Berikut ini adalah daftar para Ahlul Hadits, Para Sahabat, Tabi’in dan Tabiut Tabi’in, dan Ulama Sekarang. Tapi…..

MASIHKAH KITA MENGENAL MEREKA ?

“Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”. (Hadits Muslim no. 145)

“Janganlah kalian mencela para sahabatku. Andaikan seorang di antara kalian berinfaq emas sebesar gunung Uhud, niscaya infaq itu tak mampu mencapai satu mud infaq mereka, dan tidak pula setengahnya” (HR. Bukhari 3470, Muslim 2541)

“Akan senantiasa ada di antara ummatku sekelompok orang yang tampil membela kebenaran, tidak membahayakan mereka orang-orang yang menelantarkan mereka sehingga datang (hari Kiamat) ketetapan Allah, sedangkan mereka tetap dalam keadaan demikian.” (Hadits Muslim)

Imam Malik رحمه الله telah berkata :

“Setiap kebaikan adalah apa-apa yang mengikuti para pendahulu (salaf), dan setiap kejelekan adalah apa-apa yang diada-adakan orang kemudian (kholaf)” dan “Tidak akan baik akhir dari umat ini kecuali kembali berdasarkan perbaikan yang dilakukan oleh generasi pertama”.

1. Khalifah ar-Rasyidin

  • Abu Bakr Ash-Shiddiq
  • Umar bin Al-Khaththab
  • Utsman bin Affan
  • Ali bin Abi Thalib

2. Al-Abadillah :

  • Ibnu Umar
  • Ibnu Abbas
  • Ibnu Az-Zubair
  • Ibnu Amr
  • Ibnu Mas’ud
  • Aisyah binti Abubakar
  • Ummu Salamah
  • Zainab bint Jahsy
  • Anas bin Malik
  • Zaid bin Tsabit
  • Abu Hurairah
  • Jabir bin Abdillah
  • Abu Sa’id Al-Khudri
  • Mu’adz bin Jabal
  • Abu Dzarr al-GhifariSa’ad bin Abi Waqqash
  • Abu Darda’

3. Para Tabi’in

  • Sa’id bin Al-Musayyab wafat 90 H
  • Urwah bin Zubair wafat 99 H
  • Sa’id bin Jubair wafat 95 H
  • Ali bin Al-Husain Zainal Abidin wafat 93 H
  • Muhammad bin Al-Hanafiyah wafat 80 H
  • Ubaidullah bin Abdillah bin Utbah bin Mas’ud wafat 94 H
  • Salim bin Abdullah bin Umar wafat 106 H
  • Al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr Ash Shiddiq
  • Al-Hasan Al-Bashri wafat 110 H
  • Muhammad bin Sirin wafat 110 H
  • Umar bin Abdul Aziz wafat 101 H
  • Nafi’ bin Hurmuz wafat 117 H
  • Muhammad bin Syihab Az-Zuhri wafat 125 H
  • Ikrimah wafat 105 H
  • Asy Sya’by wafat 104 H
  • Ibrahim an-Nakha’iy wafat 96 H
  • Aqamah wafat 62 H

4. Para Tabi’ut tabi’in :

  • Malik bin Anas wafat 179 H
  • Al-Auza’i wafat 157 H
  • Sufyan bin Said Ats-Tsauri wafat 161 H
  • Sufyan bin Uyainah wafat 193 H
  • Al-Laits bin Sa’ad wafat 175 H
  • Syu’bah ibn A-Hajjaj wafat 160 H
  • Abu Hanifah An-Nu’man wafat 150 H

5. Atba’ Tabi’it Tabi’in : Setelah para tabi’ut tabi’in

  • Abdullah bin Al-Mubarak wafat 181 H
  • Waki’ bin Al-Jarrah wafat 197 H
  • Abdurrahman bin Mahdy wafat 198 H
  • Yahya bin Sa’id Al-Qaththan wafat 198 H
  • Imam Syafi’i wafat 204 H

6. Murid-Murid atba’ Tabi’it Tabi’in :

  • Ahmad bin Hambal wafat 241 H
  • Yahya bin Ma’in wafat 233 H
  • Ali bin Al-Madini wafat 234 H
  • Abu Bakar bin Abi Syaibah Wafat 235 H
  • Ibnu Rahawaih Wafat 238 H
  • Ibnu Qutaibah Wafat 236 H

