Aku rasa tertatih, tapi mimpiku yang begitu besar memaksaku terus berjalan dan tidak mungkin jika hendak berhenti. Aku sedang di pertengahan jalan dan aku rasa ada batu besar yang tengah menghalangi jalanku, tapi terlalu besar untuk dihalau seorang diri. Kepada siapa lagi aku harus mendekat, selain kepada Rabbku.

Aku tertatih mau berdiri, karena aku lagi sakit kepala. Bener-bener atit. Huaiks hiks hiks. Gak sempet tidur siang, karena ada yang musti dikerjain. Dan akhirnya jadilah kelayapan ke Tiki, tapi ternyata kantornya tutup. Paketan yg harusnya dikirim akhirnya ikut jalan-jalan ke kampus area. Ke ATM, nge-print, beli bakso ikan dan makan malem sekalian. Satu lagi aku beli perdana. Hag hag hag. Who will be my first victim, today ? Hehehehe.

Kalau jalan-jalan gini, gak berasa pusingnya dan pas di jalan baru ‘ngeh‘ kayaknya aku pusing gara-gara overdosis deh. Kebanyakan makan telor pas tadi pagi-pagi sekali. Makanya ‘eneg‘ dan pusing.

Pas perjalanan ke ATM,  di jalanan Sukapura, ada bapak-bapak bawa selebaran sambil bilang, “Iniiii mbaaakkk” (suaranya pelan dan samarmirip suara ibu peri versi TV Zaman Baheula) dan dia pergi.

Ternyata bapak itu ngasih iklan kursus bahasa Inggris di Mangga Dua, Sukapura. Ya sudahlah, biarkan beliau berkreasi. Dan ternyata nyampe deket area kampus banyak orang-orang yang pegang selebaran, benar ternyata bapak itu masih terus berkreasi.

Berat bawa “paket tiki-tiki” ini di dalam tas punggung. Ini hampir sekitar 3 kg kayaknya ada. Beuh. Beli baso ikan dulu. Lanjut nge-print ke Trapesium. Ketemu siapa itu namanya yang jaga tuh? Asep ya? Lupa deh. Sekarang dia udah kuliah katanya.

Alhamdulillaah lah, semoga Allaah mudahkan urusannya dan temans~ku yang lain yang lom kelar kuliahnya. Aamiin.Yang rajin kuliahnya ya. Jaga kesehatan. Jaga diri baik-baiknya.

Meski rasa tertatih, tapi mimpi ini terlalu besar untukku berhenti.

eneg‘ liat kamu telor. (