Muamalah

Duduk manis, dengerin deh kisah keren dari Al Imam Hasan Al Bashri rahimahullaah dengan tetangganya yang non muslim. Cerita ini di dapet pas dengerin radio Al Madinah – Solo.

Jadi ceritanya gini, Al Imam tinggal di sebuah dan punya tetangga non muslim. Suatu hari tetangganya itu membuat tempat membuang hajat di atas loteng rumahnya dan tanpa di sadari air kencingnya itu bocor dan menetes ke dalam rumah Al Imam Hasan Al Bashri.

Melihat air yang menetes terus-menerus, mencarikan wadah biar airnya ga kemana-kemana. Beliau gak protes atau mengadu ketetangganya itu, tidak juga menceritakan kepada tetangga-tetangga yang lain. Beliau bersabar, karena Al Imam Hasan Al Bashri teringat tentang hadist Rasulullaah Salallaahu ‘alayhiwassalam, “Barangsiapa beriman kepada Allaah dan hari akhir, hendaknya memuliakan tetangganya“. Subhanallaah.

Setelah sekian lama akhirnya tetangganya yang non muslim itu berkunjung ke rumah Imam Hasan Al Bashri, lalu melihat tetesan air kencing dan dia sadar itu berasal dari tempatnya. Karena merasa tidak enak hati, sang tetangga ini bertanya kepada Al Imam, “Sejak kapan engkau bersabar atas ini? (ya kurang lebih kayak gitu pertanyaannya)“. Pertamanya Imam Hasan Al Bashri gak mau menjawab. Tapi karena di desak sama tetangganya  itu akhirnya Al Imam Hasan Al Bashri menjawab, “Sejak 20 tahun yang lalu“. Subhanallaah.

Akhirnya ketika itu juga tetangganya yang non muslim itu mengucapkan shahadat dan masuk Islam.

Kerennn yakk kesahnya. Subhanallaah, kesabaran itu memang luar biasa dan pasti akan berakhir indah. Pasti berakhir dengan kemenangan. Tapi kalo diterapkan sulitnya luar biasa. Memang lah kita ini harus banyak-banyak belajar bersabar.

Allaahu a’lam. Kalo ada yang tau cerita versi lengkapnya, tulung di share yak. #iyak.

Al Imam Hasan Al Bashri rahimahullaah bisa bersabar dengan tetangganya yang non muslim. Tapi realita disaat ini banyak seorang muslim yang tidak akur dengan tetangganya. Ada yang tidak saling menyapa, tidak bertegur sapa , padahal masih sesama muslim.

Semoga Allaah memberi kesempatan mereka untuk mendengar cerita keren ini dan cerita-cerita kerennn yang lainnya. Semoga kita diberi kemudahan Allaah tuk mengamalkan setiap apa yang Rasulullaah Sallaahu ‘alayhi wassalam dan para shahabat radhiyallaahu’anhuma ajarkan. Allaahuma Aamiin.