Menjadi mandiri itu tantangan. Apakah kita berani atau tidak?
Karena kita benar-benar tidak ada yang tau, apakah kontrak kerjamu itu akan berakhir tepat waktu sesuai perjanjian kontrak atau akan berakhir lebih cepat dari yang sudah ditetapan? Who knows? Qodarullaahu wa maa syaa’a fa’al.

Meski sudah mandiri, bukan berarti secara materi saya orang kaya. Belom… Belom kaya, tapi masih ‘nyaris’ kaya.  Haha. Kalau kekayaan hati, semoga hati kita memiliki kekayaan yang tiada tara.

Menjadi mandiri, meski baru sebentar, belum ada setahun. Tapi udah banyak cerita yang tertoreh. Pernah waktu ‘rada susah’ dulu, mamaku sering tlepon dan pertanyaannya selalu sama.
Uangnya masih gak? Masih berapa? Cukup gak? 
Gak minta kiriman, Mama kah ?
Habis mamaku nlepon dengan pertanyaan gitu, besoknya ganti abah yang nlepon dengan pertanyaan yang sama.

Pernah waktu itu habis di nlepon gitu aku langsung nangis. Karena, beneran ini sedih banget, pas di tanya dengan pertanyaan itu pas aku lagi down dan keuangan juga lagi down. Sampai sekarang kalau ingat itu juga masih sedih, sekarang juga berkaca-kaca nih nih nih. Kelihatan gak? Haha.

Penawaran mau dikirimin uang lagi itu dengan ragu-ragu aku tolak, karena terus terang orang miskin mana yang dikasih uang itu menolak? Apalagi kondisi waktu itu, uang tu ga tau bakal cukup sampai akhir bulan atau nggak. Sedih banget deh. Kerjaannya berhari-hari tu nangis doang dan serunya waktu itu juga lagi sakit. Dan aku masih inget banget, aku lagi sakit batuk.  Dan sambil batuk uhuk uhuk, aku bercanda sama temenku, “Orang miskin itu identik sama sakit ya?” dan abis ngomong gitu masih sempet pula aku ketawa.  Menertawakan diri sendiri.

Bagaimanapun mereka, tetap anggaplah pelanggan itu seperti adik kecil yang lucu, imut, dan menggemaskan. Perlakukan dengan baik dan sopan. Karena bidang order and retail ini sungguh sangat memerlukan kesabaran. Hehe.

Karena kesulitan dan kesusakan itu pasti ada sebagai ujian. Dan tentunya tidak akan ada pelaut ulung yang terlahir dari lautan yang tenang. Kalau belajar teori wirausaha mungkin beberapa menit juga selesai, tapi pertanyaannya adalah, “Can you do that ?

Kita semua ingin mendapatkan kebebasan finansial, ya memang banyak jalan untuk itu dan kita perlu ikhtiar dan salah satunya adalah memulai usaha semoga itu jalan kesuksesan finansial kita, bi~idznillaah. Aamiin.

Dan sekarang ini banyak temen-temen aku yang mulai banyak membuka usaha sendiri. Di antaranya :

  1. Usaha makanan : Ada yang jual jenis kripik-kripikan. Kripik bayam, kripik kulit, dan banyak lagi. Ada yang jual roti, dan ada juga yang mau mulai jual batagor (lirik ke yang nulis blog ini). Hehe.
  2. Usaha herbal : Jual berbagai jenis herbal seperti habbatussauda, sari kurma, dan masih banyak lagi yang lain.
  3. Usaha toko buku : Jual berbagai kitab matan, kitab terjemahan tentang Sholat, Fiqih, Manhaj, Adab, dan lain lain
  4. Usaha desain grafis dan percetakan: Buat desain sertifikat, banner, spanduk, stiker, flayer, katalog. Dan juga menyediakan jasa cetak untuk sertikikat, spanduk, X-banner, dll.

Jadi, bisa sekalian pesen yang lain juga dengan satu pengiriman. Karena temen-temen aku jualannya komplit banget kan, kalau di gabungin di satu tempat udah kayak Toserba. Hehe.

Jangan dikira usaha kami ini udah besar, udah punya mobil mentereng yang berderet dan berjejer banyak banget. Itu nanti ya, nanti insyaa Allaah akan begitu. Bi~idznillaah. Aamiin.

Tapi kenyataannya sekarang ini adalah kami ini adalah para akhawat yang masih unyu’-unyu’.  Ada yang belum lulus kuliah, ada yang udah lulus kuliah, ada yang lagi kuliah, dan  apa yang kami lakukan ini adalah triiiiikkkk. Hahahaha. Iya, ini trik untuk merintis untuk menjadi orang kaya sejak dini, dengan menjadi boossss, bukan pegawai. Yaa, meskipun di usaha ini, kami-kami merangkap jadi bos sekaligus pegawai bagian marketing, bagian produksi, bagian kasir, dan bagian front office. Woww. That is in we, very functional, creative, multi-talent, and very tired sometimes.

Banyak pilihan untuk untuk menjadi mandiri, tapi kami memilih mandiri dengan bisnis sendiri.

Tidak, sangat tidak pingin jadi pegawai kantor. Karena ada yang harus berangkat pagi-pagi dan pulang malam. Sampai-sampai mereka tidak pernah melihat sinar matahari. Kehidupan mereka udah kayak zombie aja. Mereka? Bukan mereka, tapi tepatnya that was me in some month ago. Dan yang bilang Zombie itu temenku. Pas jam 8 malem harus masuk kantor dia bilang, “Kita udah kayak Zombie aja ya, ngantor pagi-pagi, pulangnya udah malem”.

Saya mengajak anda untuk menjadi  entrepreneur muda.
Be Young dan Smart Entrepreneur.

Semangat entrepreneur !