7. Kemudian murid-muridnya seperti:

  • Al-Bukhari wafat 256 H
  • Muslim wafat 271 H
  • Ibnu Majah wafat 273 H
  • Abu Hatim wafat 277 H
  • Abu Zur’ah wafat 264 H
  • Abu Dawud : wafat 275 H
  • At-Tirmidzi wafat 279
  • An Nasa’i wafat 234 H

8. Generasi berikutnya : orang-orang generasi berikutnya yang berjalan di jalan mereka adalah:

  • Ibnu Jarir ath Thabary wafat 310 H
  • Ibnu Khuzaimah wafat 311 H
  • Muhammad Ibn Sa’ad wafat 230 H
  • Ad-Daruquthni wafat 385 H
  • Ath-Thahawi wafat 321 H
  • Al-Ajurri wafat 360 H
  • Ibnu Hibban wafat 342 H
  • Ath Thabarany wafat 360 H
  • Al-Hakim An-Naisaburi wafat 405 H
  • Al-Lalika’i wafat 416 H
  • Al-Baihaqi wafat 458 H
  • Al-Khathib Al-Baghdadi wafat 463 H
  • Ibnu Qudamah Al Maqdisi wafat 620 H

9. Murid-Murid Mereka :

  • Ibnu Daqiq Al-led wafat 702 H
  • Ibnu Taimiyah wafat 728 H
  • Al-Mizzi wafat 742 H
  • Imam Adz-Dzahabi (wafat 748 H)
  • Imam Ibnul-Qoyyim al-Jauziyyah (wafat 751 H)
  • Ibnu Katsir wafat 774 H
  • Asy-Syathibi wafat 790 H
  • Ibnu Rajab wafat 795 H

10. Ulama Generasi Akhir :

  • Ash-Shan’ani wafat 1182 H
  • Muhammad bin Abdul Wahhab wafat 1206 H
  • Muhammad Shiddiq Hasan Khan wafat 1307 H
  • Al-Mubarakfuri wafat 1427 H
  • Abdurrahman As-Sa`di wafat 1367 H
  • Ahmad Syakir wafat 1377 H
  • Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh wafat 1389 H
  • Muhammad Amin Asy-Syinqithi wafat 1393 H
  • Muhammad Nashiruddin Al-Albani wafat 1420 H
  • Abdul Aziz bin Abdillah Baz wafat 1420 H
  • Hammad Al-Anshari wafat 1418 H
  • Hamud At-Tuwaijiri wafat 1413 H
  • Muhammad Al-Jami wafat 1416 H
  • Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin wafat 1423 H
  • Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i wafat 1423 H
  • Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidhahullah
  • Abdul Muhsin Al-Abbad hafidhahullah
  • Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidhahullah

ULAMA SALAF AHLUL HADITS YANG LAIN :

  • Imam Abu ‘Ubaid Al-Qasim bin Sallam (wafat 220H)
  • Ibnu Abi Syaibah (159-235 H)
  • Imam Asy Syaukani (172-250 H)
  • Imam al-Muzanniy (wafat 264H)
  • Imam Al Ajurri (190-292H)
  • Imam Al Barbahari (wafat 329 H)
  • Abdul Qadir Al Jailani (471-561 H)
  • Al-Hafidh Al Mundziri 581-656H
  • Imam Nawawi (631-676H)
  • Imam Ibnul-Qoyyim al-Jauziyyah (wafat 751 H)
  • Ibnu Hajar Al ‘Asqolani (773-852 H)
  • Imam As Suyuti (849-911 H)

ULAMA SEKARANG :

  • Syaikh Ahmad An-Najmi (1346-1410.H)
  • Syaikh Abdullah Muhammad IbnHumayd (1329-1402H)
  • Syaikh Muhammad Aman Al-Jami (1349-1416 H)
  • Syaikh Muhammad Dhiya`I (1940-1994.M)
  • Syaikh Abdullah Al Ghudayyan (1345H..H)
  • Syaikh Ubail Al-Jabiri (1357H..H)
  • Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin (1349H..H)
  • Syaikh Salim Bin ‘Ied Al Hilali 1377H/1957M
  • Syaikh Ali bin Hasan Al Halaby (1380H..H)
  • Syaikh Abu Ubaidah Masyhur Hasan Salman (1380.H..H)
  • Syaikh Abdullah Bin Abdirrahim Al-Bukhari
  • Syaikh Ali bin Yahya Al Haddadi
  • Syaikh Abdullah Shalfiq : Perjalananku ke Indonesia

