Download rekaman kajian dengan tema Lebih dekat Dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Al-Ustadz Luqman Ba’abduh –hafizhahullaah– di Masjid Agung Al-Amjad Kompleks Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Tangerang. Dilanjutkan dengan kajian Mewaspadai Tersebarnya Bahaya Teroris Khawarij Melalui Yayasan Ihya At-Turots.

1. Mengenal Lebih Dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam [8,9 MB | durasi 1:17:53]

2. Mewaspadai Tersebarnya Bahaya Teroris Khawarij Melalui Yayasan Ihya At-Turots sesi 1 [10 MB | durasi 1:29:58]

3. Mewaspadai Tersebarnya Bahaya Teroris Khawarij Melalui Yayasan Ihya At-Turots sesi 2 [8,6 MB | durasi 1:15:24]

Cara download : Klik kanan > Save Link As…. (Simpan tautan sebagai…)
Cara mendengarkan kajian : Klik satu kali pada link.

Bekerjasama dengan:

Berikut adalah Transkrip rekaman kajian Mewaspadai Tersebarnya Bahaya Teroris Khawarij Melalui Yayasan Ihya At-Turots sesi 1 yang admin dapatkan dari milis Salafi-Indonesia.

Innalhamdalillah. Nahmaduhu wa nastainuhu wa nastaghfiruh. Wana’udzubillah min syururi anfusina wa min sayyiaati a’maalina. Man yahdihillahu falaa mudhillalahu. Wa man yudhlilhu fala haadiyalahu. Wa asyhadu anlaa ilaahaillallaah wahdahu laa syarikalah. Wa asyhaduanna muhammadan ‘abduhu warosuluh. (Sampai akhir khutbatul hajah)

Ayyuhal ikhwah, rohimani wa rahimakumullah jamiian. pada kajian dauroh yang kedua kali ini, kita akan membahas secara lebih khusus salah satu permasalahan yang sangat penting dan cukup menyibukkan salafiyin di dunia internasional termasuk di antaranya di negeri kita Indonesia ini. Permasalahan yang dimaksud adalah seputar sebuah yayasan atau jumiyah sebuah organisasi yang didirikan sebenarnya di negara Kuwait di Timur Tengah yang kemudian yayasan ini dikenal dengan Jamiyah Ihya At-Turots.

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan jumiyah organisasi Ihya At Turots ini telah mengundang polemik yang berkepanjangan di tengah-tengah barisan dakwah ahlus sunnah. Oleh karena itu betapa kita ini butuh untuk memahami hakikat permasalahan jamiyah Ihya at-Turots secara ilmiyah walaupun sebenarnya permasalahan ini telah dijelaskan beberapa tahun yang lalu atau lebih dari 10 tahun yang lalu namun disebabkan beberapa sebab sehingga mengundang kita untuk kembali bicara menjelaskannya. Di antara sebab tersebut adalah sebagian teman-teman kita telah lupa terhadap beberapa maklumat dan pengetahuan seputar Jumiyah Ihya at-Turots ini sehingga kita mendapati sebagian mereka bermudah-mudahan atau tasaahul di dalam bermuamalah, berhubungan dengan yayasan ini atau orang-orangnya. Ini adalah jenis yang pertama, sehingga orang-orang yang lupa penting untuk diingatkan. Karena Allah menyatakan “Wa dzakkir fa innad dzikro tanfa’ul mukminin” Berilah peringatan, teguran, karena peringatan itu bermanfaat untuk orang-orang yang beriman.

Kemudian yang kedua, karena lahirnya atau munculnya teman ahlussunnmah salafiyin yang baru dalam masa kesalafiyahannya sebagian mereka tidak mengetahui, tidak mengetahui maklumat yang cukup tentang apa itu jumiyah ihya at turots, kenapa dibicarakan oleh para ulama. Kenapa sebagian ulama mentahdzirnya memperingatkan umat islam dari bahaya yayasan ini sehingga karena adanya beberapa kawan yang baru ini betapa mereka butuh ta’awun dari kita dari para asatidzah untuk mendapatkan maklumat penjelasan sehingga sikap mereka itu didirikan di atas sikap yang ilmiyah, di atas ilmu, bukan di atas sikap ikut-ikutan atau taklid. Bertolak dari salah satu pokok manhaj yang kita pelajari bersama yaitu “Al ilmu qoblal qouli wal ‘amal” Kewajiban berilmu sebelum kita berucap atau sebelum kita beramal, sebelum kita menilai atau kita bersikap. Kewajiban berilmu adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Ikhwani fiiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Jamiyah Ihya at-Turots telah berhasil mempengaruhi salafiyin di dunia internasional dan memecah belah mereka, memecah belah persatuan dakwah mereka, sebanarnya bukan kerena syubuhat yang kuat dari mereka, atau syubuhat yang sulit untuk dijawab oleh ahlussunah itu sendiri atau para asatidzah, namun meraka berhasil di banyak tempat dan di banyak negara, di Indonesia, di Pakistan, Somalia, di Yaman di Kuwait sendiri dan beberapa negara yagn lainnya berhasil memecah belah salafiyin dengan program-program dana sosial yang meraka bagikan. Itulah yang kemudian syaikhuna Muqbil bin Hadi al Wadi’i rahimahullah sejak lebih dari 16 tahun yang lalu telah menyetakan: “Maa farroqot jamiyyah ihya at turots as salafiyyin fil ‘aalam bi afkarihaa, innama farroqothum bidanaaniiriha”. Tidaklah ihya at turots berhasil atau mampu memecah belah salafiyin di dunia internasional ini dengan sebab paham-paham menyimpang yang ada pada mereka, tetapi hal itu lebih didukung keberhasilan mereka memecah belah salafiyin itu dengan dinar2nya.

Yayasan ini atau Jamiyah Ihya At-turots ini bergerak dalam program-program organisasinya adalah “Jama’u azzakawaat wal infaaq was shodaqoot” Mengumpulkan dana-dana zakat dari kaum muslimin di berbagai negara, dana-dana shodaqoh dan infaq untuk kemudian kata meraeka dibagikan kepada orang-orang yang berhak: anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang fakir, membangunkan mesjid-mesjid, pondok pesantren, menggali sumur-sumur bor atau yang semisalnya, gaji bulanan untuk para dai atau para ustadz. Namun ternyata melalui pembagian dana sosial itu tadi dana zakat dan semisalnya mereka berhasil menjadikan salafiyin sebagai tunggangan untuk menyebarkan berbagai akfaar pemikiran-pemikiran menyimpang yang ada pada mereka.

Ikhwani fiiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Maka dalam kesempatan ini kita ingin mengetahui apa sebenarnya apa itu Jamiyyah ihya at turots. Kalau tema yang antum sudah ketahui bersama melalui pengumuman yang disebarluaskan oleh panitia penyelenggara, yaitu “Mewaspadai Tersebarnya Bahaya Teroris Khawarij Melalui Jamiyyah Ihya at Turots”. Karena memang demikianlah realitanya. Jamiyah ihya at turots di dala praktek dakwah mereka kemudian yang kedua, dari sikap-sikap dan pernyataan para tokoh-tokoh dan pembesar jamiyah ini kita bisa dapat menyimpulkan bahwa jamiyah ihya atturots adalah yayasan yang berdiri di atas ushul dan qowaid al-khawarij .

