Terlalu udzur untuk memikirkan untuk bermain-main lagi. Sudah habis masanya. Sudah 21 tahun.

Masih muda ya..“, itu kata mbak-mbak yang duduk bersamaku beberapa bulan lalu saat berteduh dari hujan di gubuk kosong pinggir jalanan. Jadi senyum-senyum deh. Hhehe.
Emang umur mbak sekarang berapa?“, Jadi penasaran.
Kalo ana udah 40 tahun, ukht“. Apa? Sontak aku kaget. 40  atau 30 tahun? Pendengaranku rada-rada kesumbat bisingnya motor yang lalu lalang di jalanan dan derasnya hujan. Tapi kayaknya aku gak salah denger deh. Bener-bener 40 tahun. Yaa Subhanallaah.

Dan belum menikah?!
Ana selalu dihalangi nikah sama orang tua ana, dulu pernah ta’aruf tapi orang tua ana kurang setuju“. Iya mbak, aku pernah baca tentang kisah kisah anak perempuan yang di halangi menikah oleh orang tuanya. Dan salah satunya aku denger langsung dari mbak ini. 40 tahun, kalau dari 21 tahun itu berapa lama penantiannya ya. Hiks. Lama banget. Bahkan terlalu teramat sangat sangat lama dan sampai jenuh.

Dan aku bener-bener sadar 21 tahun itu masih sangat muda, jika menengadah ke atas. Hwehehe. Ya ampun perjalananku masih panjang ternyata. Aku punya obsesi nikah muda. Mungkin dua atau tiga tahun lagi ya nikahnya. InsyaaAllaah. Dua atau tiga tahun lagi juga aku masih muda kok. tapi, kelamaan gak sih? Ada yang bilang, dua tahun itu sebentar banget.

Aku masih mau belajar bahasa Arab, belajar Tahsin, dan belajar menjahit. Kalau udah nikah, udah susah lagi belajar, bukan susah lagi, bisa-bisa berhenti belajar talaqi ama asatidzah. Sangat tidak diharapkan sama sekali.

-di tempat yang berbeda-
Wallaili idza yaghsya..” suara Luqman terdengar lagi muroja’ah hafalan di ruang tengah. Luqman anak laki-laki yang  lucu, periang, dan penurut. umurnya sekitar 6 tahun. Mungkin saat usianya 16 tahun bahkan kurang dia sudah menjadi hafidz. insyaaAllaah. Bi-idznillaah.

Amah Rizka, kapan nikahnya?“, hihi lucu banget waktu dia tanya pertanyaan itu. Bikin senyum-senyum aja nih pertanyaan Luqman. Umminya juga jadi senyum-senyum sama pertanyaan Luqman. Ah, Luqman.

Anakku sayang, sabar ya, nak.  Kupersiapkan tarbiyatul ula terbaik untukmu kelak. Bi~idznillaah.

-Penantian-