Kepalaku mendadak pusing…
Dan sedang tak selera makan…
Aku jadi inget beberapa tahun yang lalu, ada segerombolan anak cewek yang menangis massal. Entah apa sebabnya. Dari luar ruangan terdengar mereka teriak-teriak. Aku yang sedang duduk gak jauh di ruangan itu agak terganggu. Beberapa kali satpam lewat ruangan tersebut, tapi hanya berlalu dan gak berbuat banyak.

Aku memutuskan masuk ke dalam ruangan itu, mereka udah gak terlalu teriak-teriak. Tapi isak tangis mereka masih ada. Entah apa yang mereka tangisi. Tapi tangisan mereka yang sambil teriak-teriak itu bener-bener menganggu.

Mungkin mereka sedang merasakan kehilangan teman dalam lingkaran kepercayaan mereka. Karena kesalahan salah satu teman, ada teman lain yang tersakiti. Semoga Allaah mengampuni dan memberi hidayah kepada mereka.

Lalu apa yang dirasa, saat kehilangan temen ?

MENYEDIHKAN

Ga ada yang dengerin cerita, ga ada yang di recokin, ga ada yang diajakin bercanda. Masya Allaah, sedihnya kehilangan teman. Tapi bagaimanapun, jika dalam pertemanan ada pihak yang merasa di dzolimi. Maka lebih baik ada salah satu yang mundur, mengalah. Kita belajar menjadi teman yang baik. Biarlah bagaimana nanti dia sedih banget, nangis abis, yang penting tidak ada yang merasa di dzolimi.

MENYENANGKAN

Saat ada teman yang pergi, ada juga yang merasa bahagia. Kenapa ? Mungkin beberapa alasannya adalah :

  • Terlalu merepotkan
  • Dikit-dikit minta tolong
  • Ga tau aturan
  • Berisik

Dan tentu saat teman yang kurang kita senangi pergi meninggalkan kita, tentu saja ada perasaan SENANG. SELAMAT YA……

Merasa kehilangan, bisa menjadi sebuah luka batin, kehampaan, dan kesedihan.
Namun ada hal-hal yang bisa kita terima (hikmah) dari sebuah kehilangan.

Persahabatan yang langgeng, bukan berarti tanpa ada masalah. Justru banyak sekali masalah yang mereka hadapi. Tapi tips sukses mereka adalah BERHASIL melalui rintangan berupa permasalahan-permasalahan tersebut dengan bijak.

Bila ada masalah sebaiknya segera diutarakan, bila ada yang kurang disukai sebaiknya segera pula disampaikan. Bukan dengan mengeluh dalam hati. Ya intinya keterbukaan masing-masing pihak lah ya.

Beneran deh, semua yang aku alami saat ini adalah pelajaran BERHARGA. Dimanapun berada dan dengan siapa aku berteman nanti, bener-bener jadi pembelajaran banget buat aku . Karena aku pernah berada di posisi yang victim dan aku pernah juga di posisi yang tersangka (pihak yang merugikan).

Inget baik-baik ya .
Allaah yang memberi kita teman yang baik,
Allaah juga yang mendatangkan teman yang kurang baik.
Semuanya untuk memperingatkan kita, bagaimanapun mereka, kita harus tetap menjadi TEMAN YANG BAIK. ^^

Dan kami sangat menyadari bahwa kehidupan dunia tidaklah statis. Kegembiraan dan kesusahan datang bergantian.
Maka kami senantiasa menasihati diri kami agar bersyukur dalam setiap keadaan.

Alhamdulillaahiladzi bini’matihi tatimmush-sholihaat…