Posts from the ‘Entrepreneurship’ Category

Cara Merekrut Karyawan


Salah satu tahapan yang “seru” dalam langkah bisnis: merekrut karyawan. Ini beberapa catatan utk UKM ya. Ketika mulai bisnis, semua kita lakukan sendiri. Dari mulai angkat-angkat, jual-jual sampe bersih-bersih. Hingga jualannya makin laris, udah ada
keuntungan, makin repot.. Saatnya rekrut karyawan.

Maunya rekrut karyawan yang pinter, inisiatif, makan bangku kuliahan. Tapi, apa daya kantong belom mampu. Alhasil, “seadanya” dulu. Cari karyawan yang penting: terpercaya + mau kerja keras,  minimal lulusan SMU lah, biar ga
susah ngajarinnya. Satu hal tentang merekrut karyawan:
jangan tergesa-gesa. Pikirkan baik2, “dia ini orang yang cocok apa ngga ya?”.

Karena, salah rekrut ini akan ngabisin waktu, ngabisin tenaga, ngabisin uang #percayadeh. Untuk GAJI, tanyain: kamu butuh berapa? Kalo kita sanggup, bayar atau lebihkan. Kalau ngga sanggup, mending jangan lanjut.

Bukan apa2, tapi kalo orang digaji di bawah kebutuhannya, pasti dia akan nyambi sana sini, ga fokus kerjanya. Setelah itu, AJARIN. Contohkan semua pekerjaan yang perlu ia lakukan. Pake modul (tertulis) supaya ngga ada yang
terlewat. Rajin-rajin CATAT detil pekerjaan karyawan. Sedikit-sedikit cicil tuh sistem bisnisnya.

Repost from @motivatweet.

Long Life Learning


Kemarin waktu berangkat  blanja ke pasar baru, di mobil angkot ketemu ibu2 yg seusia abi. Suaminya sdh meninggal dan anaknya satu laki2 28tahun jomblo.  Berawal dari liat tukang sapu yang dateng dari Jawa Tengah buat jual sapu ke Cimahi kita jadi cerita2…

Blio guru. Sama kayak ortu. Yg salut blio adalah single parent and single fighter. Anaknya lanjut kuliah jd kos jauh dan the problem is belum mandiri & masih minta uang dg org tua.

Karena blio org tua jd aku  merefleksikan itu adlh org tua aku juga pasti ada harapan yg krg lebih sama. Org tua selamanya adlh org tua yg gak pernah berhenti mikirin anaknya. Saking cintanya.

Org tua pingin anaknya mandiri bukan mau minta. Apalagi anaknya laki2. Pasti pandangannya jauh kedepan.

Aku juga lagi mulai ngajari adek2 jualan. Terserah mrk jualan apa. Diajari teknik2nya aja. Harapannya 4thn kdepan wktu adekku lulus. Dia bs kerja diperusahaan aku. *aamiiin*. Mami pensiun juga nti jadi ada kerjaan juga. Jadi pengawas karyawan perusahaan. :v

Kata mas J jangan bangga bisa menepuk bahu sendiri. Harus berani mulai menepuk bahu orang lain. Cari orang yg terbaik & klo suatu hari ditipu ya gapapa. Itu vitaminnya pengusaha. :”

Trus ketemu forum di kaskus. Disitu ada penjual mainan. Harganya murah 12-20ribuan. Tapi dia mainnya udah quantity. Dia bisa jual ±8000an pcs/bln. Jadi dia & istrinya udah bisa dpt gaji bersih ± 20juta /bln & gaji bbrp org karyawan. Dan di forum itu dia bilang bhw saya 7tahun yg lalu sama dgn tmn2 yg sdg merintis bisnis saat ini & bersaing dg supplier lebih besar. Pesaing yg lebih besar jelas bikin minder & mundur. Tp klo dijalanin terus bisa2 aja ko.

Kayak nasihat ibu yg kmrn ktemu di angkot. Terus belajar dan jika ketemu masalah coba bertahan. Jangan pernah berhenti. . Iya betul banget tu. (Y). Klo kita berhenti, berarti kita berhenti dari sukses & menyerah pada kegagalan. ^^/

————————

Adekku pernah nanya  Usaha apa ya yg tahan jangka panjang. Kataku usaha yang dimulai. Singkat padat & jelas. Iya lah klo ga dimulai-mulai, gimana mau bertahan jangka panjang. :”

Jadilah kita long life learner yg terus belajar dimanapun dg siapapun. Krn belajar tak kenal henti.

