Sudah sekian lama waktu yang telah berlalu. Pernikahan telah berjalan satu dua tiga tahun. Sebelum menikah banyak cobaannya. Macem-macem keraguannya. Setelah menikah makin berat ujiannya. Yang sulit adalah bagaimana caranya bisa bertahan.

Menikah dengan orang yang mencintaimu, karena kamu akan dicintai. Daripada berharap dengan orang yang kamu cintai tapi ternyata dia tidak mencintaimu dan tidak kunjung datang kepadamu.

Semua tidak selamanya tentang cinta. Tapi tentang rasa kasih sayang dan tanggungjawab. Carilah laki-laki yang dekat dengan ibunya niscaya iya akan tahu bagaimana memperlakukan istrinya kelak. Menjaga kata-kata tidak menyakiti perasaan. Memperlakukan dengan baik dan memaafkan kesalahannya. Mendidik anak dan istrinya dengan bijaksana.

Menikah itu ujiannya ada pada harta dan nafsu syahwat. Diuji dengan kekurangan harta. Yang sepuluh duapuluh ribu buat seminggu. Anak jajan cuma punya seribu duaribu. Istri tahu kesulitan suami dan bersabar. Tidak menuntut berlebihan agar berlimpahan harta. Qonaah. Rezeki habis itu pertanda rezeki akan datang lagi dari Allah. Carilah cara dan pilihlah kata-kata bijak untuk memotivasi suami. Agar semangat mencari peluang usaha. Mengasah minat. Menemukan bakat yang terpendam dalam dirinya. Istri yang uring-uringan akan membuat suami stress dan malah bingung. Khawatirnya cari jalan tidak halal.

Ujiannya yang lain adalah nafsu syahwat. Na’udzubillah. Ini nyata terjadi. Suami telponan ama wanita idaman lain sampai lupa anak dan istri. Suami mukul istri.  Mengeluarkan kata-kata kasar waktu ditegur istri. Istri main social media dan chatting dengan laki-laki entah darimana asal-usulnya. Sering pergi keluar rumah jalan-jalan sama temen ninggalin anak dan suaminya. Bertahan pada kondisi seperti ini sulit. Lebih baik kurang harta masih bisa dicari, kalau sudah menyakiti lahir dan batin. Bagaimana cara terbaik untuk bertahan?

Saat suami mau menikah lagi. Perhatikan suami sudah pantas atau belum untuk itu. Istri dan anak belum dibahagiakan. Gimana komunikasi dengan orangtua istri? Sudah baik? Apa anak masih kurang perhatian suami? Kebiasaan buruk suami yang masih ada (misalnya suka mukul istri) dan dilepas untuk nikah lagi sama dengan menjerumuskan orang lain. Banyak kegagalan dipernikahan yang kedua akibat suami tidak sadar kapasitas diri. Padahal tanggungjawabnya bertambah berat dan lebih sulit daripada pernikahan yang pertama. Terutama tanggungjawab pada ekonomi keluarga. Makin besar.

Perselingkuhan dunia nyata dan maya makin mudah. Curhat di sosial media adalah racun. Apakah benteng terbaik? Bagaimana cara membentengi pernikahan? Merasa cukuplah dengan apa yang ada di rumah. Merasa cukup. Yang diluar terlihat cantik, ganteng, baik, bersahaja. Karena di depan, samping, dan belakangnya dihiasi oleh setan. Lowering the gaze. Tundukkan pandangan. Syaithon. Syaithon menghiasi pandangan kita ke wanita/lelaki yg tidak halal.

Untuk yang belum menikah, telitilah cari pasangan hidup. Tidak buru-buru. Kenali betul calon pasanganmu. Karakternya begimana. Utamakan yang agamanya baik.

Saat pasangan ada salah. Jangan pernah menunjuk ke arah pasangan yang salah. Meskipun jelas-jelas dia yang salah. Tapi tunjuklah diri sendiri. Kita harus menjadi cermin. Kita yang harus memohon ampun kepada Allah. Ini terjadi karena dosa kita. Setelah itu carilah akar masalah, mengapa terjadi masalah tersebut. .

Inilah jalan kita. Inilah perjuangan kita. Pernikahan selamat sampai ke surga. Pernikahan bukan hanya untuk sebulan dua bulan, bukan juga hanya untuk 15 atau 20 tahun. Tapi selamanya. Sampai ke surga. Karena cinta bukan hanya di dunia. Tapi sampai ke akhirah.

Semua orang punya masa lalu. Maafkan semua masa lalu. Kita menjadi orang yang baik mulai saat ini. Kebaikan akan menutup kejelekan-kejelekan. Jadilah suami yang baik. Istri yang baik. Ayah yang baik. Ibu yang baik. Anak yang baik untuk ayah-ibu. Anak yang baik untuk ayah-ibu mertua. Kita belum bisa membahagiakan mereka secara materi. Tapi mereka sangat bahagia melihat kita bahagia. Semoga bahagia kita sampai ke surga.

Advertisements