Posts tagged ‘nikah’

Beautiful Day


Tanggal hari ini beautiful ya.
Semoga Allah memperbaiki keadaanku.
Dan kita dipertemukan dalam keadaan yang lebih baik.
Aamiin.

Pas liat gaun pengantin. Jadi kepingin buat bikin. Di rumah ada brukat putih nganggur. Mayan buat eksperimen. Buat akad gown very pretty kayaknya. Emak gw sms mulu tiap malem: mama minta mantu nak _-” iya mak ini lg nyari yg sholeh jd rada lama ^^> *fufufyuh* Besok klo sms lg ada lagi ada stok alesan, iya mak ini baju pengantennya lg dijait. : |

Lagi fokus bisnis. Dan sekarang lg dicari cara biar bisa autopilot. Gimana caranya yak. Dah nemu sikit-sikit lah ilmunya. Dari sharing di kaskus, yukbisnisnya mas J, moti, kultwit², dll. Pusingnya asik karena ngembangin perusahaan sendiri, bukan perusahaannya bos. : | ^^V

Tapi klo lagi demotivasi, ada aaja 1001 alesan buat mundur. Pengen berenti aja. Capek. Huhu. Klo dah gini butuh motivasi dosis tinggi.

Tapi prasangka Allah bersama prasangka hambanya kan ya. Klo optimis semua tantangan pasti bisa diatasi. Ngabisin semua kegagalan di masa muda lah istilahnya tu. Plus pingin bantuin para akhwat buat bisa kerja di rumah. Narik para akhwat yg kerja di kantoran biar bisa kerja di rumah aja tapi ilmunya ttep kepake. Buat aku juga klo nikah bisa tetep kerja di rumah. Ya Allah kabulin cita-cita dan cintaku ya. Aamiin.

Advertisements

Mengayuh Biduk


“Sebuah perahu kecil bertolak dari dermaga mengarungi lepas pantai..
Menuju pulau Asa..
Sesekali ombak menerjang membuat perahu oleng..
Sesekali angin kencang menghempas..
memalingkan arah perahu dari tujuan..
Nampak sepasang insan ditengah perahu, sesekali mengencangkan pegangan dan mengerutkan dahi menahan hempasan ombak..
Namun senyum kembali hadir seiring langit yang cerah mengusir kelamnya badai..”

image

Barangkali itulah gambaran sepasang insan yang mengikat perjanjian untuk mengayuh biduk pernikahan mengarungi kehidupan berumah tangga. Setiap insan pasti menginginkan biduknya sampai ke tujuan dengan selamat, meraih kebahagiaan hakiki dunia dan akhirat. Lalu bagaimanakah sang nahkoda bisa membawa pujaan hatinya dalam biduk pernikahan ini meraih kebahagiaan kehidupan berumah tangga menerjang ombak dan badai yang menghadang?  Semoga sedikit tulisan ini bisa memberi manfaat untuk saudara-saudaraku.

1. Berbekallah dengan taqwa kepada Alloh ‘azza wa jalla.

Sebagaimana mengarungi samudera, pernikahan adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan bekal. Bukan bekal materi semata namun ada yang jauh lebih berharga dari itu yaitu taqwa kepada Alloh subhanahu wa ta’ala. Alloh berfirman dalam QS. Al Baqoroh 197 : “Berbekallah kalian! Dan sebaik-baik bekal adalah taqwa“. Mari kita lihat seberapa berharga bekal yang bernama taqwa ini!

Taqwa adalah bekal yang mengantarkan seorang  insan meraih keberhasilansebagaimana Alloh tegaskan dalam firman-Nya: “Sesungguhnya orang-orang  yang bertakwa meraih kemenangan” (QS. An Naba: 31). Na’am, berhasil mengalahkan berbagai terpaan badai fitnah syubhat dan syahwat. Maka baginya kemenangan yang agung, sorga Alloh subhanahu wa ta’ala.

Taqwa akan mengantarkan pemiliknya ke tempat yang aman sebagaimana firman Alloh jalla dzikruhu : “Sesungguhnya orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman” (Ad Dukhon: 51). Na’am, tempat yang aman tidak ada didalamnya ketakutan atau kegalauan tetapi ketenangan, kemapanan, ketentraman jiwa dan kelapangan, sorga yang penuh dengan kenikmatan. Tentu setiap insan menginginkan sampai ke tempat ini maka wajib baginya untuk membekali diri dengan taqwa.

Taqwa akan mendatangkan jalan keluar dari berbagai kesulitan. Alloh ‘azza wa jalla berfirman :”Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Alloh maka Dia akan menjadikan baginya jalan keluar” (QS. Ath Tholaq: 2).

Saudaraku, berapa banyak ombak dan badai akan menghempas biduk kita?

Berapa banyak kesulitan dan masalah menimpa rumah tangga kita?