Market Dulu Baru Produksi


Gampangnya bisnis jaman sekarang.  Fasilitas sudah memadai tinggal kitanya aja yang mau eksyen apa nggak. Nyari relasi tinggal add & follow. Jaman bapak Budi dulu musti dateng satu-satu ke rumah relasi. Makan bareng. Klasik ya? Tapi ini bener² bikin relasi bisnis bukan sekedar untuk urusan bisnis aja tapi lebih hubungan kekeluargaan. Efeknya lebih langgeng bisnisnya. Bapak Budi ini ceo nasional company. Dari belio sy banyak belajar memang beda jauh banget cara bangun bisnis jaman dulu dan sekarang.

Sebenernya suka gemes sama orang yg punya pertanyaan,” Sy ada modal 50jt kira² bisnis apa ya yang cocok utk saya?” Aaaak. Itu beneran tanya apa minta dijitak. _-

Temans, klo kamu enelan and ciyus mau buka bisnis. Coba liat diri kita dulu kita punya skill apa yg bisa dijual. Misalnya BISA CODING. Ya buatlah software house. Klo sendiri dulu gpp. Bikin aplikasi yg skala imut dulu. Klo ada temennya ya syukur bisa bareng².

Klo ternyata kita belum ada skill yg bisa dijual, coba liat tetangga kita, orang di sebelah kita. Klo ternyata dia punya skill yg mumpuni. Misalnya dia bisa bikin KANDANG AYAM 3D. _- atau ada temen yg jago bikin bakso. Bisa lah itu diajak kerjasama. Kita bagian marketing, dia bagian produksinya. Gitu..

Klo dua alternatip itu gak ada. Beli aja hp android yang 300rban lah.  Kita jualan OnLen. Cari supplier yang terima reseller sistem katalog. Ambil fotonya trus kita jualin. Klo ada pesenan baru deh kita beli ke supplier.

Intinya klo modal masih terbatas jadi merketer aja dulu. Pelajari pasar dan cari konsumen. Klo udah ada order, produk itu bisa dicari. Klo modal limit maksa masuk ke produksi sedangkan konsumen belum ada ya tekor jadinya. Bisnis sekarang itu meminimkan modal.

Trus ada yg tanya, gimana ya cara marketingnya? Aku dah coba iklanin tp gak berhasil. *garuk-garuk tembok*. Bangun konsumen bukan 1-2bulan trus ambil kesimpulan sy gak bisa. Pengalaman sy paling gak setaun lah biar paham bener marketing & tabiat konsumen. Haiyuu yg baru sehari jualan. Semangat teuuss.

10 Tips Closing


@MotivaTweet: 1. Respon secepat kilat! Di bisnis online, si cepat akan memakan si lambat | Jgn izinkan calon pembeli melirik toko sebelah #10TipsClosing

@MotivaTweet: 2. Siapkan jawaban dari pertanyaan2 standard (yg sering ditanya) di autotext (kalo di BB) atau di notes yg siap di copy paste #10TipsClosing

@MotivaTweet: 3. Siapkan koneksi internet untuk cek ongkos kirim | Pastikan tanya “kecamatan” nya, biar ngga salah hitung ongkir ˆ⌣ˆ #1TipsClosing

@MotivaTweet: 4. Siapkan foto2 produk (yg bikin “ngiler”) utk diinfokan ke calon pembeli | Jgn takut bayar fotografer utk foto yg ciamik #10TipsClosing

@MotivaTweet: 5. Siapkan hadiah2 kecil/bonus/diskon tambahan/diskon ongkir | Kadang ada aja calon pembeli yg harus diberi salah satunya #10TipsClosing

@MotivaTweet: 6. Ketahui waktu pengiriman kurir yg kita gunakan | Ini kita gunakan utk lebih meyakinkan calon pembeli utk segera transfer #10TipsClosing

@MotivaTweet: 7. Siapkan screenshoot testimoni dari pembeli2 sebelumnya | Ngga sedikit orang yang masih perlu diyakinkan utk belanja online #10TipsClosing

