Archive for April, 2012

I


i

 

Kapan ya mainan ke pantai…
Pantai yang sepi tapi..
Gak pake ikhtilat.
Gak pake ada acara berenang..

Dimana ? 

Pinggir sungai depan rumah kali ya… 

Beli Rumah Yuk


Rumah Idaman

Rencana awal, mau sewa ruko untuk buat usaha. Tapi setelah di survey survey. Kenapa mahal banget ya? Mungkin karena lokasinya strategis dan deket ama tiga kampus kali yak. Dan calon menjadi satu kampus. Belum lagi ada akan di bangun pusat teknologi. Apa ya namanya ? Bandung waterpark? _- entah apalah namanya itu.

60 juta itu untuk satu ruko ukuran sekitar 4×4 meter. Kalo di Madiun berapa ya sewa ruko? Trus, si tante bilang, “mending buat beli rumah atau mending rukonya di beli sekalian kalau memang harga rukonya segitu. Ya gak?” Itu lah emak-emak emang always thinking about the future ya. Hehehe.

Trus kemarin, di tante tiba-tiba cerita ada temennya yang baru beli rumah. Dan seperti Read more…

Pergi Safar


Kata safar itu mengingatkan aku tentang seorang akhawat yang memelukku sambil membisikkan do’a :

“Astawdi’ulllaaha diinak amaanatak wa khawaatiima ‘amalik…”. Saat itu juga aku ingin menangis tapi di tahan dan rasanya ga mau pergi.. ‘( Sedih deh. Seorang akhawat yang  ternyata usianya masih 15 tahun. Seorang akhawat yang insyaa Allaah jamilah ash-shaliihah dan juga ustadzah di sebuah Ma’had. Masyaa Allaah. 

Begitu kali ya, kalau anak dibesarkan dalam didikan di sebuah keluarga yang insyaa Allaah faham agama. Beda jauh kalau dibandingkan dengan akhawat lain yang seumuran tapi ga dididik ilmu oleh orang tuanya. Beda kan ya? Jelas beda kan antara orang berilmu dibanding orang yang belum memiliki ilmu.

Tutur kata, tutur bahasa akhawat 15 tahun itu lemah lembut banget. Sopan, dan beda lah.. Jauhnya kalau dibanding aku yang masih baru sedikit kali bermajelis ilmu. Seperti menemukan sosok bidadari dunia yang ketika memandangnya mengingatkan aku kepada Surga..)’ Dia sesosok akhawat yang telah komplit menemukan jati dirinya. Tenang dan damai.

Yah, kayaknya bermajelis ilmu, dateng ke tempat taklim itu salah satu cara untuk mencari jati diri. Karena di majelislah kita mempelajari Al Qur’an. Daalam Al Qur’an kita diajarkan bagaimana cara bermuamalah dengan Allaah, Rasulullaah, Shahabat, orang tua, dan saudara muslim. Sampai kepada orang kuffar pun ada tata caranya sendiri. Masyaa Allaah ya. Al-Qur’an is a complete  system of  life. 

 

 

Al Fajr


Betapa indahnya bila Allaah telah mencintai kita…

Allaah menyeru kita, “wad~khuli jannati…( dan masuklah ke dalam surga-Ku..
Masyaa Allaah… Benarkan kita yang di seru-Nya itu ?

Wahai wanita shalihah….

Engkau bukanlah wanita yang tak memiliki kekurangan atau kesalahan..
Tapi dengan  keshalihanmu, ketaatanmu, kepatuhanmu buatlah suamimu senantiasa ridha terhadapmu..

 Wanita manapun yang meninggal dunia sementara suaminya ridha kepadnya, pasti akan masuk surga.” ( Jami’ At-Tirmidzi, 1161 )

Yaa ayyaatuhaan-nafsul mutma~innah , irji’ii ilaa Rabbiki raadhiyatam mardhiyyah , fad~khuli fi’ibaadi..wad~khuli jannati…. (Al Fajr 27-30)

“Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku” (Terjemah Q.S. Al Fajr 27-30)

Bingung


Aku bingung mau nulis apa, jadi aku tulis aja judulnya bingung. Trus bingung juga mau nulis isinya tentang apaan. Jadi aja aku tulis aja bingung. Bingung gitu.  Hihihihi…Eh tau ga, tau ga.  

 (¯*•.¸,¤°´(✿ ♥♥•◦°˚˚°◦•°¤,¸.•*´¯) ini aku yang foto lo >>

Awan Putih -Langit Biru

 

Meranggas Rindu


Meranggas karena Rindu

Mahar Pernikahan


Mahar adalah hak wanita dan wajib dalam pernikahan. Dulu sebelum paham ilmu agama yang bener. Taunya mahar itu ‘seperangkat alat sholat dan cincin si bayar tunai‘ aja. Ternyata setelah bergabung dengan teman-teman yang insyaaAllaah sudah lebih lama dan lebih paham agama, ternyata mahar itu macem-macem. Ada yang maharnya maktabah (punya ikhwannya), ada yang mihrab, dan suatu hari aku diundang akad nikah dan walimah seorang akhwat (adiknya ustadz disini), mahar yang diminta itu satu stel pakaian muslimah. *terharu* murah ya maharnya.. Masyaa Allaah ya…

Sebaik-baik mahar dalam pernikahan ialah yang sedikit bebannya kepada suami berdasarkan hadits ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu:

خَيْرُ النِّكَاحِ أَيْسَرُهُ

“Sebaik-baik nikah ialah yang paling mudah (maharnya).” (Shahih Abu Dawud, no. 2117,Taudhihul Ahkam, 5/311) [1]

Ehm, yang sebentar lagi mau nikah. Ingat ya, mahar murah itu sunnah. (Lirik ke akhwat yang lagi baca tulisan ini. Hihihi)

Uchuw yah... (Terjemah : Lucu ya...)

Sumber :

[1] Tentang Hafalan Al-Qur’an yang menjadi mahar