Pagi ini ana nangis terharu banget, umm“, cerita seorang ibuk-ibuk mengawali curhatnya pagi ini.

“Ana masak nasi goreng untuk sarapan, malah keasinann parah. Tp zauji blang enak dan lahab makannya bahkan beliau mnghabiskan sisa di piring ana. Padahal ana aja susah nelennya”, lanjutnya. “Ana udah bilang kalau ga enak ga usah di makan. Tapi beliau tetep bilang enak”, makin bikin terharu.

Masyaa Allaah. Suami-suami yang sangat menghargai istri, begitu menjaga perasaan istrinya, hingga menahan rasa tidak enak. 

Ana udah minta maaf, malah beliau senyum manis“, dan sebagai istri beliau masih memendam rasa bersalah.

So sweeettttt bangettt ya Allaah. Masih ada gak ya Allaah suami yang baik macam itu. Masih ada kan ya Allaah. Huhuhuhuhu. Sabar, sabar, dia yang baik hati itu sedang menanti di tempat penantiannya dan yakin Allah punya cara terbaik untuk mempertemukan dan menyatukan hati-hati kami nanti. Aamiin. hope

Mungkin ibroh penting lain yang bisa dipetik adalah jadilah istri yang betul-betul pandai memasak, dan selalu berusaha memasak lebih enak di lain waktu. ^^/

Atau kalau tidak, selamanya akan menjadi istri yang selalu menguji kesetiaan suami. ^^

-sisi lain-
Laki-laki itu lebih bisa banget ya untuk menahan kekurangan daripada perempuan. Sangat diakui kalau perempuan itu dikit-dikit ngambek.

Akhirnya tragedi nasi goreng asin telah membuatnya tersadar dan berkata, “Nyesel kalo inget suami salah dikit langsung ngambek“, yang juga dibenarkan oleh ibuk-ibuk yang lain yang ternyata masih suka ngambek sama suaminya.  Ya, begitulah hiasan rumah tangga.

Sabar ya para suami. Ngambeknya istri itu (kayaknya) tanda cinta lho. Percaya gak? Hhehe. Percaya lah ya.
Semoga keberkahan dilimpahkan kepada para suami yg mencintai istrinya karenaNya.