Namun Alloh subhanahu wa ta’ala akan berikan jalan keluar dan kemudahan apabila kita senantiasa berbekal dengan taqwa sebagaimana dalam ayat setelahnya Alloh berfirman : “Dan barangsiapa bertaqwa kepada Alloh maka Dia akan jadikan kemudahan dalam urusannya” (QS. Ath Tholaq: 4). Cukuplah ayat-ayat ini menjadi dalil betapa berharganya bekal taqwa ini dalam mengarungi perjalanan kehidupan berumah tangga.

Mungkin sang nahkoda ingin bertanya bagaimana berbekal dengan taqwa ini? Berkata shohabat yang mulia ‘Abdulloh bin Mas’ud ketika menafsirkan QS. Ali ‘Imron : 102 :”Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Alloh dengan sebenar-benar taqwa”.

Makna ‘sebenar-benar takwa kepada Alloh’ adalah Alloh ditaati tidak dimaksiati, diingat tidak dilupakan, disyukuri tidak dikufuri  ~[1]

Subhanalloh! Bimbingan yang agung, yang denganya tegaklah agama seseorang. Hendaknya setiap orang melihat keadaan dirinya. Sudahkah kita mengingat Alloh dalam setiap langkah kita? Sudahkah kita bersyukur atas segala kenikmatan yang Alloh anugerahkan kepada kita sedikit atau banyak? Sudahkah kita meninggalkan maksiat kepada Alloh? Barangsiapa melihat dirinya lemah pada salah satu dari perkara-perkara ini maka bersegeralah untuk menyempurnakannya untuk meraih kesempurnaan taqwa.

Inilah kayuhan pertama kita…semoga Alloh mudahkan kita pada kayuhan berikutnya…

____________________
[1] diriwayatkan oleh Al Hakim dalam Mustadrok dan dia berkata: shohih atas syarat Bukhori Muslim dan disepakati oleh Adz Dzahabi. Lihat Ash-Shohihah Syaikh Al Albani.

Dikirim oleh Al-akh abu harist (salah satu thulab di Darul Hadist Fuyus,Yaman)
🔸🔸🔶🔸🔸
WA Thullab Al fiyusy

Ikhwan, Please di tungguin nih..^^


Someday ago, pas lagi duduk-duduk santai, ada seorang cowok yg tiba-tiba dateng dan ngucapin salam, “Assalamu’alaykum” .
Wa’alaykumussalam
Apa kabar? 
Baik
Kapan nikah?
“………..(hening)”
Kalo ayahnya pulang, nanti sy lamaar ya. Mau gak sama aku?
“Gak mau!!
Hahahahahaa…. Abisnyaa dia gitu. SKSD.

Btw, aku kemarin dapet tips dari timelinenya Motty, katanya kalo ada yang nanya kapan nikah, jawab aja abis lebaran (entah lebaran kapan). Hihihihi…

Kasian jugak ama kawan-kawan aku yg sedang menanti cinta sejatinya. Aku jugaaaaak. Where is he? No one know. ><

Tiba-tiba aja, aku inget nih ama kakak-kakak senior akuh yg udah nikah duluan. Dia akhwat, berjilbab udah lumayan panjang lah dia terbina bgt, dia yang paling sering marah-marah kalo ada ikhwan masuk kosan. Xoxo

Trus sedang menjalani proses kenalan dengan seorang ikhwan yang insyaa Allaah shalih. Trus aku udah gak update beritanya gimana kelanjutannya. Trus suatu hari aku nemu FB akhwat itu masang berdua ama ikhwan. Yang bikin kaget pertama kali a-da-lah jeeeeng jeeeeng —–> jilbabnya yg menyusut..yang tadinya panjang  jadi sebatas leher agak kebawah dikit beberapa senti.

Trus aku tanya ke mbak-mbak yang seangkatan ama beliau, mungkin beliau yang ngikutin perjalanannya.
Kutanyain lah, “Mbak itu kenapa jilbab mbak Cantik itu makin pendek?
Suaminya gak ngijinin dia, dan juga dari dulu keluarga dia ga setuju jilbab dia panjang
“….(hening)”

Sayang banget, dengan kondisi keluarga gak mendukung pakai hijab syar’i. Sebenernya harapannya ada di calon suaminya yg shalih sebagai penguat, penyemangat, dan dan wah else? Tapi kenyataaannya…..
Bukannya dulu mau nikah ama mas Shalih itu?
Mas Shalihnya kelamaan sih, jadinya gak jadi, jadinya ama Mas yang sekarang itu..

Qodarullaah, memang sudah takdir Allaah buat Mbak Cantik itu menikah ama Mas itu, do’aku semoga Mbak Cantik bisa kembali mendapatkan hidayah Allaah Ta’ala.

Bisa ambil kesimpulan sendirilah. Terutama buat ikhwan. Akhwat itu lebih suka dengan kepastian. Kayak kasus mbak Sholihah yang sering galau, padahal udah ta’aruf. Yang bikin galau itu nunggu kepastian —> kapan TANGGAL pernikahannya <—-. Itu doooaaang..*&*^&R%%  Bukan masalah MAHAR apalagi BIAYA PERNIKAHANNYA. Bukan.