Di atas pokok dasar pemikiran kaum khawarij itulah ihya at turots. Hal ini akan bisa kita ketahui dari beberapa data yang akan saya bacakan, sekelumit data yang akan kita dengarkan bersama tentang ihya at turots. Sebelum saya membaca beberapa data tersebut, beberapa waktu yang lalu sempat terjadi diskusi, antara kami, saya dan salah seorang ustadz mereka, salah seorang ustadz yang telah lulus dari jamiyah islamiyah dengan gelar master. Diskusi yang berjalan kurang lebih 3,5 jam. Dalam kesempatan itu saya tanyakan kepada beliau, kurang lebih 1,5 bulan yang lalu diskusi ini terjadi, saya tanyakan kepada beliau: apa yang antum ketahui ya ustadz tentang jamiyah ihya at turots”. Sebelum kita berdiskusi lebih panjang. Dia menjawab dengan jujur dan saya melihat wallahu taala a’lam hanya Allah yang tahu, kita hanya menghukumi yang zhohir, ustadz yang bersangkutan tadi adalah seorang yang menampakkan akhlak yang baik dan nampak kepada saya adanya sebuah kejujuran. Semoga Allah memberi hidayah kepada kita dan beliau. Dia menjawab bahwa, “Yang saya ketahui tentang jamiyah ihya at turots bahwa ia adalah sebuah jamiyah allati tuayyidul khuruuj ‘alal hukkaam. Adalah sebuah yayasan yang sangat mendukung kegiatan memberontak kepada waliyyul amr.

Maka serta merta saya katakan di hadapan para asatidzah yang hadir pada waktu itu dan di hadapan beliau, ana katakan “Allahu Akbar, Lau laa ‘inda ihya at turots illa hadzihi al mukhoolafah lakafa”. Kalau seandainya pada Jamiyah Ihya At Turots tidak ada penyimpangan lain selain yang antum katakan itu bahwa yayasan ini sangat mendukung kegiatan penentangan atau pemberontakan terhadap waliyyul amr sudah cukup ya ustadz untuk kita mengatakan yayasan ini adalah jamiyah hizbiyyah, yang wajib kepada asatidzah, kepada para ustadz untuk menjelaskan kepada salafiyin kepada ahlus sunnah untuk menjelaskan bahayanya jamiyah ini.

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Untuk mengetahui sejauh mana yayasan ini dan kaitannya dengan akidah khawarij, kita akan menyebutkan beberapa hal sehingga saya berharap majelis ini sebagai tambahan maklumat bagi antum. Dan semoga bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang masih sampai saat ini bermuamalah bekerja sama walaupun sebatas menerima dana bantuan dari mereka, untuk kemudian mereka menjauhi dan meninggalkan hubungan dan interaksi dengan yayasan hizbiyyah ini. Demi keselamatan dakwah, demi keselamatan dakwah salafiyah di negeri ini secara khusus.

Kemudian setelah saya menyampaikan data-data tentang jamiyah ihya at turots yang ada di Kuwait, tokoh-tokohnya, insya Allah akan dilanjutkan dengan menyebutkan beberapa perbuatan ihya at turots di negeri kita, apa yang sudah mereka lakukan terhadap dakwah ini, yang saya yakin mayoritas antum belum mengetahui hal ini atau mayoritas antum hanya mengetahui bahwa jumiyah ihya at turots adalah yayasan hizbiyyah. Namun semoga beberapa keterangan ini bisa menambah wawasan kita dan sikap kita untuk menjadi sebuah sikap yang ilmiah.

Ikhwani fiddin rohimani wa rohimakumullah.

Yayasan ini sebenarnya telah dikenal salah seorang tokoh perintis salah seorang pendirinya, yang bernama abdurrahman abdul khaliq. Abdurrahman abdul khaliq adalah seorang tokoh yang berfaham dan bermanhaj kelompok al ikhwan al muslimin secara pahamnya bukan secara strukturnya. Orang ini sangat membenarkan dan mendukung keberadaan berbagai kelompok pergerakan di tengah-tengah kaum muslimin. Ia memposisikan berbagai kelompok yang ada dengan berbagai paham, yang ini berpaham mu’tazilah, yang itu berpaham khawarij yang di sana berpaham sufi, yang di sana berpaham ikhwanul muslimin, khawarij dengan berbagai kelompoknya yang ada, bahkan di sana ada yang berfaham syiah, semua itu adalah satu kesatuan yang saling menguatkan yang semestinya mereka saling membantu dal saling bekerja sama ini. Adalah manhaj abdurrahman abdul khaliq salah satu pembesar bahkan salah satu pendiri jamiyah ihya at turots.

Jamiyah ini sangat getol dalam menerapkan kaidah dan slogan al ikhwanul muslimin yaitu kaidah “nataawun ala ma tafaqna alaihi au nataawun fima tafaqna alaihi wa ya’dzuru ba’dhuna ba’dhon fimakhtalafna fihi”. Kita saling menolong, bekerja sama dalam urusan yang kita sepakat di dalamnya, dan kita saling mentolerir, saling memberikan udzur dalam berbagai urusan yang kita berbeda pendapat tentangnya. Kaidah al ikhwanul muslimin yang mana secara praktek amaliyah mereka membantu kita untuk memahami dan mengetahui maksud dan tujuan dari slogan. Bagaimana prakteknya kalau slogan ini diterapkan dalam urusan-urusan khilafiyah seperti kita berbeda dalam beberapa amaliyah ibadah kita seperti ada orang yang sholat setelah ruku’ ketika itidal kembali bersedekap ada yang irsal, naam, yang seperti ini maka kita harus saling memberi uzur tidak perlu menjadikan permasalahan semisal ini menjadi sebab perselisihan apalagi perpecahan.begitu juga dalam beberapa masail fiqhiyah yang lainnya terjadi perbedaan pendapat yang menuntut kita untuk berlapang dada menerima adanya perbedaan dari saudara kita. Yang satu berkeyakin di saat bertasyahud dalam shalat yang dua rokaat baik sholat sunnah atau sholat subuh, duduknya adalah iftirosy sebagian yang lain berpendapat bahwa duduk yang benar di saat sholat yang dua rokaat dan memiliki satu tasyahud adalah tawaruk.

Demikian permasalahan ini juga adalah permasalahan yang menuntut kita untuk bisa mentolerir saudara kita dalam permasalahan ini. Namun praktek al ikhwanul muslimin menafsirkan membantu kita untuk memahami maksud dari slogan tersebut yaitu ternyata mereka itu siap bergabung dengan berbagai kelompok yang berbeda akidah, bertaawun dengan kaum mu’tazilah pengingkar sifat-sifat Allah, bertaawun dengan kaum khawarij yang mengkafirkan kaum muslimin atau pemerintah-pemerintah muslimin, bertaawun dengan kaum syiah rofidhoh. Bukan waktunya Saya berbicara tentang ikhwanul muslimin di majelis ini, karena telah masyhur mukholafah mereka, dan tidak cukup waktu saya bicara tentang mereka lebih jauh, namun cukup sebagai permisalan bahwa ikhwanul muslimin yang dahulu itu siap bergabung dengan kaum syiah, bergandengan tangan dengan kaum syiah rofidhoh dari Iran di dalam proses dakwah mereka bahkan dalam pergerakan partai politik mereka. Ikhwanul muslimin itu adalah sebuah organisasi yang memiliki dua sayap pergerakan. Sayap yang pertama adalah sayap politik, dengan didirikannya parpol partai politik Ikhwanul Muslimin di mesir, dalam partai politik ini telah bergabung disana bahkan kaum nashoro, dalam partai politik ikhwanul muslimin di Mesir dalam parlemennya juga telah bergabung orang-orang nashrani dalam kepartaian mereka.

