Bismillaah.

Kusapa dirimu lewat ayunan pena, lembutnya hembusan angin malam yang menggelayuti manja, dan bisingnya jalanan kota Bekasi. Kelihat keluar, dari balik jendela kaca, (sedihnya) tak kulihat satupun bintang berkilau untuk menyapaku.

Sudah malam. Sedangkan mataku ini belum mampu terpejam. Hatiku juga tak kuasa untuk berdiam. Seperti ada cinta yang harus kuluapkan lewat gurata pena. Di lembar ini, lembar kusam yang tengah ada di antara jemarimu.

Segala pujiku hanya untuk Allaah. Tempatku berlindung dari kejahatan diri dan keburukan amalku.

Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allaah, niscaya tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya. maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

Pernahkah engkau merenung sejenak tentang arti kesungguhan?

Kesungguhan yang kauanggap bisa membuatmu merasa kuat, yakin, dan mampu akan bisa mencapai tujuan dalam hidupmu? Tujuan yang kautulis dan kautempel berderet di dinding kamarmu itu. Masuk Surga, hafal AlQur’an, hafal Hadits, membaca buku, belajar, mengerjakan tugas, dan lain-lain.

Sudah berapa jam per hari kauluangkan waktumu untuk bersegera mencapai tujuanmu?

Engkaulah yang paling mengerti dirimu dan paling tau akan jawabannya.
Engkau pula yang paling bisa mengukur kemampuan dirimu.

Dan sudahkan semua itu mencerminkan kesungguhanmu?

Bila engkau menjadikan surga itu sebagai tujuanmu, maka (bagaimanapun keadaanmu saat ini) jangan sekali-kali merasa senang, tenang, nyaman atau merasa aman, sebelum engkau benar-benar bisa masuk kedalamnya.
Adakah hal yang menyenangkan selain surga ?

Ingatlah, tidak ada jaminan surga untukmu.
Bahkan kedekatan Abu Thalib dengan Rasulullaah saja tidak mampu menyelamatkannya dari ancaman naar (api neraka).
Allaahul Musta’an. Hanya kepada Allaah saja aku memohon perlindungan.

Topanglah kesungguhanmu dengan berbekal ‘ilmu syar’i dan hujjah yang nyata.
Karena banyak mukmin menjadi unggul karena kesungguhannya.

Tahukah engkau betapa penting dan bernilainya arti kesungguhan itu disisi Allaah Ta’ala ?

Sudahkan engkau memiliki kesunggunan tinggi ?

Di bawah gelapnya langit Bekasi, 30 Syawwal 1432 H.

 

‘Afifah Al Maghtany
Ini adalah nasihat untukku dan untukmu. Meskipun yang memberi nasihat ini belum tentu lebih baik daripada yang diberi nasihat.