Sebenarnya apa yang saya sampaikan ini sudah pernah beberapa kali disinggung. Cuma karena memang doktrinnya sudah berkarat, harus diulang.

Kenapa berkarat? Karena hampir semua ahli kesehatan, yang mayoritas sebenarnya clueless tentang pola makan sehat, mengacunya ke diet kalori

Jadilah banyak orang dijejali kalimat “makan sehat itu adalah makan dengan jumlah kalori yang tepat” di benaknya. Makin ngawur hidup mereka

Mana ada penderita diabetes yang bisa sembuh dan hidup normal pasca mereka mengadopsi diet kalori? Makin menderita, makin tersiksa yang ada

Anak-anak gym itu rata-rata mengaku paham gizi, mereka hafal jumlah kalori. Bisa gak mereka membantu orang sakit dengan konsep makan? Gak!

Dua dekade ada di dunia gym, mayoritas mereka yang mengaku tahu ilmu gizi, sebenarnya cuma tahu diet kalori, diri sendirinya jauh dari sehat

Sudah umum kalau mendapat kabar rekan saya yang rutin ngegym sekarang kena penyakit degeneratif, gagal ginjal, liver, jantung, sampai kanker

Baru-baru ini malah ada yang kolaps kena gejala awal stroke. Gak ngaku aja. Walau ngelesnya bikin ketawa mereka yang paham logika fisiologi

Penderita penyakit degeneratif lain, jantung, liver, ginjal hingga problem selular seperti kanker, juga diacu pada konsep diet sama, kalori!

Bisa sembuhkah mereka? Sama saja! Mustahil! Akhirnya apa yang terjadi? Jalan keluar kesembuhan mengacu pada pola kuratif, minum obat-operasi

Kalau sudah wilayah kuratif, ya sembuhnya jadi untung-untungan. Tubuh yang masih kuat bisa sembuh, tubuh yang ringkih, menunggu waktu ‘dut’

Masalahnya menunggu waktu itu, kadang (eh, mayoritas ding) menderita dan memakan biaya sangat besar

Akibat infiltrasi doktrin diet kalori ini sudah sangat parah. Hidup sehat menjadi sebuah misteri, sesuatu yang rumit dan mahal luar biasa

Ada apa sih dengan diet kalori? Mari kita simak logika dasarnya

Tubuh sehat dari jaman dulu sampai sekarang, identik dengan bentuk tubuh ideal. Misal: Pria berotot perut, perempuan berpinggang langsing

Bentuk ideal tadi hanya bisa lahir dengan berat badan yang sesuai dengan proporsi tubuh. Masalahnya harus sesuai secara sempurna!

….break…

Berat badan super ideal dengan tinggi badan dan usia emas, membentuk tubuh indah. Pria berotot perut, perempuan berpinggang langsing

Dari sanalah logika kalori mengacu. “Carilah berat badan ideal!” Bagaimana caranya? Lahir lagi kalimat baru, “Kalori masuk seimbang keluar”

Terobsesilah orang dengan hitung-hitungan kalori, supaya badannya terus menerus ideal. Karena berat badannya terus terjaga. Dieksplore habis

Sebuah mesin sederhana bernama Bomb Calori Meter dikedepankan. Alat ini mengukur panas yang dihasilkan oleh unsur makanan, nah itu dia

Kalori itu basisnya satuan pengukur panas. “Calor” by the way, berasal dari bahasa latin, artinya panas. Jadi yang dihitung panasnya

Kenapa diet kalori gagal memberikan kegunaan bagi tubuh? Karena yang dihitung adalah panas unsur makanan, bukan nilai gizi dan kegunaannya!

Kalau cuma ngikutin kalori akan segera terlihat, makanan rendah kalori, itu rata-rata basisnya protein hewani yang direbus, kukus atau bakar

Rendah dalam artian normal untuk dimakan, rata-rata menggunakan kisaran berat 100 gram, mari kita lihat yang dimaksud

Sepotong dada ayam rebus, untuk kisaran 100 gram, mengandung sekitar 150 kalori. Bandingkan dengan 100 gram racikan gado-gado = 197 kalori

Berbasiskan ini, orang menganggap bahwa konsumsi protein hewani, rebus, kukus, bakar sebagai makanan wajib konsumsi karena kalorinya pas

Kalau sudah lama follow saya tentu paham, betapa konsumsi protein hewani tinggi, justru tidak sesuai dengan kodrat sistem cerna manusia

Gigi manusia tidak sesuai gigi hewan karnivora. Gerak rahangnya pun. Sistem dan organ cernanya sama. Protein hewani bukan makanan rutin