Begitu yang kedua sayap pergerakan kelompok ini adalah dalam bidang komando, yang mereka memilikili tim-tim khusus untuk melakukan tindakan-tindakan anarkis, teror, pembunuhan, pengeboman, dan yang semisalnya. Maka ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyakum, kelompok ikhwanul muslimin boleh dikata sebagai induk semang dari berbagai kelompok yag lainnya. Bermunculan berbagai kelompok berjalan di atas slogan yang dimunculkan oleh Ikhwanul muslimin (IM) di antara mereka itu adalah jumiyah ihya at turots, benar-benar jamiyah ini berada di atas prinsip dan slogan ikhwanul muslim yaitu “nata’aawun fima ittafaqna alaih wa ya’dzuru badhuna badhon fima ikhtalafna fihi”. Ini adalah yang pertama. Bagi ikhwan yang ingin mengetahui tentang penyimpangan abdurrahman abdul khaliq secara khusus yang bermanhaj ikhwanul muslimin, yang membolehkan dan merekomendasikan taaddud al jamaat, berbilangnya kelompok-kelompok ini dan menjadikannya sebagai kelompok pergerakan islam, yang sebenarnya semuanya itu bukan dari islam.

Pengelompokan semisal itu bukan bagian dari islam. Dan bagi yang ingin mengetahui bahtahan yang lengkap dan rinci tentangnya, silakan membaca karya Asy Syaikh al Mujakhid al ‘Alaamah Robi bin Hadi al Madkholi dalam kitab bantahan beliau terhadap abdurrahman abdul khaliq: yang berjudul: Jamaatun Wahidah La Jamaaat, Wa Shirotun Wahid Laa Asyaroot. Buku ini mungkin sudah diterjemahkan, saya kurang tahu tetapi setidaknya antum bisa meminta untuk dibacakan oleh ustadz-ustadz yang berada di tempat dan daerah antum masing-masing.

Ini adalah alasan pertama mengapa kita katakan Jamiyah Ihya At Turots (IT) adalah jamiyah hizbiyyah, karena mereka berada di atas prinsip yang bathil. Mereka mengajak untuk bisa bergabung, bersatu, bekerja sama dengan berbagai kelompok yang ada di medan dakwah islam ini. Saya akan membacakan beberapa pernyataan tokoh-tokoh mereka yang menunjukkan bahwa benar-benar Jamiyah IT adalah Jamiyyah Ikhwaniyyah! Jamiyah yang berada diatas prinsip-prinsip kelompok IM. Diantara ucapan tersebut, diantara beberapa ucapan tokoh-tokoh IM atau Jamiyah IT antara lain adalah ucapan :

Wail Al Husaawi.
Wail al Husaawi ini adalah wakil ketua Jamiyah IT , jadi posisinya sangat tinggi. Siapa yang pertama? Wail Al Husaawi, Posisinya adalah sebagai wakil ketua, naib rois Jamiyah IT . Jadi bukan petugas kecil; pejabat tinggi yang mengatakan beberapa ucapan antara lain:
– “Wa ‘ntolaqot bi qodrilah ta’ala lituqiima ilaaqoot at toyyibat maa al jamii’ wa nata’aawan ma’ahum”. Bahwa IT dalam perjalanannya sangat berupaya untuk mewujudkan “al ilaaqot at toyyibat” hubungan yang baik “ma’a al jamii’”, dengan semua kelompok pergerakan. Siapa yang dimaksud al jami’ disana, semua kelompok itu? nanti akan dijelaskan, Akan lebih nampak siapa yang dimaksud. Ini masih bersifat gobal.

Qola: “wa nata’awan ma’ahum”, Jamiyah ini IT siap bekerja sama dengan semua kelompok tadi. Na’am. Ini pernyataan salah satu pembesar mereka yang bernama: Wail Al Husaawi. Jabatannya adalah: Wakil ketua Jamiyah IT.

Yang kedua: Ucapan ini diucapkan oleh pengucapnya tadi pada bulan Maret tahun 2004. Jadi jangan ada yang mengatakan bahwa IT itu dulu sesatnya pada tahun 90an atau pertengahan tahun 90 ketika awal terjadinya perpecahan salafiyin Indonesia, kemudian setelah itu jamiyah ini tobat dan kembali di atas manhaj salaf. Perhatikan antum baik-baik bahwa ini diucapkan pada bulan Maret tahun 2004. Dan nanti kita akan mengetahui yang berikutnya dan berikutnya.

Yang kedua adalah: sebuah ucapan yang diucapkan oleh: Khoolid Sulthon bin ‘Isa.
Kholid Sultohn bin Isa dia adalah Rois Majlis Idaarot Jamiyah IT assabiqoh, dia adalah kepala kantor Jamiyah IT, bukan ketua jamiyat tapi kepala kantor Jamiyah IT …. (rekaman kurang jelas) yang lalu. Kholid bin Sulton, atau Kholid Sulthon bin Isa. Na’am.

Dia menyatakan : “Nahnu wal jamii’ al ‘aamiluuna fil majaalil khoiri nahdzifu daaiman ila ta’aawun wat tansih maa al jamiyyat al islamiyyah al ‘aamilah” Kami dan seluruh aktivis dalam bidang kebaikan ini yakni dakwah ini, perhatikan: kami dan seluruh aktivis dalam bidang kebaikan ini, “nahdzifu daaiman” selalu menargetkan “at taawun” kerjasama “wat tansih” penyatuan keorganisasian bersama “ma’a al jam’iyyaat al islamiyah al ‘aamilah” dengan seluruh “al jam’iyyat”, bukan jam’iyyah (maknanya) satu, (tetapi) ay jamiyyaat… jama’ mudzakar.. atau jama’ muannats saalim. (jadi maknanya) Banyak (jam’iyyah), “jamiyyaat” al ‘aamilah, yang berbuat yang bergerak, memiliki aktivitas di medan dakwah ini.

Ini ucapan Kholid Sulthon bin ‘Isa, Rois Majlis Idaarot Jamiyah IT, kepala kantor Jamiyah IT, saya masih membacakan yang global-global. Nanti kita semakin jauh akan mengetahui maksud ucapan-ucapan ini.

Kemudian, juga masih dari ucapan kholid sulthon bin isa. atau dikatan sulton bin isa, kepala kantor jamiyyah bukan kepala jamiyyah, tetrapi kepala kantor. Dia menyatakan: “Innama nu’minu bi…… at tansih wa taawun maa jamii al haiaat al islamiyah li i’laa-i kalimatilaah” Kami berkeyakinan bermanhaj tentang keharusan adanya pengaturan bersama kerjasama saling menolong bersama seluruh organisasi islam dalam rangka meningggikan kalimat Allah. “Wa hunaka taawun qooimun bifi’l baina jamiyyah wa muassasah mahaliyah”; baina al jamiyyah wal muassasah al mahaliyyah, dan disana telah berdiri adanay ta’awun kerjasama secara nyata antara jamiyah IT dan berbagai organisasi lokal.