Akan senantiasa ada sekelompok orang dari kalangan ummatku yang menegakkan/ berdiri di atas perintah Allah, tidak akan memadhorotkan mereka siapa yang menghina dan menyelisihi mereka sampai datang perkara Allah (yaitu hari kiamat) dan mereka tetap dalam keadaan demikian“. [Muttafaqun ‘alaih, hadits dari Mu’awiyah]

‘Ulama Saudi Arabia:

  1. Al ‘Allamah asy Syaikh Muhammad Mukhtar Amin asy Syanqithiy– shohibut Tafsir adh wa’ul bayan. Beliau termasuk salah satu guru Syaikh Muhammad bin Sholih al ‘Utsaimin
  2. Al ‘Allamah asy Syaikh Abdurrohman bin Nashir as Sa’di , pemilik kitab Tafsir Karimur Rohman fi Kalamil Mannan atau yang lebih dkenal Tafsir as Sa’diy
  3. Samahatusy Syaikh al ‘allamah Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
  4. Faqihul zaman al ‘allamah asy Syaikh Muhammad bin Sholih al Utsaimin
  5. Al ‘allamah al muhaddits asy syaikh Adbul Muhsin bin Hammad al ‘Abbad al Badr, Beliau termasuk ulama senior saat ini, mengajar di Masjid Nabawi.
  6. Al ‘allamah asy Syaikh Doktor Sholih Fauzan al Fauzan anggota Haiah Kibarul ‘Ulama
  7. Al ‘allamah asy Syaikh Abdul Aziz bin sholih alu Syaikh mufti ‘Amm kerajaan Saudi Arabia saat ini
  8. Al ‘allamah al muhaddits asy Syaikh Yahya bin Ahmad an Najmi mufti kerajaan Saudi untuk daerah Selatan (Shoromithoh)
  9. Al ‘allamah al muhaddits asy syaikh Rabi’ bin Hadi al Madkholy –pembawa bendera jarh wa ta’dil saat ini sebagaimana rekomendasi Syaikh al Albani
  10. Al ‘allamah asy syaikh Dr. Sholih bin Sa’ad as Suhaimy –Beliau dosen pascasarjana di Jami’ah al Islamiyyah Madinah
  11. Al ‘allamah asy Syaikh Muhammad bin Hadi al Madkholy –dosen jami’ah Islamiyyah Madinah
  12. Al ‘allamah asy Syaikh Dr. Ibrohim bin ‘Amir ar Rauhaily – penulis kitab “Mauqif Ahlis sunnah ‘an ahlil bida’” yang diterjemahkan dgn judul “Mauqif Ahlus Sunnah terhadap Ahlul Bid’ah” (ana lupa judul tepatnya)
  13. Asy Syaikh DR. Ali bin Nashir al faqihy – Guru Besar Aqidah di Masjid Nabawy
  14. Asy Syaikh Abdurrozaq bin Abdil Muhsin bin Hammad al ‘Abbad al badr – putra Syaikh Abdul Muhsin al ‘Abbad al Badr (point no 3)
  15. Asy Syaikh Abdul Malik a Romadhoniy al Jazairy– Beliau yang menyiapkan majelis Syaikh Abdul Muhsin di Masjid Nabawi. Penulis buku “Madarik an Nazhor fi Siyasah…”diterjemahkan dgn judul “Pandangan Tajam thd Politik”
  16. Asy Syaikh Kholid ar Roddady –pentahqiq kitab Syarhus sunnah al barbahary
  17. Asy Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi al madkholy
  18. Asy Syaikh Abdulloh bin ‘Abdirrohman al Jibrin – termasuk ulama senior, sudah sepuh
  19. Asy Syaikh Ubaid al Jabiri
  20. asy Syaikh Abdul Aziz ar Rojihy
  21. Asy Syaikh Muhammad Aman Jamiy
  22. Fadhilatusy Syaikh Sholih bin Muhammad al Luhaidan ketua Mahkamah Tinggi dan anggota Hai’ah Kibarul Ulama
  23. Masyayikh anggota Majelis Ifta wal Buhuts dan anggota Kibarul Ulama
  24. Fadhilatusy Syaikh Bakar Abu –penulis kitab “Hukmul Intima’”
  25. asy Syaikh AbdusSalam bin Barjas -penulis Kitab “Hujjajul Qowwiyyah..”. Beliau sudah meninggal dalam kecelakaan mobil. Semoga Allah melapangkan kuburnya dan menempatkannya di kedudukan yang mulia di sisiNya.