Cari kultwit saya tentang betapa tubuh rumit urai protein hewani jadi asam amino untuk dirangkai ulang agar bisa dipakai sesuai keperluan

Bomb Calori Meter, selain hanya bisa kenali panas makanan, pun tidak bisa ukur nilai enzim, koenzim, mineral & banyak unsur penting makanan

Itu sebab diet kalori tidak mengikut sertakan konsep ketersediaan unsur makanan agar sesuai kebutuhan dan cara kerja tubuh dalam prinsipnya

Menarik mengikuti data klinis temuan Dr. Shinya yang mengatakan orang yang mengkonsumsi makanan modern yang umum, rendah kalori sekalipun

Memiliki karakter usus yang buruk. Saat sistem cerna tidak baik, otomatis tubuhnya pun sakit. Beliau gastroenterolog, isi perut itu dunianya

Berat ideal pun tidak bisa dikaitkan ke perjalanan usia. Pernah melihat orang yang atletis saat remaja dan usia 20-an? Bagaimana saat ia 40?

Bila orang tersebut hidup normal, pasti berat tubuhnya tidak akan sama lagi. Karena perjalanan waktu, tubuh memiliki metabolisme berbeda

Disini konsep berat badan ideal = tubuh sempurna yang menjadi dasar pemikiran diet kalori, gugur lagi. Tidak berlaku dengan perjalanan usia

Saya banyak memiliki teman berusia lanjut di pusat kebugaran yang memiliki tubuh ideal, diet kalori tentu jadi pilihan hidup mereka

Tapi bila diperhatikan dari dekat, wajah mereka rata-rata lebih tua dari usia sesungguhnya, kesehatan kulit buruk, kesehatan general apalagi

Bahkan ada kenalan berusia lanjut, orang terkenal, rutin berlatih di gym, badannya masih ramping. Saat masuk sauna bersama, saya terkejut

Di dadanya melintang bekas sayatan pisau operasi. Ternyata pernah terserang penyakit jantung. Waktu saya tanya, ia dari dulu hidup ‘sehat’

Gak salah lagi, ‘hidup sehat’ yang dia maksud adalah olahraga rutin dan (tentu saja) diet kalori. Mengejutkan bukan? Sekali lagi bukti

Menaikkan-menurunkan berat badan itu bukan tujuan utama dari hidup sehat. Tujuan utama dari itu adalah tubuh yang (harus lebih dulu) sehat

“Tubuh sehat akan mencari sendiri berat badan idealnya”. Ideal di konteks ini bisa jadi tidak sesuai ekspektasi yang diidamkan amat sangat

Berat ideal versi ini belum tentu menghadirkan otot perut pada pria. Juga pinggang langsing seperti usia belasan pada perempuan.

Tapi berat ideal versi tubuh sehat ini, menghasilkan pencegahan penuaan dini, kulit elastis-kenyal, daya tahan tubuh kuat, kesehatan prima

Bagaimana mencari tubuh sehat dengan pola makan tepat? Pilih pola makan yang sesuaikan kebutuhan & cara kerja tubuh dengan apa yang dimakan!

Saya pribadi adalah pelaku #foodcombining lebih dari satu dekade. Dengan pendekatan lebih ke #rawfood akhir-akhir ini. Buah-sayuran segar!

Sudah banyak testimoni pelaku #foodcombining dan #rawfood (bila dilakukan benar) kehidupan kesehatan mereka terjaga bahkan sembuh penyakit

Atau pola makan yang berbasis alkali. Dimana apa yang dimakan terfokuskan pada upaya pencapaian kondisi homeostasis, PH darah netral

Yang seru, pola makan sehat seperti tersebut tadi, umumnya punya logika sama, berbeda sedikit, tapi tujuan utama dan caranya sangat mirip

Dan pembeda utamanya adalah! ANDA BISA MAKAN KENYANG!!! Bandingkan dengan penderita diet kalori yang selalu ada dalam fase kelaparan abadi

Hidup sehat dengan pola makan sehat yang tepat, Anda bahagia secara lahir dan batin. Masalah terpecahkan, hidup menyenangkan, end of story!

Demikian kibulan ini, suka sukur, gak suka unfollow. Gak follow bawel? Mau diet kalori? Makan sambil ngitung? Tiap makan ajak orang akunting

@Dhiceptia: Seru bingit nyimak kultwitnya mas @erikarlebang (∩_∩) |
Hari gini makann ngitung2 kalori,makann timbangan aja sana…​┼┼aa┼┼aa┼┼aa┼┼aa

Yhay. Sekian. Simpenan kultwit dr bang Erik. Buat nyimak twit blio langsung follow twitter @erikarlebang

& follow me @dearrizka.