Siapa mereka yang dimaksud ? Dia lanjutkan, “mitsl: jmiyyah asy syaikh abdullah an nuri al khoiriyah”, ada sebuah jamiyyah, organisasi namanya, diberi nama “organisasi asy syaikh abdullah an nuri al khoiriyah”, apa ini organisasi yang disebutkan? Organisasi ini adalah salah satu corong partai Hamas yang berada di negara Kuwait. Orgainsasi asy syaikh abdullah an nuri al khoiriyah adalah organisasi yang berfungsi sebagai corong pelanjut suara partai hamas yang berdimisili jamiyyah ini di negeri Kuwait. Apa itu partai hamas ? Saya pernah berbicara panjang lebar tentang partai ini dalam salah satu dauroh, entah bisa antum dapatkan CDnya ataukah tidak. Na’am.

Partai hamas secara global adalah partai yang bermanhaj IM yang sedang bersaing keras dengan partai Fatah hingga saling menembak saling mengarahkan senjatanya beberapa waktu yang lalu di Palestina. Partai haas aladaah parati yang tokoh2nya sering memuji al khumaini, dan bekerja sama dengan tokoh-tokoh pengikut manhaj al khumaini. Salah satu corong partai hamas yang berada di Kuwait adalah Muassasaat atau “Jamiyyah asy Syaikh abdullah an nuuri al khoiriyyah”. Ini yang mengatakan kerjasama dengan jamiyyah IT, yang pertama.

Yang kedua, atau yang berikutnya Jamiyyah Al Islaah Al Ijtimaa’iy. Jamiyyat Al Islaah Al Ijtimaa’iy. Juga kelompok IM yang berada di Kuwait. kemudian yang berikutnya adalah Jamiyyat Al bilal ahmar Al Kuwaiti. Dan disebutkan beberapa yang lainnya. Perhatikan baik-baik ini sudah mulai masuk ke rincian-rincian. Na’am. Kemudian berikutnya pernyataan yang diucapakan oleh Thoriq Al Isa. Jadi namanya mirip-mirip ya, kalau tadi Kholid Sulthon Bin Isa. Sekarang Thooriq Al ‘Isa. Siapa Thoriq Al Isa? dia adalah Rois Jam’iyah IT. Pimpinan Jam’iyah IT. Sekarang pemimpin pusatnya, kalau tadi kepala kantornya. Na’am. Dia menyatakan: “Shohamat jamiyah IT al islami fi ta’siis al lajnah al kuwaitiyah al musytarokah lil ighootsah wallati tadhunu jamiyah fi nasril ‘aam al qooim bi amrid dakwah wal ighootsati fil Kuwait. Wat taawan, wa taawun wat tansiihi qooimun ……. wal lajnah biriaasat al ‘aam al faadhil yusuf al hajji.”

Kata dia, bahwa Jamiyyah IT telah berperan aktif di dalam mendirikan sebuah lajnah gabungan, lajnah gabungan untuk bantuan bantuan emergency bagi berbagai peristiwa di mana lajnah ini telah menggabungkan berbagai jam’iyah yang ada di negeri Kuwait dan berusaha bekerja sama dengan meraka. Lajnah yang didirikan ini tadi di mana IT memiliki peran aktif, andil besar di dalam berdirinya lajnah gabungan antara berbagai kelompok atau jamiyah tersebut diketuai secara langsung oleh Syaikh Yusuf al Hajji. Siapa Yusuf al Hajji ? Perhatikan baik-baik: Orang ini adalah, barokallahufikum, salah satu pembesar kelompok IM yang berada di kuwait, kembali hubungannya dengan IM. Na’am. Pembesar kelompok IM yang berada di Kuwait. Yusuf al Hajji. Ya kalau di Indonesia antum paham lah tokoh-tokoh yang dimaksud itu tanpa saya sebut. Maka di sana juga ada tokoh-tokoh besar yang lebih parah pengaruhnya daripada yang ada di Indonesia.

Kemudian di antara yang bergabung dengan lajnah ini adalah juga Al Haiah Al Khoiriyah Al Islamiyah Al ‘Aalamiyyah. Haiat Al Khoiriyah Organisasi Sosial Internasional. Siapa organisasi ini? Dijelaskan di antara pimpinan pentingnya di dalam organisasi ini adalah Yusuf Al Qordhowi. Juga bergabung dalam Lajnah Gabungan Antar berbagai kelompok. Na’am. Kemudian, Ikhwani Fiddin A’aazaniyallahu wa iyyakum. Berkata yang senada dengan ucapan di atas tadi semakna dengan ucapan tadi adalah tokoh yang berikutnya bernama: Jaasim al ‘Inaadiy, Jasim Al ‘Inaadiy dia adalah Rois Lajnah al Qoro Al Afrikiyyah bijam’iyah IT, dia adalah pimpinan cabang IT untuk benua Afrika. Untuk benua Afrika. Yang menyalurkan bantuan ke Tanzania, Somalia, Libia, Etiopia dan yang lainnya. Ini ketuanya. Nanti ada ketua juga cabang IT bagian Asia dan juga asia tenggara. Na’am. Begitu mereka membagi organisasi mereka secara internasional. Apa ucapan Jasim sama dengan yang sebelumnya, membenarkan dan mendukung adanya kerjasama IT dengan seluruh kelompok di dalam berbagai program yang mereka laksanakan. Di sini kita tahu bahwa IT benar-benar menjalankan petuah pembesar dan pendiri mereka yakni Abdurrahman abdul khaliq untuk berjalan di atas prinsip kelompok IM berta’awun dan bekerjasama dengen berbagai kelompok. Ini kesimpulan pertama tentang IT.

Kemudian, kalau tadi adalah ucapan tokoh-tokohnya secara langsung maka berikut ini kita akan dengarkan bersama sebuah artikel yang ditulis di salah satu media yang diterbitkan oleh Jamiyah IT, IT punya media-media di dalam dakwahnya, dalam pergerakannya. Di antaranya sebuah majalah yang dikenal dengan majalah Al Furqon, majalah al Furqon ini dibagikan kepada berbagai pihak di berbagai negara termasuk Indonesia yang ada hubungan kerjasama degnan yayasan IT. di Indonesia ini beberapa yayasan yang bekerja sama dengan TI, ada hubungan, itu akan mendapatkan kiriman majalah Al Furqon. Bahkan di beberapa pondok pesantren mereka. Apa majalah al furqon ini kita akan tahu lebih jauh tentangnya ketika kita bacakan insya Allah. Kemudian di dalam majalah ini, majalah al furqon, edisi yang ke 71 tahun 96 dia menyatakan “Inna arlaba al Jamiyyat Al Khoiriyyah Al Amilah fi da’wah al islamiyah ….. ahdzafuha” “Sesungguhnya mayoritas organisasi atau jam’iyyah yang ada di medan dakwah islam ini tujuan mereka adalah satu, tujuan mereka target-target mereka adalah sama”.

Apa target mereka? Mari perhatikan baik-baik permasalahan ini cukup penting karena sering berkaitan dengan kita dan antum semuanya. Disebutkan apa tujuan dan target-target berbagai organisasi tadi .

Kalau dikatakan: “Targetnya sama ya ustadz… Itukan targetnya sama dalam hal mereka sama-sama programnya memberikan dan menyalurkan dana bantuan jadi sebatas itu maksudnya” Hati-hati dengan syubhat ini. Kita dengarkan lanjutan artikel yang ditulis di dalam majalah mereka, majalah al furqon pada edisi yang disebutkan baru saja ini, edisi ke 71 tahun 96.