‘Ulama dari Yaman:

  1. al ‘allamah al muhaddits ad diyar al yamaniyyah asy Syaikh Muqbil bin Hadi al wadi’iy;, Beliau termasuk ulama besar abad ini.
  2. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab al Washobi; beliau mungkin Syaikh yang dituakan di Yaman. Kalau datang ke Damaj, biasanya beliau Cuma menjawab pertanyaan2 dan sedikit memberi nasihat emasnya. Punya markas di Hudaidah.
  3. Asy Syaikh Muhammad Al Imam beliau termasuk Ahl Hill wal Aqd yang ditunjuk oleh Asy Syaikh Muqbil rahimahullah. Salah satu murid pertamanya Asy Syaikh Muqbil. Punya markas di Ma’bar merupakan markas terbesar ke 2 setelah Damaj.
  4. Syaikh Yahya al Hajury–Beliau yang menggantikan Syaikh Muqbil di Darul Hadits Dammaj
  5. Asy Syaikh Abdul Aziz Al Buro’i adalah termasuk salah satu masyaikh yang sangat keras terhadap Ahlul Bid’ah. Beliau mempunyai markas di Kota Ib.
  6. Asy Syaikh Abdullah bin Utsman dijuluki Khotibul Yamany karena beliau terkenal sangat pintar berorator. Nasihat2 beliau tentang maut, membuat mata tak bisa menahan airnya.
  7. Asy Syaikh Abdurrozaq punya markas di Dammar
  8. Asy Syaikh Abdul Musowwir termasuk masyaikh yang sudah cukup berumur. Dulu Asy Syaikh Yahya hafidhohullah belajar Syarh Ibn Aqil dengan beliau.
  9. asy Syaikh Abdulloh al Mar’iy dan Saudaranya asy Syaikh Abdurrohman al Mar’iy

Ulama dari Yordania

  1. al ‘Allamah al Muhaddits Nashirus sunnah asy Syaikh al Albani . Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz pernah berkata: Saya tidak mengetahui di bawah kolong langit saat ini orang yang lebih mengetahui hadits daripada Beliau (Syaikh al Albani)”.
  2. Syaikh Ali hasan al Halabiy tatkala Syaikh al Albani ditanya cucunya “Siapakah dua orang murid yang paling mengetahui tentang hadits“. Syaikh al Albani berkata: Abu Ishaq al Huwaini dan Ali Hasan al Halabiy.
  3. Syaikh Salim bin ‘Ied al Hilali, penulis kitab Limadza Ikhtartu Manhaj Salaf, Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhus Sholihin, dll.
  4. Syaikh Muhammad Musa
  5. Syaikh Masyhur alu Salman
  6. Syaikh Husain ‘Uwaisyiah

Dan masih banyak lagi para ulama yang belum disebutkan disini.

SUMBER DARI : AHLUL HADITS

SUDAHKAH KITA MENGAMBIL WARISAN DARI PADA ULAMA ?

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (Tirmidzi, Ahmad, Ad-Darimi, Abu Dawud. Dishahihkan oleh Al-Albani)

JIKA BELUM, MAKA BERSEGERALAH… SEBELUM ILMU ITU DI ANGKAT DARI BUMI

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673)

ADDIN ANNASHIHAH (AGAMA ADALAH NASHIHAT)

Siapa yang tidak menangis, siapa yang sangat sangat bersedih bila mendengar satu persatu ulama meninggal dunia. Itupun belum semua ulama kita kenal.

Jika engkau bisa, jadilah sorg ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu (Thalibul ‘Ilmi). Bila engkau tidak bisa jadi sorg penuntut ilmu, maka cintailah mreka & jika kau tidak mncintai mreka, jgn engkau benci mreka” [Umar bin Abdul Aziz]