Kalau kata ‘Andai‘  itu boleh (karena merupakan bentuk penggugatan terhadap takdirNya), aku ingin menjadi teman yang baik untuk semua teman-temanku di saat mereka sedih, karena aku tau, kesedihan itu menggerogoti kebahagiaan. Padahal kebahagiaan adalah salah satu motivasi dan motivasi adalah alasan seseorang untuk tetap hidup sampai sekarang.

Kalau kata ‘Andai‘  itu boleh (karena merupakan bentuk penggugatan terhadap takdirNya), aku ingin bersama “mereka” menuntaskan kerinduan yang mulai mengering. Kerak-kerak kerinduan sudah mulai mengeras 13 tahun yang lalu. Sampai sekarang dan entah sampai kapan.

Dan maaf aku tidak tahan untuk tidak menangis, padahal saat peristiwa 13 tahun yang lalu aku tidak menangis. Aku tegar. Bahkan aku yang menguatkan seseorang di sampingku.

Kalau kata ‘Andai‘  itu boleh (karena merupakan bentuk penggugatan terhadap takdirNya), aku ingin menghapus semua catatan-catatan kesedihan masa lalu itu. Menempel kuat di ingatanku. Yang membuatku berhasil menuliskan banyak coretan di atas kertas itu (setinggi -+ 6-7 cm). Tapi sayangnya, tidak pernah berhasil aku ceritakan semua pada siapapun. Pernah kucoba ceritakan sedikit, tapi dia tiba-tiba menangis. Tidak, bukan begitu harusnya teman yang baik. Tidak membuat orang lain menangis.

Sejujurnya aku tidak suka kesedihan. Jangankan aku, kamu juga gak suka kan? Sama kita.
Aku adalah orang yang rapuh pada kata kesedihan. Aku bukan orang yang tegar saat diterpa kesedihan. Karena aku terlalu teramat tidak suka kesedihan.

Kalau kata ‘Andai‘  itu boleh (karena merupakan bentuk penggugatan terhadap takdirNya), aku memilih untuk gak pernah mengecewakan teman.

Sedih. Sesuatu yang (mungkin) tidak kausukai itu memang seharusnya  ada, tapi BUKAN untuk dipendam, DIAM.

Dan biar seluruh dunia tau,
Aku minta maaf atas ketidaksempurnaanku sebagai teman yang baik.
Maafkanlah atas setiap sikap, tutur kata, perkataan, perbuatan, yang kurang berkenan selama ini.
Dan tolong sampaikanlah… (karena aku bukan orang sufi yang punya ilmu batiniyah)
Lewat tulisan, surat elektronik, kalau yang kurang kerjaan lewat puisi, cerpen, novel juga boleh…^^

Insyaa Allaah, aku berusaha aku menuruti nasihat-nasihatmu yang baik.
Dan berusaha keras jadi orang yang sukses fid-dunya wal akhirah… (Lah, rada ga nyambung)
Keep Hirson !

Semoga segera datang ketetapan Allaah Ta’ala yang baik. Aamiin.