Dilanjutkan “wa hiya” target-target tersebut adalah: “tatalakhkhos fi amroini ‘aammaini”, Tersimpulkan dalam target penting. Apa dua target penting itu, salah satunya dia sebutkan “Iijaaj al badiil ‘anil qiyaadah islamiyyah al ghooibah”, yaitu untuk segera memunculkan melahirkan pengganti bagi kepemimpinan umat islam yang telah hilang.

Benar pemimpin umat islam telah hilang ? Jawabanya tidak. Kita di Indoneisa mempunyai waliyul amr, punya pemerintah, Nggak perlu diganti . Di negara Kuwait sendiri ada pemerintahnya yang sah. Ini kata-kata yang cukup dalam maknanya, yang mengandung makna aqidah khawarij. Yang disimpulkan oleh Jam’iyyah IT bahwa upaya untuk segera mengganti kepemimpinan-kepemimpinan yang ada ini dengan kepemimpinan yang baru yang islamiyah yang saat ini sudah tiada. Mungkin menunjukkan mereka tidak mengakui keberadaan pemerintah-pemerintah muslimin. Kita katakan sebagai kesimpulan yang sama dari target-target berbagai organisasi dana au yayasan-yayasan dana ssoial yang ada. Kita sampai ……… ketika kita terus mengetahui dan mengikuti pernyatan-pernyataan demi pernyataan mereka. Perhatikan berbagai pernyataan ini bertingkat terus.

Kemudian pada bulan agustus tahun 2000, slah satu pembersar tokoh yang diseegani di dalam ajmiyah IT yang bernmaam ahmad baakir, yang bernama ahmad baakir mengatakan ini masih sebagai rentetan masih sebagai silsilah bukti yang menunjukkan IT berada di atas manhaj IM ia mengatakan “Ijtama’na nahnu arba’ haafaat islamiyyah”, telah berkumpul kami, yaitu empat kelompok pergerakan islam. “‘Ana” kata Ahmad Baakir saya sendiri, “wa Isma’il As Sapi, wa adnan at tuskolat, wa Walid At tattobaaliy, wa ….. abdil muhsin alaa …….. hadzihi ijtimaa’aat wa asbarna bayaana wa ….. fihi” Kami bergabung dengan 4 kelompok besar dalam pergerakan dakwah islam ini. Disebutkan nama tokoh-tokoh masing-masing itu . Diantara nama yang disebutkan tadi itu Abdul Muhsin. Siapa ini abdul muhsin? Ia adalah Abdul Muhsin Jamaal, seorang pengikut manhaj Al Khumaini. Apa manhaj khumaini ? Sunni apa Salafy ???… Syiah. Syiah yang ekstrim. Syiah Rofidhoh Itsna ‘Asyariyah Al Imaamiyyah. Yang ekstrim. Abdul Muhsin Jamaal adalah salah satu tokoh besar yang berada di atas manhaj al khumaini. Pengikut manhaj al khumaini. Duduk bergabung dengan tokoh besar Jam’iyyah IT. Bukan dalam acara walimah tetapi dalam acara membicarakan tentang dakwah dan pergerakan umat. Ya Subhanallah, demikiankah Ahlus Sunnah membimbingkan ? Demikiankah sebuah yayasan yang berada di atas sunnah akan bergerak di dalam pergerakannya? Na’am.

Kemudian dia lagi-lagi menyatakan dalam salah satu statementnya “Amma kalimatu al islaamiyyiin fa hadzihi tuthlaqu ‘ala tajammu’aat as siyasiyah al islamiyah” Kata Ahmad Baakir, kalau disebut kata al islamiyyin, di negeri kuwait itu tokoh-tokoh IT juga terlibat di dalam kegiatan-kegiatan politik, dalam parlemen yang dinamakan di kuwait itu dengan Majlisul Ummah. Parlemennya itu dinamakan dengan Majlis Al Ummah. Na’am. Beberapa tokoh pembesar IT terlibat dalam kegiatan-kegiatan politik di negeri tersebut. Ahmad Bakir ini mengatakan, salah satu masyayikh IT, bahwa kalau kalimat Al islamiyyin kami ucapkan, kami sebutkan, maka yang dimaksud dengan al islamiyin yang kami maukan adalah berbagai kelompok atau partai-partai politik islam. Siapa yang dimaksud partai politik islam di negeri Kkuwait? meliputi semua partai yang menamakan dirinya sebagai partai islam, termasuk di dalamnya partai yang berafiliasi atau bermanhaj syiah rofidhoh. Tokoh IT menamakan semua partai ini adalah partai-partai islam, islamiyin, yang kita akan bersatu dan tujuan kita adalah sama.

Ya Subhanallah samakah tujuan kita dengan tujuan kelompok Syiah Rofidhoh ? Kita menginginkan tauhid ktia menginginkan peribadatan hanya kepada Allah dan untuk Allah, sementara kaum syiah rofidoh menginginkan imam-imam mereka adalah sebagai tandingan Allah Subhanaahu wa ta’ala. Kita menginginkan bahwa para shobabat adalah panutan umat diyakini oleh kaum muslimin bahwa sahabat nabi Abu Bakar ‘Umar ‘Utsman wa ‘Ali dan yang lainnya sebagai panutan dan teladan umat di dalam memahami dan mengamalkan islam, sementara syiah rofidhoh memposisikan mereka dan menanamkan kepada umat bahwa mereka adalah pengkhianat bahwa para shahabat itu adalah para perampok bahwa mereka adalah kafir. Samakah Tujuan Kita ?

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Kemudian ucapan semisal dilanjutkan oleh Rois Lajnah Azzakawaat was shodaqqot fi Jamiyata IT qoro mantiqat al qadisiyyah, sebuah statement yang diucapkan oleh pimpinan kepala bidang zakat dan sodaqoh. Di IT itu ada bagian pengumpulan zakat, ada ketuanya, ada bidang pencetakan buku, ada bidang dakwah dan yang lainnya. Maka yang akan kita ucapkan sekarang ini adalah ucapan ketua bidang zakat dan sodaqoh di Jamiyyah IT untuk cabang daerah Al Qodisiyah di negeri Kuwait. Apa ucapannya ? Dan ucapan ini didengar dinukilkan di media massa disampaikan dalam berbagai kegiatan-kegiatan secara terang-terangan. Ia mengatakan nama orang ini adalah Abdurrahman Al Kandali, nama orang ini adalah Abdurrahman Al Kandali. Coba antum ikuti perkembangan satu per satu untuk nanti di majelis kedua ba’da sholah ashar kita akan menjawab syubhat-syubhat yang beredar. Sekarang kita ikuti dengan sabar berbagai statement sikap tokoh-tokoh Jamiyah IT.

Pada bulan April 2004, orang ini mengatakan ” Da’a sumu rois al wuzaroo ilaa an takuna hadzihi liqoaat ma’a fi’aliyyati sunnati was syi’ah wa jam’iyyati naf’il ‘aam dhouriyyatan. Qul …. syaikh… al… asy’ur. wa kullu ……. abnai hadzal wathon.” Kata Abdurrahman Al Kandali , Ini bahwa mereka mengajak Perdana Menteri untuk parlemen Kuwait agar terbentuknya pertemuan-pertemuan khusus gabungan bersama berbagai kelompok sunnah dan syiah, Kelompok sunnah dan syiah. Untuk setiap 3 bulan atau 6 bulan.