@MotivaTweet: 8. Siapkan minimal 2 rekening bank yg paling banyak digunakan utk memudah transfer: BCA + Mandiri (bukan twit berbayar) ˆ⌣ˆ #10TipsClosing

@MotivaTweet: 9. Jauhi kata “nanti” ketika menjawab pertanyaan calon pembeli | Jawab saat itu juga, jangan sampai “mood membeli” nya hilang #10TipsClosing

@MotivaTweet: 10. Jawab semua pertanyaan sambil TERSENYUM TULUS | Dijamin calon pembeli bisa merasakan kehangatan dan keramahan kita #10TipsClosing

@MotivaTweet: Demikian #10TipsClosing nya.. Segera praktekkan dan tingkatkan omzet penjualannya yaaaah! ˆ⌣ˆ

Insentif Karyawan


Penting nih

1. @JayaYEA: Bicara masalah #insentif atau tambahan penghasilan, bonus, bagi karyawan, ada baiknya jangan terukur/dijanjikan. Kenapa?
2. @JayaYEA: Karena #insentif yang dijanjikan atau diberikan berkala akan membuat mereka ‘imun’ thd kebaikan kita. Kecuali di perush besar..
3. @JayaYEA: Karena perusahaan besar, mau tak mau semua haruslah jelas dan sulit untuk
Read more…

Financial Freedom


Mungkin ini rumus yg selama ini kamu cari.  Ini adalah teknik mengatur keuangan buat yg mau resign, dan mulai serius tekuni bisnis. Utk menghindari uang bisnis meleset utk kebutuhan pribadi. ^^

Gak musti yg mau resign sih. Siapapun bisa praktekin ini. Yuk simak :

1. @MotivaTweet: 1. Sebuah kata sederhana: “CUKUP” | Tapi kata ini menjadi sebuah kunci kita mencapai Financial Freedom lebih cepat lho
2. @MotivaTweet: 2. Ketika kita bisa mendefinisikan kata “CUKUP” kita berapa, maka jalur menuju Financial Freedom akan semakin terbuka.
3. @MotivaTweet: 3. Materi ini biasa Motty sampaikan ke Pasukan #MBM yg sudah berkeluarga dan mau resign. Supaya kebutuhan keluarga tetap terpenuhi. ˆ ˆ
4. @MotivaTweet: 4. Berikut yang perlu kita lakukan. PERTAMA:
Read more…

My Partner, Where are you?


Kata mas J, kita jangan melulu bangga sama diri sendiri, sehebat apapun pekerjaan yang bisa kita selesaikan. Kita juga musti belajar buat menepuk bahu orang lain. Kerja gak akan selamanya bisa sendirian. Musti ada partner. Apalagi masa-masa ngerintis bisnis. Oh my.

Pusing hari ini gak ketulungan. Bener-bener perlu banget partner kerja yang banyak banget. Biar kerjaan cepet kelar. Terutama produksi ama keuangan. Euh. Tapi yang bener-bener bisa dipercaya banget. Itu yang susah nyarinya. Udah diajarin sih cara-caranya, tapi emang musti dilatih.

Malam ini aku buka pintu depan. Buat makan malem sama meong cantik, berdua. Yah masih berdua. Ada suara derum mobil, aku kira dia berenti di depan rumah, ternyata di rumah tetangga. Siapa sih yang mau dateng kesini. Gak ada. Haha kasian banget.

Besok musti gimana ni ya. Oh iya, besok hunting kain ama beli pernak-pernik jahit. Benang juga musti beli nih. Buat my new sewing machine. Trus kontak bagian produksi and kayaknya perlu hp satu lagi nih. Perlu kamera juga. Ah, banyak bener yang dibeli.

Kata mas J, bisnis ada omset level 10 juta, level 100jt, level 1 Milyar dst. Beda level tu beda lagi ilmunya, beda kualitas leadershipnya. kalo omset masih 10 jutaan masih bisa handle diri sendiri. Makin tinggi omset makin perlu karyawan dan pendelegasian.

Tetep semua level ada dan perlu ilmunya. Dan naik kelas itu ada ujiannya. Jadi lewatilah ujian demi ujian, biar naik kelas. Semangat dan pantang menyerah. Kalau kita menyerah, habislah sudah.