Bila mau menghitung nikmat Allaah yang diberikan padaku kemarin-kemarin & hari ini bener-bener ga kehitung, diantaranya :

Kemarin-kemarin :

  1. Dapet diskon makan siang dari Ibu Jawa
  2. Dapet diskon bayar kosan
  3. Dibelikan obat *****

Hari ini :

  1. Dapet 1 free roti
  2. Dapet pulsa dari someone.
  3. Pesenan & yang kejual nambah

Alhamdulillaahiladzi bini’matihi tatimush-shalihaat. Akhirnya aku gak jadi nepok jidat temenku yang girang rang rang gara-gara aku non-aktif dari pekerjaan. Emang ya meni riweuh banget pas masih kerja kemarin. Meni sibuk pisan kerjaan teh, yang lain tetep utuh tak tersentuh. Non aktif kerja ini memang kesulitan, tapi jazaakumullaahu khairan  you all of my friends yang udah keep me on higher motivation. Its amazing.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “Ketika Allah rindu pada hamba-Nya, Dia akan mengirimkan sebuah kado istimewa melalui malaikat Jibril yang isinya adalah ujian. dalam Hadist Qudsi, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman ” Pergilah pada hamba-Ku lalu timpakanlah berbagai ujian padanya karena Aku ingin mendengar rintihannya” (HR. Thabrani)

Dulu merasa itu adalah ujian, namun kini semua ini menjadi sebuah nikmat.
Di dalam rumah saya jadi merasa dekat dengan Allaah, bisa punya waktu banyaaaak banget buat nambah hafalan & muroja’ah, bisa rajin ikut ta’lim, and much more.
Mungkin aku telah menjadi miskin karena harta. Tp insyaaAllaah, tidak untuk agamaku. Aku yakin, rezekiku sudah Allaah atur dan persiapkan untuk besok dan seterusnya. Aku jadi lebih menghargai apa yang kecil yang dulu sering dianggap tak berarti. Bahkan bayar angkot pun pakai uang pas (gak mau rugi. Hehe )

Ya begitulah, semua memang sudah berbeda (dulu dan sekarang). Aku benar-benar memulai hidupku dari titik 0,0.  Bukan lagi bertanya,” adanya apa? “.  Tapi  apa adanya.

Alhamdulillaah ya, nikmat dari Allaah memang tak pernah berhenti.

11.25 PM Bandung, 18 Dzulqo’dah 1432 H
‘Afiifah