“Saya iri sama kamu…”, kata seorang teman.

“Saya?! Seorang saya bisa membuatmu iri ?!”. Saya terdiam. Bahkan terheran-heran. Mungkin dia masih separuh bangun dari tidurnya. Sampai-sampai keluar kalimat itu. Tertawa.

Kenapa kamu bisa cepat menulis suatu tulisan atau puisi, sedangkan saya ga bisa. Kenapa.. Kenapa… Kenapa…”. Matanya berkaca-kaca. Dramatis. (Maaf ya, rada lebay. Hehehe. Vv)

Ini karena saya senang menulis dan saya tidak merasa terbebani dengan aturan menulis. (Tepatnya karena belum tau aturannya. Hehehe). Jadi, apa yang ingin saya tulis, maka saya tulis. Menulis bebas dan menyenangkan

Dulu saya selalu berusaha, dalam satu haru menulis satu tulisan dan dipublikasikan di blog. Tapi, idealismeku itu hanya bertahan beberapa pekan. Karena sangat kepepet akhirnya saya copy paste tulisan blog lain yang sangat ingin saya dokumentasikan di blog ini, demi mengejar target one day one tittle. Akhirnya saya menyerah dan tetap berusaha menulis semaksimal mungkin.

 

Metode Menulis

Dulu pernah saya bahas, bahwa metode yang saya gunakan waktu menulis adalah brainstorming dan free writing fun. Saya menulis apa saja yang saya pikirkan, menulis apa yang terjadi di sekitar saya tentang pengalaman atau inspirasi-inspirasi kecil. Jadi, saya menulis tanpa synopsis dan tanpa kerangka karangan. Karena apa yang saya tulis maka kutulis. Saya ingin menjadi penulis, tapi sementara saya tidak ingin terikat dengan aturan-aturan menulis yang selalu memusingkan. Saya tidak ingin apa yang akan kutulis malah menjadi beban. Saya ingin menulis itu menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Ide saya hanya berasal dari apa yang aku dengar dan apa yang aku lihat. Karena saya sangat sulit untuk membuat cerita yang dibuat-buat (baca : cerita  botek).

Dan saya juga semaksmaksmaksimal mungkin menghindari menulis berita dari infotainment, violence, dan everything bad. Saya lebih senang menulis sesuatu yang ketika saya atau orang lain yang membaca blog ini menjadi terinspirasi.

Jangan pernah iri. Karena apa yang saya lakukan ini sangat mudah pula kaukerjakan.

Kamu mengalami suatu peristiwa yang membuatmu senang, sedih, atau gregetan. Tulis aja apa yang kamu rasakan. Pilih kata-kata seperti kamu bercerita dengan temanmu. Jangan merasa terbebani dengan aturan menulis. Yang penting tulis intro cerita dengan gaya menarik. Misalnya dengan diawali percakapan, syair, puisi, atau kalimat-kalimat yang membuat penasaran sehingga pembaca mau membaca sampai akhirnya. Dalam tulisan ini saya memulai dengan percakapan.

Pilihlah kata kunci yang tepat dan masukkan dalam kategori yang pas. Lalu publikasikan.

Jangan harapkan ketenaran dari apa yang kamu tulis.

Saya merasa apa yang saya tulis sekarang di blog sudah agak lebih mending dari awal saya menulis. Fyuh. Sangat berbeda sekali. Blog ini mulai dibuat tanggal 23 maret 2009 di Bandung. Mungkin. Atau di Madiun ya. Saya lupa.

Ketika kamu lihat arsip tulisanku di awal-awal, maka saya bilang tulisan itu, “ih, nggak banget”. Meskipun begitu, Alhamdulillaah, nggak alay. Hehe. Saya memang belum memiliki karakter waktu itu. Namanya juga newbie.

Setelah sekitar 2,5 tahun berlalu, saya mulai memahami ‘ilmu syar’i dan walhamdulillaah apa yang saya tulis menjadi jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Sampai sekarang saya juga masih terus menulis, untuk menemukan karakter tulisan yang pas.

Dan, saya minta maaf dengan sekian banyaknya tulisan saya yang dudul dan banyak terpajang makhluk bernyawa. Karena saking banyaknya, saya belum memiliki waktu luang untuk menghapus satu persatu.

 

Tulisan saya banyak yang macet diperempatan jalan.

Lalu apa yang sebenernya kamu khawatirkan?
Apakah sudah ada tulisanmu yang pernah dipublikasikan? Misalnya lewat blog.

Saya pun pernah mengalami berkali-kali futur menulis. Saya punya ide bagus di awal tapi ternyata saya tidak bisa melanjutkan hingga akhir. Tahukan anda? 158 tulisan saya ngadat di draft. Bahkan bisa berbulan-bulan itu tidak tersentuh. Mungkin juga ada yang sudah tahunan. Waw.

Pernah saya memaksakan untuk mempublish dan ternyata ada kritikan tentang tulisan itu. Dan akhirnya sekarang, saya memilih untuk menyelesaikan satu tulisan sampai tuntas kalau memang ingin segera dipublikasikan.

Satu hal yang juga harus dipertimbangkan adalah banyaknya subscriber yang mendaftar dengan memasukkan emailnya untuk mengupdate apa yang saya tulis di blog. Jika saya nulisnya asal-asalan, tidak tuntas, dan tidak inspiratif, maka sungguh itu bisa mengecewakan dan membuat saya merasa bersalah.

Kalau apa yang saya tulis itu bagus, maka tidak menutup kemungkinan pengunjung akan dengan senang hati melihat dan membaca tulisan yang lainnya.

Lagipula, jika kamu yang menjadi pengunjung, kamu lebih senang blog yang diupdate setiap hari atau blog yang diupdate satu bulan sekali ?

Jawablah dan begitu pula jawaban pengunjung blog kamu. Tersenyum.


Mulailah menulis yang bermanfaat, untuk menginspirasi lebih banyak orang lagi.
Jika saya bisa menulis, maka kamu pasti juga bisa.
You born to inspire !

 

Bandung, 10 OKtober 2011

‘Afifah Al Maghtany