Di waktu tertentu, tanpa sengaja sekelebat masa lalu muncul. Karena merasa dejavu. Karena kembali ke tempat yang sama di masa dulu. Rasanya jadi pingin nangis, pingin ngadu, pingin jedutin pala ke tembok yg dilapisi busa 30cm.

Aku, kamu, dan semua orang setiap waktu selalu mengukir masa lalu.. Tahun lalu, bulan lalu, kemarin, sejam yg lalu itu bagian dari masa lalu.

Sudah seberapa banyak masa lalu yg membekaskan penyesalan, kesedihan, dan rasa bersalah sampai pada hari ini?

Betapa sulitnya melepas masa lalu sampai ada orang yang masih hidup dengan penyesalan masa lalu. Hingga dia berubah menjadi orang yang aneh. Merasa berbeda. Minder. Tertekan. Dll

Please, masa lalu biarkan di belakang trus alihkan pandangan ke depan. Kita hidup di hari ini bukan untuk meratapi dan menyesali masa lalu, tp kita mencoba memaafkan dan membangun diri kita yang lebih baik, lebih bijak, dan lebih damai untuk berlari meraih cita-citamu yg indah.

Temukan satu orang yg bisa motivasi kamu dan kamu nyaman. Kamu harus melewati satu fase dimana kamu harus jadi orang yg tegar dan memaafkan masa lalu.

Yah pas udah gitu km biasanya ketemu orang yg ‘kayak km yg dulu’ dan gantian deh km yg bantu dia.

Begitulah  Allah selalu mempertemukan kita dengan orang-orang yang luar biasa. Dan kita jadi bisa belajar dimana aja.

Dari bayi 5 bulan juga kita bisa belajar.. kayak dede Syaddad yang ramah dan murah senyum apalagi ama akhwat². _-“

Dan masa laluku jg ditimbun di blog ini. Klo baca tulisan² jadoel suka miris dan prihatin. Soalnya ada tulisan yg galau, alay, dan curcul. Pengennya bs di filter atau minimal di edit. Tapi tulisan di blog ni dah 500/600 posts -if I haven’t make mistake- Gempor dah. *tepok jidat kucing* Jadi gimana dong delete blog aja gitu ? Akkk tidakkk >

Ngiri banget ama blog tetangga sebelah yg tulisannya fawa’id semua. Tulisan dia sendiri lagi. So worth.