“Waffaqakumullaah …” katanya disela-sela obrolan.
Dalam hati bingung mau jawab apa, tapi aku percaya , orang yang baik pasti mengucapkan do’a yang baik.
Aku jawab aja, “aamiin“.
Tapi masih ada lanjutannya, “Artinya apa ? “.
“Semoga Allah memfaqihkan (engkau dlm ilmu Agama)”, begitu jawabnya.

Lah, kenapa jadi jamak begitu, kan aku cuma cuma satu orang.
“Gak boleh ya kalau saya mendo’akan juga kefaqihan tuk orang-orang yang engkau cintai..Ayah/Ibu atau lainnya?

Masyaa Allaah. Bagaimana bisa tidak boleh jika ada orang lain yang mendo’akan kefaqihan orang-orang yang kita cintai. Justru itu do’a yang sangat-sangat kita butuhkan untuk kita dan keluarga kita setiap hari.

Jangankan untuk orang lain, ada orang yang untuk dirinya saja gak mau berdo’a, apalagi untuk orang lain. Astagfirullaah. Nasihat diri nih. Biar gak jadi orang yang sombong kepada Allaah.

Jadi inget juga,  nasihat dari para ustadz agar kita senantiasa mendo’akan orang tua dan keluarga terdekat, agar mereka segera mendapatkan hidayah Allaah Ta’ala. Sedih kan, kalau mendapati orang kita sudah lanjut usia, tapi kita belum bisa membimbing mereka menuju surga. Astagfirullaah.

Tidak jarang juga, mendengar cerita dari teman-teman akhwat, tentang perjuangan mereka dalam berdakwah di tengah-tengah keluarganya. Ada yang mendapat makian, sindiran, tentangan, dari keluarganya sendiri.

Kalau dihina orang lain, kalau disindir orang lain itu insyaa Allaah bisa kuat. Tapi kalau yang menentang, apalagi kalau menghina itu kelaurga sendiri rasanya sakit.

Aku juga termasuk sedikit banyak yang merasakan ditentang oleh (beberapa orang) keluarga dan apa yang aku alami ini belum seberapa di banding apa yang dialami oleh temanku yang lain.

Ketika aku masih sholat, masih puasa, masih silaturahim ke tempat keluarga. Tapi masih juga di tanya, “Syahadatnya masih sama apa nggak?”.Kamu masih Islam atau nggak ?“. Astagfirullahal ‘adzim.

Sakit rasanya ditanya seperti itu. Tapi aku juga sadar, mereka yang bertanya seperti itu adalah orang yang belum faqih dalam agamanya. Sehingga, mereka adalah orang-orang yang harus dido’akan dengan banyak-banyak kebaikan dan didakwahi. Tapi allaahu a’lam, semoga saja aku mampu.

Temanku ada yang dihalangi menikah oleh orang tuanya. (Mudah-mudahan aku nggak).
Ada yang baru berjilbab saja sudah dipukuli orang tuanya.
Ada yang jadi bahan sindiran dengan dibanding-bandingkan dengan orang lain, yang bahasannya itu disengaja maupun tidak sengaja tapi disengaja-sengajain. (Ujung-ujungnya jg tetep sengaja, _-).

Ada yang  pulang-pulang berjilbab agak panjang dikit dibilang, “Itu kan pakaiannya teroris“. Beuh. Orang Islam semakin asing dengan ajarannya sendiri. Ini dampak Ilmu telah banyak di angkat dari muka bumi.
Dan yang mengatakan hal itu keluarga sendiri yang bilang begitu. Keluarga sendiri.
Kalau aku dan temanku pernah diteriaki begitu di pasar, yang teriak cuma orang lewat (yang entah apa motifnya). Bisalah masuk kuping kiri keluar kuping kanan.  Jadi bisa dibawa santailah. Tapi kalau keluarga sendiri yang bilang begitu, itu entah sakitnya seperti apa. Dan itu baru berdakwah dari segi pakaian syar’i, masya Allaah, sudah begitu pertentangannya. Belum lagi yang lain. Semua memang harus dibawa santai, kalau nggak bisa stress denger kata-kata gak enak gitu setiap hari.

Ada juga temanku yang dihalangi untuk pergi taklim.
Alasannya nanti saja kalau sudah kerja. Baru boleh bebas taklim.  Astagfirullah. meskipun dia sekarang mempunyai alternatif belajar mandiri melalui streaming, kitab-kitab. Tapi dia sangat-sangat merindukan suasana taklim, dan selalu menangis saat cerita tentang rindunya itu. (Walhamdulillah masih beruntungnya aku, bisa taklim).

Makanya sayang banget, kalau mendapati orang tuanya membolehkan pergi menuntut ‘ilmu syar’i, tapi bermalas-malasan. BENAR-BENAR RUGI.
Karena ada teman yang sampai nangis-nangis karena gak dapat ijin dari orang tuanya. Astagfirullaah. Semoga Allaah memberikan hidayah dan kefaqihan kepada orang tuanya.

Belum lagi masalah lagi yang lain, tentu juga masih banyak pengorbanan yang lebih besar yang harus dipersiapkan.

Dan kita memang harus bersabar untuk itu. Karena MEMANG BEGITULAH jalan dakwah.
Ketika kita sudah mempunyai ilmunya, kita mengamalkan, berdakwah, dan bersabar atas gangguan yang didapat ketika mendakwahkannya. Ya memang beginilah jalan dakwah. Jangan pernah mengharapkan rasa aman, karena gangguan dalam dakwah itu pasti ada.  Kata Rasulullaah bersabarlah. Kata Allaah, mintalah pertolongan Allaah dengan sabar dan sholat.

Jika mendapati orang tua yang begitu, maka sering-seringlah mendo’akan kebaikan untuk orang tua. Semoga Allah memberikan jalan hidayah kepada mereka.
Waffaqakumullaah…..

Kesulitan-kesulitan yang yang datang itu dari Allah, dan insyaa Allaah kemudahan itu datangnya juga dari Allah. Dan setelah kesulitan itu pasti akan ada kemudahan. Itu janji Allah.

Semoga Allaah memberikan kesabaran kepada orang-orang yang ditimpa gangguan dalam dakwahnya. Semoga Allah memberi balasan dengan sebaik-baik balasan.

Zadanallaahuilman wa ‘amalan.