Judul tulisan aku kenapa lebih mirip kayak headline yang lagi nampang di halaman depan koran ya? Hehe. Tapi gak apa-apa lah. Pagi ini, saat aku buka FB, aku melihat kata-kata yang menghina dan mencaci syariat Islam yang mulia. Aku gak marah, sob. Beneran, aku gak marah. Kenapa? Karena La taghdob walakal jannah, Jangan marah maka bagimu surga.

Dan pertolongan Allaah itu bukan di dapat dengan marah, tapi dengan sabar dan sholat. Tau kan? Ayat Allaah yang menjelaskan tentang cara mendapatkan pertolongan Allaah harus dengan sabar dan sholat. Tau dong.

Jadi aku memilih untuk bersabar. Karena kalau aku marah, dia seneng dan satu speeesieeeeesss lagi yang akan happy-happy adalah dia si makhluk terlaknat. Yang bener aja sepagi ini aku bikin mereka seneng. Sorry, ga bisa, mawar (bukan nama sebenarnya).

Dan aku gak banyak baca tulisan di statusnya. Aku cuma liat beberapa kata-katanya yang sangat-sangat-sangat tidak pantas untuk diucapkan, kalau misalnya dia mengaku masih cinta Allaah dan cinta Rasul. Rasa-rasanya gak mungkin dan sulit dipercaya. Aku sengaja gak copy paste kata-katanya, yang jelas aku gak mau ada yang marah di antara kita. Mungkin di hacker itu adalah orang Badui yang kencing di masjid dan sekarang kita adalah peniru akhlak Rasulullaah Salallaahu ‘alayhiwassalam. Setuuujuuuu?!

Yang jelas aku udah di remove sama si pembajak akun, dan sebelum di remove, aku udah malakukan apa yang bisa aku lakukan. Aku report, aku message, dan aku comment di salah satu wall postnya. Comment aku cuma copy paste dari status di empunya akun yang asli.  Dan statusya sebelum di bajak itu ya, isinya tausyiah-tausyiah dan itu yang aku copast sebagai komentar dari status yang di buat si pembajak. Dan jalan akhir adalah aku blokir dia. Sudah.

Dan kasus pembajakan kayak gini bukan yang pertama. Tapi sudah berkali-kali banyak terjadi pada akun akhawat. Sering banget. Kalau ikhwan, aku gak tau ya.

Dan dan dan aku gak tau apa sebenernya tujuan mereka, karena urusan hari hanya dia dan Allaah yang tau.

Tapi dulu, aku pernah belajar sedikit tentang teknik buat mengambil alih akun orang, tapi yang jelas gak aku praktekin karena tentunya aku gak sejahat itu ya teman-teman. Hehe.

Dan aku belum pernah denger orang baik-baik, agamanya baik, dan dari keluarga baik-baik itu membajak akun FB orang, siapapun dia, meskipun akun punya pelaku maksiat (misalnya). Sampai detik saat aku menulis tulisan ini dan insyaa Allaah gak akan yang terjadi. Tapi kehendak Allaah siapa yang tau, karena Qodarullaah wa maa~syaa fa’al. 

Tapi insyaa Allaah gak akan kejadian, sob. Kenapa? Karena masuk ke privasi orang lain tanpa hak itu sama dengan mencuri. Betul ?

Masa’ orang baik-baik, agamanya baik, dari keluarga baik-baik, dan calon mantu yang baik melakukan tindakan serendah itu? Hallooow, harga diri, sob. Mau dikemanain? Kita ini harus banyak Inget Allaah, inget Rasulullaah, inget ibu kamu, inget calon mertua kamu. Hey, kenapa ada yang senyum-senyum? Aku gak salah ngomong kan, sob? Hehe.

Dan kalau misalnya itu benar ada melakukan dan dia bilang “Niat dan jujuan gue baik, sob “, itu juga harus dipertanyakan, temans. Misalnya gini ada orang baik-baik bilang, “Ih, ni orang status-statusnya mencela agama gue mulu. Kesel deech”. Maklum orangnya rada alay.

Dan begitu dia kesel dia memhack akun FB orang tersebut, apakah orang yang “status-statusnya mencela agama itu” akan berubah menjadi baik?
Apakah dengan menghack akun orang tersebut dia telah memberi solusi ?

“Meskipun niatnya baik, tapi caranya salah. Apakah akan ada solusi, teman-teman?”  Tolong jawab dengan nuranimu teman-teman.
Itu pertanyaannya rada-rada mirip tulisan di statusnya temenku, siapa, kapan, dan dimananya aku lupa, yang jelas pertanyaannya gini, “Apakah kekufuran akan melahirkan syariat ?”. Silahkan teman-teman jawab sendiri. Oke.

Baiklah. Sebenernya aku gak bermaksud untuk membuat bersambung, tapi tulisannya ternyata masih panjang. Jadi, Insyaa Allaah bersambung ke Hacker Jahat Serang FB Muslimah (2)