Be honest, pleaseBe honest, please

Mulai belajar tentang gimana psikologi anak, gak ada salahnya kan? Hal-hal berkaitan tentang bagaimana menghadapi anak bermasalah, penting juga untuk dipelajari. Tentang gimana trik-trik menghadapi dan mengatasinya. Berguna juga lo untuk menghadapi orang lain seperti, teman atau adik kita.

Anak berbuat salah, gimana sih cara untuk membuat anak mengakuinya. Penjelasan berikut ini dari prokolog Anak, Yapina Widyawati S.Psi. M.Psi, dari Fakultas Psikologi Universitas Atmajaya.

Umumnya anak tidak mau mengakui kesalahannya karena takut mendapat hukuman. Anak belajar dari pengalaman sebelumnya, jika dia mengatakan yang sebenarnya tentang apa yang dia lakukan dan tidak sesuai dengan kehendak orangtua maka dia akan dihukum.

Selain pola asuh dari rumah, lingkungan juga berpengaruh pada kebiasaan anak yang tidak mau mengakui kesalahan. Teman sepermainannya juga bisa menjadi “model” atau contoh.

Misalnya, setelah memecahkan kaca jendela, si A tidak mengakui kesalahan, dan aman dari konsekuensi negatif yang seharusnya diterimanya. Dan ketika anak melihat tindakan tersebut, otomatis dia akan meniru perilaku yang dilakukan temannya. Jika anak tidak mempunyai nilai-nilai kejujuran yang ditanamkan dalam keluarga atau dari orangtua maka dia akan dengan mudah terpengaruh.

Orangtua Sebaiknya

Bersikap tenang, karena mengonfrontasi anak dengan cara “menyerang” dirinya atau dengan marah-marah, tidak akan menyelesaikan masalah. Anak akan semakin mempertahankan dirinya, bisa dengan mengatakan atau mengarang cerita kebohongan lainnya lagi.

Katakan dan yakinkan kepada anak bahwa penting untuk mengatakan atau mengakui kesalahan sehingga orangtua dapat membantu untuk menyelesaikan masalahnya.

Buat suasana senyaman mungkin agar anak mau mengatakan yang sejujurnya. Supaya anak mau mengakui kesalahannya, jangan membuat anak merasa “terpojok” dengan tuduhan kita. Sebagai contoh, anak menjatuhkan vas bunga tapi tidak mengakui kesalahannya.

Sebaiknya orangtua jangan katakan, “Lihat apa yang kamu lakukan, kamu menjatuhkan vas ini sampai pecah kan?!!”. lebih baik orangtua mengatakan, “Apa yang terjadi dengan vas bunga ini? Bagaimana sampai pecah begini?”.

Agar Anak Terbiasa Berkata Jujur

Untuk membentuk perilaku anak supaya terbiasa mengakui kesalahannya sendiri, perlu diterapkan kebiasaan ini sejak anak berusia dini. Beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua:

Hubungan yang dekat dengan anak menjadi hal yang penting. Saling berbagi cerita tentang apa yang terjadi ketika orangtua dan anak tidak bersama (misalnya orangtua bekerja dan anak sekolah), membantu membiasakan anak menceritakan dengan sebenarnya (positif atau negatif) apa yang mereka alami.

Hargai setiap kejujuran anak, apalagi jika situasinya sebenarnya sangat sulit untuk mengatakan demikian.
Untuk membentuk kebiasaan, orangtua harus terus menerus mengingatkan dan bersikap konsisten karena anak perlu diingatkan berulang kali, mengingat mereka masih dalam tahap perkembangan dan pembentukan perilaku.

Sebagai orangtua kita juga perlu menjadi contoh. Kita tidak harus selalu menunjukkan pada anak kalau kita “sempurna” tanpa pernah berbuat salah. Ceritakan pada mereka kesalahan dan “pelajaran” apa yang Moms dapatkan. Jika memang kita berbuat salah pada anak, akui dan minta maaf pada mereka dan sertai dengan penjelasan. (nsa)

Sumber dari sini.