Posts tagged ‘rumah tangga’

Bertahan dalam Pernikahan


Sudah sekian lama waktu yang telah berlalu. Pernikahan telah berjalan satu dua tiga tahun. Sebelum menikah banyak cobaannya. Macem-macem keraguannya. Setelah menikah makin berat ujiannya. Yang sulit adalah bagaimana caranya bisa bertahan.

Menikah dengan orang yang mencintaimu, karena kamu akan dicintai. Daripada berharap dengan orang yang kamu cintai tapi ternyata dia tidak mencintaimu dan tidak kunjung datang kepadamu.

Semua tidak selamanya tentang cinta. Tapi tentang rasa kasih sayang dan tanggungjawab. Carilah laki-laki yang dekat dengan ibunya niscaya iya akan tahu bagaimana memperlakukan istrinya kelak. Menjaga kata-kata tidak menyakiti perasaan. Memperlakukan dengan baik dan memaafkan kesalahannya. Mendidik anak dan Read more…

Advertisements

Mengayuh Biduk


“Sebuah perahu kecil bertolak dari dermaga mengarungi lepas pantai..
Menuju pulau Asa..
Sesekali ombak menerjang membuat perahu oleng..
Sesekali angin kencang menghempas..
memalingkan arah perahu dari tujuan..
Nampak sepasang insan ditengah perahu, sesekali mengencangkan pegangan dan mengerutkan dahi menahan hempasan ombak..
Namun senyum kembali hadir seiring langit yang cerah mengusir kelamnya badai..”

image

Barangkali itulah gambaran sepasang insan yang mengikat perjanjian untuk mengayuh biduk pernikahan mengarungi kehidupan berumah tangga. Setiap insan pasti menginginkan biduknya sampai ke tujuan dengan selamat, meraih kebahagiaan hakiki dunia dan akhirat. Lalu bagaimanakah sang nahkoda bisa membawa pujaan hatinya dalam biduk pernikahan ini meraih kebahagiaan kehidupan berumah tangga menerjang ombak dan badai yang menghadang?  Semoga sedikit tulisan ini bisa memberi manfaat untuk saudara-saudaraku.

1. Berbekallah dengan taqwa kepada Alloh ‘azza wa jalla.

Sebagaimana mengarungi samudera, pernikahan adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan bekal. Bukan bekal materi semata namun ada yang jauh lebih berharga dari itu yaitu taqwa kepada Alloh subhanahu wa ta’ala. Alloh berfirman dalam QS. Al Baqoroh 197 : “Berbekallah kalian! Dan sebaik-baik bekal adalah taqwa“. Mari kita lihat seberapa berharga bekal yang bernama taqwa ini!

Taqwa adalah bekal yang mengantarkan seorang  insan meraih keberhasilansebagaimana Alloh tegaskan dalam firman-Nya: “Sesungguhnya orang-orang  yang bertakwa meraih kemenangan” (QS. An Naba: 31). Na’am, berhasil mengalahkan berbagai terpaan badai fitnah syubhat dan syahwat. Maka baginya kemenangan yang agung, sorga Alloh subhanahu wa ta’ala.

Taqwa akan mengantarkan pemiliknya ke tempat yang aman sebagaimana firman Alloh jalla dzikruhu : “Sesungguhnya orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman” (Ad Dukhon: 51). Na’am, tempat yang aman tidak ada didalamnya ketakutan atau kegalauan tetapi ketenangan, kemapanan, ketentraman jiwa dan kelapangan, sorga yang penuh dengan kenikmatan. Tentu setiap insan menginginkan sampai ke tempat ini maka wajib baginya untuk membekali diri dengan taqwa.

Taqwa akan mendatangkan jalan keluar dari berbagai kesulitan. Alloh ‘azza wa jalla berfirman :”Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Alloh maka Dia akan menjadikan baginya jalan keluar” (QS. Ath Tholaq: 2).

Saudaraku, berapa banyak ombak dan badai akan menghempas biduk kita?

Berapa banyak kesulitan dan masalah menimpa rumah tangga kita?

