Ingin mencoba berbagi cerita. Tentang mertua. Jadi begini ceritanya. Saya sangat takjub dg pola pikir bapak ibu mertua saya. Dahulu hidup mereka serba pas-pasan, maklumlah hanya seorang guru SLB membiayai kuliah 3 anak, ditambah ibu dan bpk yg juga masih kuliah. Dengan gaji pas-pasan, hidup sederhana, makan seadanya.
prinsip hidup mereka, makan untuk sekedar menyambung hidup, yg sgt penting adalah makan harus bergizi.. 
Krn gizi berhubungan dengan kecerdasan.
Saat ketiga anaknya lulus sma, mrk hanya diberi dua pilihan:kuliah di negeri atau berternak kerbau.. Karena untuk kuliah di swasta jelas tidak ada biaya.. Alhamdulillah ketiganya diterima di PTN… 
Saya selalu bertanya pada ibu mertua, kuncinya apa sih kok bisa punya anak2 sholeh(ketiganya bermanhaj salaf) pintar pula dr segi akademis… 
1. Dari hamil sampai anak-anaknya menikah, ibu bapak tidak pernah meninggalkan sholat tahajjud 
2. Disiplin dalma segala hal mulai cara mngasuh anak, apa yang dimakan anak-anak, dsb 

walau ketiga anaknya sudah menikah dan hidup mapan, bpk ibu mertua saya tetap hidup dengan sangat sederhana, tujuannya agar terus bisa membantu anak-anaknya, terutama dalam hal keuangan, padahal ketiga anaknya tidak ada yg kekurangan, bahkan cukup berlebih, tapi ibu tetap saja memberi dan memberi.. 
Ibu mertua sangat hemat dalam mmbelanjakan uang, itu smua dilakukan agar bisa menabung u keperluan anak cucunya. 
perlu ummahat ketahui saking perhatiannya terhadap kebutuhan anak-anaknya.. Tali jemuran rumah saya yg sdh tipis, jauh-jauh dibawakan dari solo ke pasuruan, selalu membelikan baju dan memberi uang pmbantu saya agar pembantu saya bersungguh-sungguh mnjaga cucu-cucunya.. Jadi.. Kebutuhan anak-anaknya sangat detail diperhatikannya.. 
Intinya.. Mereka rela hidup prihatin/sangat sederhana demi anak-anaknya walau mereka sudah menikah tetappp saja dibantu, padahal anak-anaknya tidak pernah meminta. 
Merekalah yang sangat menginspirasi saya dalam segala hal, mulai pendidikan anak, perkembangan jiwa anak, serta pelajaran kehidupan lainnya.. 
Di masa pensiun, seharusnya mereka sudah lega anak-anaknya sdh berhasil, tp tidak… Mereka selalu dan selalu menanyakan pada kami ‘apa sj yg masih kami butuhkan?, subhanalloh 
prinsip mereka’ sebuah keluarga berhasil atau tidaknya dilihat dari anak-anaknya, bukan kekayaannya.

Subhanallaah. Cool n’ nice. Diceritakan langsung oleh Ummu Zaidan Hafidzahallaah, dari sebuah group khusus akhawat. Semoga menginspirasi untuk belajar jadi orang tua yang baik dan bersahaja. Kekayaan bukan dilihat dari kekayaannya. Bahkan Fathimah radhiyallahu’anha memulai rumah tangganya dengan ‘Ali radhiyallahu’anhu dalam keadaan tidak memiliki alas tidur selain kulit domba yang digunakan sbg wadah makanan unta pengangkut air. #kemudianhening.

Berjalan ke Paltalk ada kajian Ustadz Muhammaf ‘Umar As Sewed tentang hukum seputar pernikahan dan perceraian. #uhuk.