Ada yang bilang, kalau ingin kaya, jadilah pengusaha.
Apa yang salah dengan obsesi jadi orang kaya? Hehe.
Salah jika dilakukan dengan cara yang salah, iya, itu sudah pasti.

Rezeki insyaa Allaah sudah Allaah yang atur. Ada beberapa orang yang menghubungkan tipe otak dengan kemampuan berwira usaha. Otak kanan dan otak kiri sudah menempel di kepala kita sejak kita jadi janin, jadi saranku  gunakan keduanya secara seimbang.

Dan aku bener-bener gak habis pikir kenapa ada orang yang begitu membela otak kanan dan merendahkan otak kiri, sementara otak kiri itu mereka masih menempel di kapala mereka. Benar-benar gak tau kenapa. Kalo aku ada di sampingnya, aku pingin bilang, “Mas, otak kirinya di copot aja mas“.

Otak tengah juga banyak di bangga-banggakan oleh beberapa kelompok orang. Dan ternyata pelatihan pengembangan otak tengah itu juga ‘kontroversial‘. Dulu aku sempat posting tentang otak tengah karena saking excitednya waktu itu dan pengen banget ikut pelatihannya. Sampai ada yang komentar yang tanya kapan bisa mengadakan pelatihan di daerahnya. Padahal itu artikel copy-paste dari official websitenya dan jelas ada sumber tulisannya. _-

Intinya kalau mau memulai usaha, maka mulailah dari sekarang. Dan tentunya kita akan memerlukan semua jenis otak yang ada di kepala kita. Tanpa terkecuali.

Dan dengan semangat membara, Saya percaya kalau sudah habis masa kesulitan-kesulitan ini, insyaa Allaah akan datang kesuksesan yang lebih besar.

JAdi, kalau di tanya, Kapan sebaiknya mau memulai usaha? Jawabannya adalah sekarang juga. Karena kita belum tau tantangan besar apa yang ada di masa datang.

Bagaimana dengan modal usaha? Modal itu sebetulnya relatif.  Tapi bukan berarti tidak butuh modal sama sekali. Jangan salah, semangat itu juga modal loh. Hheehe.

Tergantung kamu mau usaha apa? Perkirakanlah kira-kira akan butuh modal usaha berapa?
Tapi sebelumnya pastikan dulu ini :

  1. Pilih usaha yang benar-bener kamu minat. Karena sesuatu yang dilakukan karena kesukaan itu insyaa Allaah gak akan mudah bosan.
  2. Anggarkan modal usaha dengan baik.
  3. Lihat situasi pasar untuk menetapkan harga, jangan terlalu mahal, terlalu murah juga jangan.
  4. Ajak teman (jika ada).

Kalau melihat sistuasi sekarang ini. Memulai usaha itu justru lebih gampang lo.

Bayangannya begini : Misalnya kamu mau usaha jual busana muslimah online.
Kamu beli 3 pakaian muslimah 1 gamis, 1 jubah, dan 1 jilbab
Lalu, kamu foto dan pasang di blog atau pages FB. Tag tag tag ke temen, temen ada yang suka terus di beli. Laku deh. Balik modal.

Beginilah kecanggihan teknologi. Intinya siapapun bisa jadi pangsa pasar kita, temen kuliah, saudara, bahkan siapapun, termasuk masyarakat dumay (dunia maya).

Tentu tidak akan terus menerus mulus itu perjalanannya. Hehe. Ada aja asem garem yang lewat ke dunia ber wirausaha. Tergantung, apakah kamu termasuk orang yang tahan banting ?

Belum lagi persaingan. Wajarlah dunia bisnis selalu ada yang namanya pesaing. Tinggal kita siap atau tidak? Insyaa Allaah rezeki itu sudah Allaah tuliskan. Kita ini sebagai makhluknya yang dho’if hanya bisa berusaha. Semoga Allaah meridhoi dan memudahkan.

Jadi, apa yang masih di khawatirkan?
Kapan kamu akan mulai bisnismu sendiri?

Semangat entrepreneur!