Subhanallah. Antum..sekarang siap untuk duduk dalam satu majelis dengan orang syiah? Adakah seorang ahlussunnah yang mengerti tentang sunnah, seorang salafy yang mengerti tentang salafiyah, mengerti tentang manhaj, dia rela duduk dengan musuh Allah musuh nabi musuh para shohabat ?

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Yang seperti ini sanggup untuk dilakukan oleh tokoh-tokoh IT. Kalau kita bisa tidak sanggup duduk berdua, bertiga, atau berempat dengan salah seorang di antara mereka adalah pencela ibu kita. Seorang yang hadir mengatakan ibu kita adalah wanita nakal. Kita tidak siap bermanis muka dengannya. Padahal cuma sekedar ibu kita manusia biasa, bagaimana kita mungkin dengan orang-orang yang berkeyakinan siap bermanis muka berbincang minum teh bersama dengan orang-orang yang mencaci ibu kaum mukminin sebagai wanita pezina. Sungguh kita bukan orang yang mengerti sunnah.

Namun dengan ringan tokoh-tokoh IT mengucapkan ucapan-ucapan semisal yang baru saja kita dengarkan. Sabar, lebih jauh dari itu kita akan dengarkan insya Allah.

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Berikut ini ucapan Wail Al Husaawi. Siapa yang bisa menyebutkan siapa Wail Al Husaawi ini?… Wakil ketua yayasan IT. Na’am. Ketuanya siapa ? Abdurrahman Abdul Khaliq. Naam. Barokallahu fikum. Thoriq Al Isa. Na’am. Barokallahu fikum. Abdurrahman Abdul Khaliq itu dulu. Ketua IT yang dulu Abdurrahman Abdul Khaliq, perintisnya. Thoriq Al Isa. Kalau Wail Al Husaawi adalah wakil ketua Jamiyah IT, Kembali mengucapkan sebuah ucapan berikut ini: “Inna mu’taqoda ahlissunnah wa fikri sunni laisa ‘ala laqiidin ma’a fikri syi’i” “Sesungguhnya akidah ahlussunnah dan pemahaman sunni tidak ada pertentangan sedikitpun dengan pemikiran syiah”. Allahu akbar.

Yang mengucapkan ini bukan tukang sapunya kantor IT. yang mengucapkan ini siapa? Wakil Ketua yang punya andil dalam kebijakan-kebijakan arahan-arahan jamiyah IT. Kita lanjutkan.

Berikutnya. Pada tahun 2004 bulan Februari, Salim An Nasi. Salim An Nasi Siapa dia ini ? Sebelum saya nukilkan ucapannya dia adalah An Natiq Ar Rosmi Li Tajammu’ Li Islami As Salafi At-tabiq Li Jamiyah IT. Dia adalah Jubir Partai yang namanya At Tajammu’ AlIslami As Salafi. Masya Allah, partai persatuan islam salafi. Bisa salafy bentuk partai ? Naam. Barokallahu fikum. Jubirnya, dimana partai ini, berapa ……. partai ini dengan IT? Ini adalah sayap politik yang banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh IT. Barokallahu fikum. Di antara tokohnya adalah Salim An Nasi. Dia menyatakan ketika menjawab sebuah pertanyaan. Apa pertanyaan yang diajukan kepadanya ?

Qola: ” Hal yuz’iju al buruuzi syii’i lil ‘irooqi al aan ” “Apakah munculnya kekuatan syiah di negeri Irak membikin kalian gundah, membikin anda tidak tenang ? Antum apa jawabannya , senang apa susah? Susah ya, na’am. Tokoh ini menyatakan , Salim An Nasi “Laa, abadan, laa yuz’iju ma’a al buruuzi syii’i” Tidak sama sekali, kemunculan kekuatan syiah tidak sama sekali membuat kami sedih atau gundah.

Allahu akbar. Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Di sini menunujukan memang beberapa tokoh IT itu punya kedekatan dengan berbagai kelompok pergerakan bahkan kelompok syiah. Kita sabar, kita lanjutkan yang berikutnya.

Ketika orang tadi juga ditanya, dilanjutkan “Arju tahdid al quwa alladzi ‘amiltum ‘ala ‘isqofiha”. Dalam pertanyaan politik ini “Tolong sebutkan kepada kami kekuatan mana yang kalian berupaya, yaitu kelompok at Tajammu’ Islam As Salafi, yang sangat berupaya untuk merobohkannya atau menggagalkan kekuatan tersebut untuk dijegal?”. Siapa? Biasa dalam persaingan politik. Ia dengan tegas menjawab bahwa yang kami jadikan sebagai target untuk dirobohkan adalah : Partai yang beraliran liberal. Kemudian yang bukan pertanyaannya, “Yang menganut syiah bagaimana dengan para anggota parlemen dari kalangan syiah dan partai syiah”? ia menjawab dengan tegas, “Laa. bukan termasuk upaya kami yang kami lakukan utnuk merobohkan mereka. Tidak di dalamnya tergolong kaum syiah”. Jadi kaum syiah tidak termasuk target untuk digagalkan dan dijegal oleh kelompok ini.

Kemudian kembali kepada Ahmad Bakir. Ia salah satu pembesar IT dan Politikus besar di Kuwait. Ia menyatakan, tokoh besar IT ini, ia sedang menceritakn tentang putaran-putaran Pemilu, di sana itu ada sekian kali putaran. Maka kata dia “Saya akan masuk dalam arena putaran pemilu yang kelima. Dengan adanya bantuan kekuatan salafi” Masya Allah. Ada salafy yang akan memberikan uang dan bantuannya untuk politik ? Entah salafy yang mana ini. Baarokallahu fikum. Dan adanya kekuatan itu kami dapatkan juga dengan adanya hubungan yang erat antara sunnah dan syiah.

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Kemudian dia melanjutkan dengan tegas dia di daerah pemilihan yang dia ikut dalam arena tersebut dia “sangat membina para pemuda dan masyarakat di daerah pemilihan dia”. Misalkan untuk Provinsi, dimana ini… Banten ya, tidak ada perbedaan antara sunni dan syi’i , semuanya dibina untuk memberikan dukungan suaranya. Na’am

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Itu ucapan siapa tadi ??… Ahmad Bakir.

Kemudian pada tahun 2001 bulan Agustus terjadi orasi besar-besaran gabungan antara ebebrapa partai. Orasi biasanya identik dengan apa ?? Demo, iya. Disebutkan. Disebutkan dalam salah satu surat kabar namanya surat kabar Al Qotass di Kuwait “Adanya sebuah orasi (politik tentunya) di lapangan yang terkenal dengan daerah ……” Ihtasabat lahu al quwwah as sa’biyyah wa siyasiyah wa parlemaniyyah fi Kuwait” Bergabung dalam orasi tersebut berbagai kekuatan rakyat kekuatan politik dan parlemen di negeri kuwait. “…… bi annaib Fadh Al Kamal kalimatan niyabatan ‘ala tajammu’ islam salafi” Dalam orasi itu ada seorang tokoh yang bernama Fahd al Kama, ia adalah salah satu pembesar Jamiyah IT. Salah satu pembesar Jamiyah IT, namanya Fahd Al Kama. Dalam orasi politik itu tadi dia mengucapkan orasinya mewakili partai at Tajammu’ Islami Salafi. Kemudian di majelis itu pula , orator yang kedua bernama Abdulladi ay atqor mengucapkan orasinya mewakili partai yang bernama partai at tahaaluk al islami al wathoni, Partai pengikut manhaj syiah khumainiyah. Qola “Fi hadza makrojan suwar hasan nasrulloh wa’lam hizbillah” Dan dalam orasi itu tadi dikibarkan spanduk-spanduk yang berisikan gambar sayyi’ hasan nasrulloh, pimpinan kelompok hizbussyaiton. Gambar sayyi’ hasan nasrulloh dan bendera partai atau kelompok hizbulloj yang ada di Libanon. Kelompok apa itu ? .. Syiah khumaini, bergabung di sana tokoh-tokoh politik dari IT dan yang lainnya. Ya Subhanallah.