Aku cuman gak mau banget, seperti Mbak Cantik terulang, jangan sampai akhwat luluh ama ikhwan yang….. begitulah. Kasian akhwatnya. Akhwat bisa bersabar, tapi bukan berarti musti nungguin sampai bertahun-tahun gitu.

Untuk akhwat yang masih dalam masa penantian : Sabar ya, sayang. Akhwat yang baik untuk ikhwan yang baik. Akhwat yang sholehah untuk ikhwan yang sholih. Pendamping hidup bukan cuma urusan dunia, tapi ini masalah tentang bagaimana kita di akhirat kelak. Juga tentang bagaimana anak-anakmu kelak, ini masalah tanggung jawab. Kalo ikhwan yang sholih insyaa Allaah bisa banget diajak kerjasama untuk masalah ini, tapi kalo ikhwan yang…begitu… Gimana ya…

Ikhwan itu yg nantinya sebagai imam kita, Sholehah. Pilih yang bener-bener dia siap jadi imam kita dari segi ilmunya… Baiknya sih, jangan pakai ilmu “kira-kira…”

Dan kalo dia sholeh, siapin diri juga untuk dibimbingnya biar jadi sholehah tanpa kata NANTI dan TAPI. Karena kata NANTI dan TAPI itu hanya penghambat menuju proses sholehah. (Motty banget nih.. Hehehehe…)

And actually this all is notes for myself. Jangan tersinggung, jangan marah. Maafkan kalo ada kata-kata yang salah dan typo. Hohoho.
Kalo ada yang kurang tolong ditambahin dan kalo ada yang lebih tolong dibalikin. Hehe.
Btw, itu judulnya gimana gimana gitu ga sih? meni asa geleuh. Xixixi..

Cara Pintar Menabung


Menabung itu penting, biar bisa naik haji, ceman-ceman. Hihihi. Bisa buat nambah modal usaha di tahun depan. Buat nikah bulan depan, dan lain lain. Semangat sih semangat buat nabung cuman kalo pas kepepet eh kepake juga. yaahhh _-‘

Jadi gimana ya caranya biar nabung itu jadi asik dan konsisten? Menurut referensi yg pernah aku baca sih, nabung itu harus dibiasakan dari kecil biar bener-bener jadi kebiasaan. Tapi gak ada kata terlambat lah kalo kamu mau mulainya dari sekarang.

Nah, barusan baca artikel di internet nih, katanya ada cara-cara biar nabung itu gak jadi beban. Wuih. nih cara-caranya :

  1. Dengan membulatkan harga. Kalo belanja 7.500 dibuletin aja jadi 10.000 yang sisanya Read more…

Perceraian


divorce

Dua kata yang membangunkan aku pagi ini adalah kata ,”Kita cerai“. Masih pagi-pagi, matahari belum terbit tapi kata  itu bener-bener menusukk-nusuukkk. Mbak itu menggugat cerai suaminya pagi ini. Di saat hampir banyak yang ingin menikah, disini ada yang mengajukan gugatan cerai. Pernikahan mbaknya juga udah gak tertolong lagi.

Sedih, sedih banget pasti, dari semalem tuh mbaknya nangis abis ampe sekarang.

Mudah-mudahan ini yang terbaik ya mbak. Read more…

December In Love


December In Love. Satu bulan terakhir di tahun ini indah banget ya. Bunga-bunga cinta dari langit bertaburan di hati-hati kami yang ada di bumi. Love in December. Alhamdulillaahiladzi bini’matihi tatimmush-shalihaat..,

Insyaa Allaah, akhir bulan ini aku nikaaah…“, nadanya heboh bin girang banget. Sms mba Dira emang ga ada nadanya sih. Tapi kalo di lihat dari isi smsnya jadi kalo diucapkan seolah-olah bernada begitu. D

Akhirnyaaaa ada yang menyusul Amah Mimi untuk menikah akhir bulan ini yaitu akad nikah pada tanggal 31 Desember 2011. Read more…

Alasan Perempuan Wajib Bisa Masak


Perempuan itu kudu-wajib-musti-harus bisa masak. Katanya cinta itu dari lezatnya masakan turun ke hati. Katanya sih, no matter how smart and beautiful you are but laki-laki akan cair untuk perempuan yang bisa masak enak. Pantesan lah ya, emak-emak selalu maksa anaknya bisa masak katanya biar suaminya gak cari istri lagi. “Maksudnya biar gak cari istri lebih dari empat,mak?wew.

Memasak sendiri itu jauh lebih hemat banget daripada harus beli setiap hari. Misalnya 1 bungkus nasi 3000, makan 3x sehari sudah 9000. Itu seharga dengan 1kg beras. I kg itu bisa lebih lo untuk sehari, kalau yang makan cuma berdua. D itu baru nasi, belum lagi yang lainnya.

Kemudian, ada alasan lain yang lebih penting, yaitu kesehatan keluarga juga lebih terjaga. Memang banyak sih penjual makanan, tinggal beli, praktis, dan cepet lagi. Tapi siapa yang tau kalau proses pengolahan makanannya gak bersih. Belum lagi Read more…