mau cerita-cerita. Biarlah jadi rahasia mereka berdua. Hhehehehe…

Di FB juga mereka saling balas membalas notes yang mereka tulis, Salma menulis dua notes, dan ana simpen di blog ini. Yang pertama : Aku Adalah Seorang Madu dan Maduku Bidadari Dunia. Sebener nya ada ni balesannya dari Ummu ‘Abdillah (Istri pertama), tapi ana gak save. Sayang banget ya. Hehe…

Begitulah gambaran singkat rumah tangga ta’addud di dunia nyata. Singkat namun bagi ana itu sudah cukup mengurai kisah yang indah dan mengesankan. Subhanallaah. Jazaahallaahu khairal jazaa’, untuk Salma yang sudah menulis dua catatan tersebut.

Ada seorang Al-Akh berkata, “Alhamdulillah, sungguh bahagia punya istri sholehah“.
Al-Akh yang lain berkata, “Punya satu istri sholehah sudah sangat bahagia, gimana kalau punya dua, tiga atau empat“.

Allaahu Ta’ala A’lam.
Barangkali yang disampaikan ‘ilmu ini lebih faqih dari pada yang menyampaikan…
Yang membaca lebih faqih daripada yang menuliskan…

Zadanallaahu ‘ilman wa hirshon…