Namun Alloh subhanahu wa ta’ala akan berikan jalan keluar dan kemudahan apabila kita senantiasa berbekal dengan taqwa sebagaimana dalam ayat setelahnya Alloh berfirman : “Dan barangsiapa bertaqwa kepada Alloh maka Dia akan jadikan kemudahan dalam urusannya” (QS. Ath Tholaq: 4). Cukuplah ayat-ayat ini menjadi dalil betapa berharganya bekal taqwa ini dalam mengarungi perjalanan kehidupan berumah tangga.

Mungkin sang nahkoda ingin bertanya bagaimana berbekal dengan taqwa ini? Berkata shohabat yang mulia ‘Abdulloh bin Mas’ud ketika menafsirkan QS. Ali ‘Imron : 102 :”Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Alloh dengan sebenar-benar taqwa”.

Makna ‘sebenar-benar takwa kepada Alloh’ adalah Alloh ditaati tidak dimaksiati, diingat tidak dilupakan, disyukuri tidak dikufuri  ~[1]

Subhanalloh! Bimbingan yang agung, yang denganya tegaklah agama seseorang. Hendaknya setiap orang melihat keadaan dirinya. Sudahkah kita mengingat Alloh dalam setiap langkah kita? Sudahkah kita bersyukur atas segala kenikmatan yang Alloh anugerahkan kepada kita sedikit atau banyak? Sudahkah kita meninggalkan maksiat kepada Alloh? Barangsiapa melihat dirinya lemah pada salah satu dari perkara-perkara ini maka bersegeralah untuk menyempurnakannya untuk meraih kesempurnaan taqwa.

Inilah kayuhan pertama kita…semoga Alloh mudahkan kita pada kayuhan berikutnya…

____________________
[1] diriwayatkan oleh Al Hakim dalam Mustadrok dan dia berkata: shohih atas syarat Bukhori Muslim dan disepakati oleh Adz Dzahabi. Lihat Ash-Shohihah Syaikh Al Albani.

Dikirim oleh Al-akh abu harist (salah satu thulab di Darul Hadist Fuyus,Yaman)
🔸🔸🔶🔸🔸
WA Thullab Al fiyusy

Muslimah, Cantik, dan Kaya


Muslimah, Cantik, dan Kaya. Semacam kriteria #ehm idaman #ehm #asik. Haghaghag.

Bukan bukan, sebenernya barusan aja dari Gramedia Merdeka dan baca buku Cantik, Gaya, dan Kaya tentang pengelolaan keuangan rumah tangga dan hutang. Mungkin ini buku yg menjawab kegalauanku slama ini tentang masalah keuangan. #ehm penting loh buat ibu-ibu dan calon ibu-ibu. Tapi aku gak mau dipanggil ibu yaks. Xoxo.

Suka ngalamin gak sih baru ambil uang lumayan banyak tapi gak kerasa udah abis aja dan tanpa rasa bersalah bilang, “Uang kemana ya. Kok tinggal segini..”. Sebenernya biar tau uangnya kemana, caranya adalah dgn nyatet cashflow. Daaan menurut buku yg aku baca kita musti rutin nulis cashflow minimal selama 3 bulan biar bisa audit keuangan kita. Yang susah tu istiqomah nyatetinnya. Padahal udah beli buku kas skontro >< Tapi cuma tekat dan Read more…

Perasaan Perempuan


About Us

Perasaan perempuan? Cek ileh. Ngomong apaan sih aku. Tapi ini beneran tentang perasaan perempuan yang mungkin banyak dirasakan perempuan di  luar sana. Lagi-lagi mungkin. Efek sok tau nih. Hehe.

Dari kemarin suasana rumah udah berasa beda. Tumben. Pagi ini mbak Seli belum bangun. Biasanya udah mandi dan ngibrit lari keluar rumah buru-buru berangkat ngantor. Tapi hari ini cuma kedengeran suara batuknya, pertanda dia lagi sakit.

Lagi sakit Mbak Sel? Udah minum obat belum mbak? Aku ada nih obat“, tanyaku.
Makasi Rizka, aku udah beli obat kemarin“, jawabnya kayak orang kedinginan.

Beberapa menit kemudian, disaat aku asyik sama kerjaanku sebagai anak muda, yaitu hunting desain. Sebuah kerjaan yg menyakitkan hati, karena harga desainnya mahal sekali (curcol kan..). Tiba-tiba aku denger Mba Sel marah-marah. Aku kaget. Read more…