Kemudian nanti ada yang akan mengatakan, sebagian saudara-saudara kita, yang telah pulang dari Madinah khususnya, menyatakan Jamiyah IT bukanlah jamiyah Ikhwaniyah atau hizbiyyah. Sungguh sangat disesalkan. Kalau dia tidak tahu maka sungguh sangat tercela berbicara tentang sesuatu hal dalam islam ini tanpa ilmu. Kalau dia tidak tahu, kenapa dia tidak bertanya kepada ulama yang ada di Madinah?! Yang ada di Mekah?! Syaikhuna ‘Ubaid ada di Madinah. Syaikhuna Muhammad bin Hadi. Syaikhuna Abdulloh Al Bukhori. Dan Masyayikh yang lainnya yang berada di Madinah. Kenapa tidak datang ke Mekah, ke Syaikh Al ‘Allamah Robi’ bin Hadi, Asy Syaikh Muhammad ‘Umar Bazmul. Kalau teman-teman yang ada di kuwait kenapa tidak bertanya kepada Syaikh Falah Isma’il, atau Syaikh Al Anjari, dan yang lainnya. Asy Syaikh Ahmad As Subayi’i yang mereka telah mentahdzir umat dari bahaya IT.

Dari tahun ke tahun kalian membela IT. Penjelasan ulama kalian campakkan. Maka dalam kesempatan kali ini Saya memanggil saudara2 saya tadi untuk bertakwa kepada Allah dan menyayangi salafiyin. Menyayangi dakwah ini. Tidak dijadikan dakwah ini korban kepandaian kalian berjidal, berdebat. Jangan kalian jadikan salafiyin sebagai korban, tumbal kesombongan mempertahankan ego. Jangan. Ini adalah dakwah. Ini adalah umat. Yang harus dibimbing dan dibina. Seorang dari mereka meyakini IT berada di atas manhaj Khawarij. Tetapi tidak mau menjelaskan kepada umat. Berdiam seribu bahasa.

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Apa yang menyebbakan seperti itu, tidak lain apa yang dinyatakan Syaikh Muqbil Rohimahullah bahwa IT telah berhasil memecah belah salafiyin dengan dinar-dinarnya bukan dengan pemikirannya. Karena rata-rata teman-teman kita para ustadz yang pulang dari Madinah itu orang -orang pandai. Orang-orang yang telah belajar. Kalau sekedar syubhat-syubhat seperti ini, yang saya yakin antum bisa menjawabnya dan mengatakan itu adalah bathil, tidak terlalu rumit. Apalagi kepada para magister dan para doktor. Namun Ya Subhanallah, kami melihat adanya kesombongan yagn menghalangi untuk bertanya kepada masyayikh dengan jujur dan sportif.

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Semisal dengan yang tadi terjadi pula di kesempatan-kesempatan yang laninya yang tentunya tidak cukup waktu utnuk saya menyebutkan satu per satu namun, dari keterangan sejak awal tadi kurang lebih 1 jam 15 menit saya bicara kita punya setidaknya dua (2) kesimpulan bahwa jamiyah IT adalah jamiyah yang berada di atas manhaj IM. Atau yang kedua kesimpulannya bahwa Jamiyah IT benar-benar menjalankan prinsip dan akidah syaikh mereka dan pendirinya yaitu abdurrahman abdul khaliq yang telah ditahdzir oleh para ulama, oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz, syaikh Sholeh Fauzan, Asy Syaikh Robi’ Bin Hadi, Asy Syaikh Al Albani, Syaikh Muqbil dan yang lainnya. Yang kemudian ketika para masyayikh telah mentahdzir menjelaskan kesesatan Abdurrhamamn Abdul khalqi, buru-buru IT mengatakan dengan syubhatnya bahwa abdurahman abdul khaliq telah kami keluarkan dari IT. Untuk mengelabui para masyayikh bahwa jamiyah ini telah berlepas diri dari Abdurrahman Abdul Khaliq. Demikiankah ? Jawabannya, nanti akan ada jawabannya.

Kemudian kesimpulan yang berikutnya, bahwa jamiyah IT tokoh-tokohnya dan para pembesarnya siap dan telah melakukan upaya bergabung, duduk bersama, bermajelis bersama dengan berbagai kelompok bahkan setingkat syiah rofidoh, sebagian mereka dengan tegas menyatakan tidak ada perbedaan antara pemahaman sunni dengan pemahaman syi’i. Ini adalah penipuan terhadap umat.

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Setelah kita mengetahui beberapa keterangan tadi kita akan menginjak kepada pembahasan yang ketiga. Yaitu beberapa bukti yang menunjukkan bahwa manhaj IT berada di atas manhaj Khawarij. Kalau tadi berada di atas manhaj IM.

Telah kita ketahui bersama sebelumnya bahwa Ahlissunnah, manhaj salafus sholeh dalam sikap mereka menghadapi kekurangan atau kekeliruan penguasanya adalah dengan menyampaikan nasihat dengan cara yang terbaik bukan bagian dari manhaj ahlissunnah bukan bagian dari metode ahlissunnah dalam menyikap pemerintahnya dan menyampaikan nasihat dengan cara secara terang-terangan atau demonstrasi di hadapan khalayak ramai, baik itu melalui orasi-orasi ceramah-ceramah, mimbar jumat, ataupun melalui tulisan-tulisan, majalah, buletin, atau dalam ucapan-ucapan yang dinukilkan melalui media-media massa, Itu bukan manhaj dan metode ahlussunah yang terbimbing menurut bimbingan Al-Quran dan sunnah Rosul Shollallahu ‘alaihi wasallam. Manhaj ahlissunnah adalah kecemburuan untuk menenangkan masyarakat muslim dalam menghadapi pemerintahnya, menenangkan dan mengarahkan mereka. Bukan bagian dari manhaj ahlissunnah memanfaatkan api masyarakat, emosional rakyat, ketidakpuasan rakyat untuk menentang pemerintahnya. justru kekesalan atau kekecewawaan rakyat, dalam tanda kutip tentunya. Diarahkan dibimbing diajak mereka untuk bertakwa kepada Allah, bersabar menghadapi kekurangan penguasanya. Itulah bimbingan Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam.

Sekelumit kita masih ingat sampai Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang mengatakan “man kana lahu nasihatun lidzi sulhtonin fala yubdihi ‘alaaniyatan fayakhudz biyadihi fayakhlu bihi fain qubila minhu fa dzaka wa illa kana qod adda ma ‘alaihi.” Barangsiapa kata Rasulullah yang memiliki nasihat atau teguran untuk penguasanya jangan disampaikan secara terbuka hendaknya dia menyendiri dalam pertemuan khusus perjumpaan yang bersifat rahasia dengan penguasanya dan sampaikan nasihat itu. Jika diterima, kata Rasulullah, nasihat dan masukan tersebut diamalkan maka itu harapan kita, namun jika ternyata ditolak dan diabaikan maka sungguh orang tadi telah menunaikan tugas dan kewajiaban menyampaikan nasihat. Ini adalah manhaj ahlussunnah.

