Di bawah cahaya malam yang mempesona…
Kubacakan ayat-ayat cinta kalam Sang Pecipta Jagad Raya…

Ayat demi ayat membuatku terlena…
“Al Qur’an ini penyembuh segala penyakit”, terngiang tulisan seorang kawan.

Makin lama, tulisan itu semakin memburam
Air mataku meleleh lincah jatuh, meresap, dan menghilang
Lalu meleleh lagi…

Rasanya cerita yang kurajut, dari untaian benang yang indah menjadi kusut semrawut…
Ya Allaah…  Aku tau, memang beginilah Engkau jalin kisahku…
Iya, aku paham itu….
Takkan ada ujian yang kan melebihi batas kemampuanku
Aku pun sering dengar itu..

Tapi aku ini adalah hanyalah seorang hamba yang dho’if
Sering lupa dan khilaf…
Maka kuatkan aku…
Tetapkan agama dalam hatiku…
Teguhkan nur dalam ucapan dan perbuatanku…

Bila pakaian budak berbeda pakaian majikannya nanti dipermasalahkan di hari akhir…
Bagaimana dengan nasib atasan yang membedakan bawahannya ?

Aku mengadu, wahai Rabbku yang menjagaku siang dan malam…
Lalu salah siapa, jika ada saudaranya yang sakit tapi takseorangpun yang menjenguk?
Bila saudaranya tertimpa kesulitan taksatupun datang membantu?
Lalu apa arti ukhuwah itu?

Salah siapakah nanti jika seorang Ibu hampir tidak pernah memeluk anaknya?
Tidak pernah tersenyum, mendengarkan cerita buah hatinya?
Tak pernah pula membelai panuh cinta…

Siapakah pula yang patut dipersalahkan, bila seorang ayah hampir tidak pernah mengecup kening buahhatinya?
Tidak pernah memeluk, menggandeng tangannya dengan ceria…

Langitku mendung tak ada ceria…
Bahkah malam ini aku tak melihat indahnya purnama…

Sungguh, aku tak mengharap apa-apa selain do’a
Karena aku dalam penjagaan Rabbku Rabbul ‘Alamiin, insyaa’ Allaah
*Tersenyum tegar…-Masih meneteskan air mata…*

Menyedihkan saat tahu kau tak diinginkan
Menyedihkan saat tahu bahwa hidup tidak sesuai ritme-mu
Menyedihkan saat tahu alam tidak bisa menemani gairahmu

Saat nafsu nafsu liar harus terbelenggu
Saat kepakan sayap yang kau bentangkan tak bisa mengepak sekuat asa
Saat angin tak lagi bertiup
Saat rasa tak lagi bisa kau temui

Jiwa jiwa yang terbang hilang entah kemana
Dunia gelap gulita semesta pun tertidur

puisi by Astie Idjo Adja

Selang beberapa menit…. Kutemukan rangkaian tulisan ini….

Sesungguhnya besarnya balasan itu tergantung besarnya ujian, & sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka (dengan suatu musibah), maka barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan (dari Allah) dan barangsiapa yang marah maka baginya kemarahan (Allah). (HR. Tirmidzi no. 2396 dari Anas bin Malik)

Memang begitulah, selalu banyak hikmah disetiap kejadian. Insyaa’ Allaah
Bismillaah… Saatnya belajar ikhlas, syukur, dan sabar lebih baik lagi…dan ridha dengan ketentuan Allaah..
*Tersenyum…*

Bandung, 12 Oktober 2011
‘Afifah Al Maghtany