Bismillaah

INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI’UN, Allah Ta’ala mengangkat lagi ilmu dari dunia ini.

Pagi ini (07/09/11) datang berita duka dari Abu ‘Umar Andri Maadsa, Bandung.

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un,
Sungguh Al-‘Allamah Asy-Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdul-Aziz Al-‘Aqil telah wafat pada hari Selasa siang, 8 Syawwal 1432 H.
Beliau rahimahullah adalah salah satu ‘Ulama Besar Ahlussunnah di Saudi Arabia !!
Wallahi, saya sangat mencintainya..
Guruku Al-Ustadz Dzulqarnain hafizhahullah sering menceritakan akhlaknya yang mulia kepadaku !!
baarokallahufiikum..

Kita mencintai beliau -insya Allah Ta’ala-.  Mohonkanlah ampunan dan Rahmat Allah untuk beliau rahimahullah wa ghafara lahu wa lana.

Jadi teringat  tahun lalu 29 Syawal 1431 H, seorang ‘ulama juga meninggal, beliau adalah Asy-Syaikh MUHAMMAD BIN JAMIL ZAINU rahimahullaah.

SUDAHKAH KITA MENGAMBIL WARISAN DARI PADA ULAMA ?

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (Tirmidzi, Ahmad, Ad-Darimi, Abu Dawud. Dishahihkan oleh Al-Albani)

JIKA BELUM, MAKA BERSEGERALAH… SEBELUM ILMU ITU DI ANGKAT DARI BUMI

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673)

ADDIN ANNASHIHAH (AGAMA ADALAH NASHIHAT)

Siapa yang tidak menangis, siapa yang sangat sangat bersedih bila mendengar satu persatu ulama meninggal dunia. Itupun belum semua ulama kita kenal.

Jika engkau bisa, jadilah sorg ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu (Thalibul ‘Ilmi). Bila engkau tidak bisa jadi sorg penuntut ilmu, maka cintailah mreka & jika kau tidak mncintai mreka, jgn engkau benci mreka” [Umar bin Abdul Aziz]