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Sementara manhaj khawarij berbeda 180 derajat “ala naqiidin min manhaji ahlus sunnah”. berbalik atau bertolak belakang dengan manhaj ahlus sunnnah mereka memprovokasi rakyat memanfaatkan kekesalan dan kekecewaan rakyat kepada pemerintahnya untuk menghimpun kekuatan. Untuk kemudian diarahkan dalam berbagai kegiatan-kegiatan yang merusak, kegiatan-kegiatan yang menimbulkan suasana yang tidak kondusif dan instabilitas negara atau nasional mereka. Berbeda dengan manhaj ahlissunnah. Mari kita akan ikuti beberapa sikap kaum khawarij di dalam menyikapi para pemerintahnya.

yang pertama adalah ucapan Naib Rois Jamiyah IT Wakil Ketua Jamiyah IT. Siapa namanya ? (!–dijawab oleh yang hadir–!) Wail Al Husaawi. Masya Allah… antum lebih pandai dari Doktor itu.. Lebih lengkap maklumatnya.. Apa kata dia? bagaimana sikap dia? Dalam salah satu statementnya Wail Al Husaawi menyatakan “Nahtarimu Ro’yal malaayiin alladziina khorojuu ila syawaari’ fi muzhoharootin tunakkidu bil harbi al qodima fil ‘iroq, wa huwa tunakkidu ro’yan sya’biyyan qowiyyan …….. ala hukumaatiha yahsabu laha ………………….” Kata Wail Al Husaawi, kita menghormati kemauan jutaan rakyat , kemauan mayoritas rakyat yang mereka keluar ke jalan-jalan berdemo, kita menghormati dan menghagai mereka, dan kekuatan ini tadi, kekuatan rakyat yang berjumlah besar tadi, akan membentuk sebuah kekuatan besar yang mengekang penguasa-penguasa mereka untuk kemudian para penguasa tadi, para pengambil kebijakan, akan memperhitungkan kemauan mereka.

Ini ucapan Wail Al Husaawi, yang disebarkan oleh berbagai media di negeri Kuwait pada tahun 2003. Dengan tegas dia mengatakan kita menghormati kemauan mayoritas rakyat ini, jutaan manusia ini yang mereka keluar, dalam bahasa dia, yang mereka keluar ke jalan melakukan demo menuntut pemerintahnya. Kekuatan demo ini menjadi sebuah kekuatan yang dapat menekan pemerintah untuk mereka, terkhusus para pengambil kebijakan membuat perhitungan di dalam menentukan keputusan dan kebijakan-kebijakan mereka.

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Demikiankah Ahlissunnah ? Demiankah tokoh ahlissunnah ? Ahlissunnah akan mengatakan wahai rakyat bersabarlah. Jangan melakukan tindakan-tindakan seperti ini . Tindakan demonstrasi ini bukan cara islam. Justru akan mendatangkan efek negatif yang besar, sabarlah kalian. Sampaikan nasihat itu dengan cara yang baik. Ingat dan ikuti nasihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, itu adalah tokoh sunni salafy. Berbeda dengan tokoh khawarij yang berpafam khawarij, dia justru akan memanfaatkan kondisi yang carut marut itu tadi, Memprovokasi rakyat menambah kebencian rakyat kepada penguasanya.

Kemudian berikutnya, untuk kemudian lima menit lagi kita akan hentikan kajian bagian pertama ini untuk siap2 melakukan sholat ashar dan kita lakukan setelah selesai sholat ashar biidznillahi ta’ala.

Ucapan juga msih dari Wail Al Husaawi, kalau tadi ucapan tersebut diucapkan pada bulan Februari 2003, berselang dua bulan kurang lebih, tepatnya pada bulan April juga pada tahun yang sama, tahun 2003, kembali dia mengatakan: “Wa nas-alullaha ta’aala an tatanakhkhos jamii’u bilaadinaa al arobiyyati al muslimati abkhol firriyya wa haqqo taqririn masiith wa an yashiila at tughoot alladziina ……………………”. Kata Wail Al Husaawi Ketua Jamiyah IT ini mengatakan Kami berdoa memohon kepada Allah untuk segera memberikan jalan keluar bagi seluruh negeri Arab untuk meraih kebebasan.

Apa yang dimaksud dengan kebebasan ini? Subhanallah.. berbagai statement mereka menafsirkan yang satu untuk yang lainnya. Ucapan yang ini merinci ucapan dia beberapa bulan yang lalu. Na’am. Nanti kita akan tahu maksudnya.

Dan kata dia: Kami memohon kepada Allah untuk segea melengserkan para toghut yang mereka membusungkan dada-dada mereka dengan penuh kesombongan.

Siapa para thogut yang dimaksud? Pemerintah para penguasa. Na’am. “…………………………………………….” Ya Subhanallah. Na’am. Bahasa-bahasa thogut dan thugoot itu sering terucap dari tokoh-tokoh IT. Siapa di Indonesia yang biasa mengucapkan: Thogut, Thogut, Thogut, Thogut ? Siapa? Kelompok khawarij. Baasyir dan yang lainnya. Sampai anak-anak kecil pun dididik, kalau melihat polisi: thogut, thogut. MElihat tentara: thogut. Na’am. Namanya Thogut itu maknanya kafir, berarti boleh dibunuh. Jadi ditanamkan. Kalimat thogut atau yang semisalnya thugoot biasa terucap dari tokoh-tokoh IT. Di dalam memprovokasi rakyat muslim membenci dan menentang pemerintahnya.

Kemudian, Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Kembali Wail Al Husaawi, kalau tadi bulan April, maka 4 bulan kemudian yaitu bulan Agustus di tahun yang sama 2003, lagi-lagi dia mengatakan, juga dinukilkan oleh media massa dan tersebar di Kuwait. Qola: “Wa maazilna nakhoofu al masja’ah bikalimati haqqi fi wajhi thughot au ….. allati yarkibuna dubuurona wa yastaghillunaa khoirootina.” “Sampai saat hari ini kita masih ketakutan untuk mengucapkan kata-kata yang benar dan hak di hadapan para thoghut yang banyak sekali. Mereka para thogut itu sampai hari ini mereka masih menunggangi punggung-punggung kita dan mereka sampai hari ini masih mengambil dan memanfaatkan kekayaan negeri kita. “

Subhanallah.. jelas-jelas provokasi yang terulang dari mereka. Dalam setahun ini, ini yang ternukilkan ya, yang bisa saya bacakan di majelis ini, dalam tahun 2003 terulang setidaknya 3 kali, bulan Februari, bulan April, bulan agustus. Ini yang terang-terangan, bagaimana yang di dalam seminar-seminar? Dan bagaimana dalam edaran-edaran yang mereka sebarkan dalam memprovokasi rakyat muslim di negeri tersebut. Dan masih ada beberapa ucapan yang lainnya Insya Allah kita akan lanjutkan seusai kita melakukan sholat Ashar biidznillahi ta’ala. Wa shollallahu wa sallam wa baarok ala nabiyyina muhammad wa ala alihi wa shohbihi wa sallam walhamdulillahi robbil ‘aalamiin.

Reblog dari Abu Salman Al-Magetaniy™ -jazaahullaahu khairan-