Ingin Berjilbab Syar'i

Ketika hati mulai terpanggil untuk melaksanakan syari’at yang mulia, tak mau lagi ada kata nanti dan nanti. Ingin bersegera. Merasakan ketenangan saat melabuhkan hijab untuk mencirikan dirinya sebagai seorang muslimah. Mungkin itulah yang dirasakan Mba Neng. Usianya sekitar 18 tahun. Lulusan sebuah SMK di Sampit, Kalimantan Tengah.

Dialah sepupuku yang kami sering berkomunikasi melalui FB.
Kehendak Allaah memang sudah harus terjadi, qodarullaah wa maa syaa’a fa’al menjelang Ujian Akhir Sekolah, Mba Neng mengalami kecelakaan. Ada sebuah mobil yang menabrak Mbak Neng yang sedang mengendarai sepeda motor. Sehingga Mba Neng mengalami patah tulang dan kaki parah.  Mobil ugal-ugalan tersebut sudah langsung disita oleh Kepolisian.

Kurang lebih hampir satu tahun, mba Neng sudah bisa berjalan, tapi masih pake alat bantu jalan (apa tu ya namanya *lupa*).

Dia juga sekarang sudah banyak belajar. Sedikit demi sedikit sudah bisa dinasihati. Foto yang masih bersebar di akun FBnya sekarang sudah mulai dihilangkannya. Dan sudah mempunya nama kunyah, “Ummu Hazimah“. Seperti namanya, dia ingin menjadi orang yang kuat dalam memegang agamanya. Aamiin.

Dari yang rencananya setelah sembuh ingin mengenakan hijab,  sekarang berganti menjadi ingin berhijab sempurna sebelum sembuh. Dia utarakan niatnya itu kepada ayahnya agar segera membelikan hijab, tapi ayahnya belum mampu membelikan. Mengingat biaya berobat juga masih jalan sampai sekarang dan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari yang terbilang pas-pasan.Semoga Alllaah tetap memudahkan jalan Mba Neng untuk berhijab secara sempurna.

Saya pun ingin membantu mba Neng agar bisa bersegera melaksanakan niatnya tersebut. Dan saya segera mengumpulkan beberapa hijab (dari saya dan teman-teman) yang masih layak untuk dikirim ke Mba Neng.

Saya juga mengajak teman-teman blog walker yang mampir kesini, untuk membantu mba Neng berupa pakaian syar’i (bekas tidak apa-apa, asal masih layak pakai) dan buku yg berisi tt ‘ilmu syar’i (bila ada).  Terutama yang ada di daerah Palangka Raya, Sampit, dan sekitarnya.

Jazaakumullaahu khairal jazaa’

‘Afifah Al Maghtany